Tabooo.id: Regional – Taman Balekambang tak seperti biasanya. Lampu-lampu lembut menyala, aroma dupa menguar, dan musik Letto mengalun pelan. Royal Surakarta Wellness Festival (RSWF) 2025 digelar pada Sabtu (1/11/2025) malam. Festival ini jadi bukti bahwa healing bisa tetap berbudaya dan semua orang boleh ikut tanpa harus bayar mahal.
RSWF dibuka oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri, Wali Kota Surakarta Respati Ardi, Project Leader Gusti Raden Ayu Putri Purnaningrum, Director of Event Kanjeng Raden Aryo Rizki Baruna Ajidiningrat, serta Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Adipati Dipokusumo. Mereka memulai festival dengan satu pesan sederhana: sehat itu bukan gaya hidup mahal, tapi keseimbangan tubuh dan pikiran.

Pagi Penuh Napas dan Filosofi
Sejak pagi, pengunjung langsung diajak menyatu dengan suasana damai di Mini Stage. Sesi Yoganep X Kaweruh Jiwa memadukan yoga dan filosofi Jawa. Gerak tubuh dan napas tenang menjadi awal hari yang ringan.
Setelah itu, sesi “Javanese Secret Recipe” dan “A Holy Journey” menghadirkan pengalaman khas Nusantara. Dari resep tradisional sampai refleksi spiritual, semua mengingatkan bahwa wellness bukan produk impor, melainkan warisan lokal yang selama ini kita abaikan.
Dari Doa, Tarian, Hingga Letto
Menjelang sore, suasana bergeser ke Open Stage. Ritual Umbul Donga membuka rangkaian acara malam. Para pemimpin festival lalu menyampaikan sambutan singkat. Fragmen Tarian Wellness tampil memukau, menggabungkan gerak, musik, dan makna penyembuhan.
Puncak malam datang pukul delapan. Band Yogyakarta, Letto, naik panggung membawa tema Harmony in Heritage. Lagu-lagu lembut dan lirik reflektif mereka menciptakan nostalgia dan kedamaian. Suara Noe berpadu dengan angin malam Balekambang, membuat banyak penonton terdiam dan tersenyum.
Wellness untuk Semua Orang
RSWF 2025 mengusung tema “Wellness for Everyone.” Pesannya jelas, gaya hidup sehat dan seimbang seharusnya bisa dijangkau siapa pun.
Wali Kota Respati Ardi menyampaikan bahwa Wellness activities bukan hanya olahraga, tapi juga cara kita merawat pikiran
“Wellness activities bukan hanya olahraga, tapi juga cara kita merawat pikiran,” ujarnya.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri menambahkan semangat optimis.
“Wisatawan kini mencari pengalaman yang menyembuhkan dan autentik. Indonesia punya posisi unik untuk menjadi panggung wellness dunia,” tambahnya.
Napas Pelan, Hidup Pelan
RSWF bukan sekadar festival. Ia jadi ajakan halus agar kita berhenti sejenak, menata napas, dan menemukan ketenangan di tengah hiruk-pikuk hidup. Dari yoga pagi hingga konser Letto malam hari, Balekambang membuktikan satu hal penting, sembuh bisa sambil bersenang-senang asal tahu cara menikmati setiap tarikan napas. @dimas








