Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Raymond/Joaquin Singkirkan Unggulan China, Indonesia Masih Bernapas di All England

by teguh
Maret 8, 2026
in Reality, Sports
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Sports – Sorak sorai pecah di arena. Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin berdiri tegak, mengepalkan tangan, lalu saling menepuk bahu. Momen itu terasa besar bahkan sangat besar. Di tengah gugurnya wakil Indonesia satu per satu, dua anak muda ini justru membuka jalan.

Raymond/Joaquin melangkah gagah ke semifinal All England 2026. Mereka menumbangkan unggulan ketiga asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang, lewat duel dua gim langsung 21-18, 21-12, Jumat (06/03/2026).

Kemenangan itu bukan sekadar tiket semifinal. Kemenangan itu menjaga harapan Indonesia tetap hidup di Birmingham.

Debutan yang Berani Menyerang

Pertandingan berjalan sengit di gim pertama. Liang/Wang mencoba menekan sejak awal. Namun Raymond dan Joaquin tampil berani. Mereka menyerang lebih dulu, memaksa lawan keluar dari ritme permainan.

Reli panjang berkali-kali terjadi. Smash keras Joaquin beberapa kali memecah pertahanan lawan. Raymond menutup celah di depan net dengan tenang. Skor 21-18 menutup gim pertama.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Momentum langsung berpihak pada pasangan Indonesia. Gim kedua berubah menjadi panggung dominasi. Raymond/Joaquin terus menekan dan tidak memberi ruang bagi Liang/Wang untuk bangkit.

Mereka menutup pertandingan dengan skor telak 21-12. Lebih mengesankan lagi, pasangan jebolan PB Djarum ini datang sebagai debutan di All England.

Kini mereka menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa setelah lima wakil lainnya tumbang di perempat final.

Misi Menjaga Tradisi Emas

Sektor ganda putra memang memiliki sejarah luar biasa di All England. Indonesia telah mengoleksi 24 gelar sejak pertama kali tampil pada 1956.

Nama-nama besar pernah menulis sejarah Tjun Tjun/Johan Wahjudi, Ade Chandra/Christian Hadinata, Ricky Subagja/Rexy Mainaky, hingga Kevin Sanjaya/Marcus Gideon.

Tjun Tjun/Johan bahkan mencatat enam gelar juara, rekor yang masih berdiri hingga hari ini.

Dalam 10 edisi terakhir, ganda putra Indonesia hanya dua kali absen di final. Enam di antaranya bahkan berakhir dengan gelar juara.

Tradisi itu kini berada di pundak Raymond dan Joaquin.

Tantangan Raksasa Menanti

Perjalanan mereka belum selesai. Bahkan ujian terbesar justru menunggu di depan.

Di semifinal, Raymond/Joaquin harus menghadapi Kim Won-ho/Seo Seung-jae, ganda putra nomor satu dunia sekaligus juara bertahan All England.

Di atas kertas, pasangan Korea Selatan itu jelas lebih diunggulkan. Namun Raymond/Joaquin memiliki satu keuntungan unsur kejutan.

Ini akan menjadi pertemuan pertama kedua pasangan. Artinya, gaya permainan Raymond/Joaquin belum sepenuhnya terbaca oleh lawan.

Kejutan bisa saja terjadi. Apalagi Kim/Seo pernah tumbang dari pasangan Malaysia yang secara peringkat jauh di bawah mereka di Denmark Open 2025.

Harapan Baru dari Generasi Baru

Raymond dan Joaquin kini memikul tanggung jawab besar. Mereka bahkan sudah menggugurkan senior mereka sendiri, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, di babak 16 besar.

Kini publik Indonesia menatap mereka dengan harapan. Dua anak muda. Debutan. Namun bermain tanpa rasa takut.

Jika keberanian itu bertahan satu laga lagi, bukan mustahil sejarah baru kembali lahir di All England. @teguh

Tags: Bulu TangkisDominasiGelarMomenNasionalPerempat FinalSejarahSmash

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Bicara Cara Bertahan

Saat Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Belum Selesai Bertahan

by jeje
Mei 9, 2026

Di tengah harga pangan yang terus naik, pedagang kecil mulai menghadapi dilema paling melelahkan: menaikkan harga jual dan kehilangan pelanggan,...

Next Post
Xiaomi MiClaw Bikin Smartphone Naik Level Jadi Asisten Hidup

Xiaomi MiClaw Bikin Smartphone Naik Level Jadi Asisten Hidup

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id