Selasa, Juni 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bos BLN Kemana? Nasabah Sudah Menjerit

by Tabooo
Oktober 1, 2025
in Bisnis, Reality
A A
Home Culture Musik
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Boyolali – Puluhan nasabah Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) dari Jawa Timur rela jauh-jauh ke Jawa Tengah demi satu hal: menagih uang tabungan mereka yang tak pernah kembali. Tapi, yang mereka temui hanya rumah kosong sang bos BLN, Nicholas Nyoto Prasetyo, di depan perumahan Graha Sejahtera, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Rabu (1/10/2025) sore.

Dari Malang Sampai Madiun, Semua Jadi Korban

Anton Sopahella, nasabah asal Surabaya, mengaku datang bersama rombongan dari Malang, Nganjuk, Kediri, Madiun, hingga Blitar. Sejak Maret 2025, bagi hasil mereka macet.

“Kami ke sini untuk klarifikasi ke rumah Pak Nicho yang informasinya dia di sini. Ada puluhan orang di sini, kami minta pertanggungjawaban ke Pak Nicho selaku bos BLN,” kata Anton. “Janji manisnya mana, gara-gara Pak Nicho banyak korban yang meninggal,” imbuhnya penuh emosi.

Anton sendiri mengaku kehilangan Rp400 juta. Ia mengatakan menabung secara bertahap mulai dari Rp100 juta, Rp120 juta, Rp80 juta, dan Rp120 juta.

“Saya sendiri pada 6 Maret 2025 memasukkan uang Rp120 juta. Ternyata tanggal 15 Maret ada masalah, sehingga uang saya tidak kembali. Tidak dikembalikan sama sekali. Kami pertanyakan ke pengurus BLN, katanya nunggu info. Tapi sampai sekarang enggak balik,” terangnya.

Ini Belum Selesai

Kirab Pusaka 1 Sura Kembali Digelar, Ini Jam Mulai dan Rute Perjalanannya

Rapat Selesai, Dualisme Belum Usai: Kirab Pusaka Dibayangi Dua Takhta

Rumah Bos BLN Jadi Sasaran

Rombongan sempat mendatangi kantor BLN di Solo, hasilnya nihil. Lanjut ke rumah Nicholas Nyoto Prasetyo di Boyolali, lagi-lagi tak ketemu.

Tak menyerah, mereka bergerak ke Salatiga. Di Jalan Merdeka Selatan, rumah besar milik Nicho digedor, dicorat-coret, bahkan sempat diduduki nasabah. Tapi bos BLN tetap tak muncul.

“Kita datang baik-baik untuk bertemu dengan Nicho, sebagai ketua pengurus BLN ini. Untuk menagih janji yang mana, katanya, 30 September 2025 akan diselesaikan,” ujar Moko, salah satu korban.

Bukan Ngemis, Tapi Nuntut Hak

Para nasabah menegaskan mereka bukan mau merampas. Mereka hanya menagih uang yang dijanjikan kembali.

“Jadi kami datang ke sini untuk menagih hak kami. Kita bukan mengambil punya Nicho, tapi kami meminta kembali (hak kita),” tegas Moko.

Bagi mereka, diam sama saja membiarkan diri terus dipermainkan. Banyak nasabah jatuh sakit, bahkan ada yang meninggal karena stres dan terjebak dalam lilitan hutang.

Koperasi Runtuh, Hidup Ikut Ambruk

Kasus BLN ini membuka lagi luka lama: bagaimana koperasi—yang seharusnya jadi pilar ekonomi rakyat, bisa berubah jadi jebakan investasi bodong.

Lalu, sampai kapan kasus-kasus seperti ini terus berulang? Rakyat kecil menabung dengan harapan, tapi yang mereka dapat justru trauma, kematian, dan rumah kosong sang bos. @tabooo

Tags: BisnisBoyolaliInvestasiJawa TengahKeuanganKoperasiNews

Kamu Melewatkan Ini

Lima Juta Kendaraan Menunggak: Krisis Kepatuhan atau Daya Beli yang Melemah?

Lima Juta Kendaraan Menunggak: Krisis Kepatuhan atau Daya Beli yang Melemah?

by teguh
Juni 11, 2026

Lima juta kendaraan di Jawa Tengah tidak membayar pajak hingga akhir 2025. Angka itu bukan sekadar catatan administrasi. Nilainya mencapai...

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

by Tabooo
Juni 10, 2026

DPR RI resmi sahkan RUU Polri menjadi undang-undang dalam rapat paripurna. DPR menyebut aturan baru ini memperkuat transformasi, pengawasan, netralitas,...

Dua Kirab Malam 1 Suro, Keraton Surakarta Masuk Zona Rawan?

Dua Kirab Malam 1 Suro, Keraton Surakarta Masuk Zona Rawan?

by Tabooo
Juni 9, 2026

Dua Kirab Malam 1 Suro di Keraton Surakarta disebut berpotensi digelar pada tanggal yang sama. Situasi ini memicu kekhawatiran karena...

Next Post
Ducati Panigale V4 R

Ducati Panigale V4 R: Tantang Batas Kewarasan di Jalan Raya?

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id