Dari Lapangan Jauh, Mimpi Besar Itu Dimulai
Tabooo.id: Sports – Sorak kecil itu datang dari lapangan yang jauh dari Jakarta, tetapi gaungnya terasa sampai ke Tanah Air. Janice Tjen tak lagi sekadar nama di daftar peserta. Raketnya berbicara keras sepanjang 2025. Dari peringkat 400-an dunia, ia melesat ke peringkat 53 WTA. Lonjakan itu terasa seperti napas panjang setelah sprint melelahkan penuh keyakinan dan harapan.
Momentum ini bukan kebetulan. Janice menaklukkan tekanan, mengunci poin penting, dan menutup pertandingan dengan kepala dingin. Ia tak hanya menang, tetapi juga tumbuh.
Prestasi 2025: Piala, Peringkat, dan Kepercayaan Diri
Sepanjang 2025, Janice mengoleksi dua gelar ganda WTA 250. Ia lalu menutup musim dengan manis lewat gelar tunggal Chennai Open. Set demi set ia lewati dengan disiplin. Lawan berganti, tekanan meningkat, tetapi konsistensi tetap terjaga.
Hasil itu langsung mengerek peringkatnya. Dari luar radar, Janice kini berdiri di jajaran elite awal. Peringkat 53 dunia bukan angka akhir, melainkan pintu menuju target yang lebih besar.
Target Besar: Peringkat 30 dan Tiket Olimpiade
Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) tak ingin berhenti pada tepuk tangan. Mereka memasang target berani peringkat 30 dunia pada 2026. Target itu bukan mimpi kosong, melainkan syarat nyata untuk tampil di Olimpiade Los Angeles 2028.
“Rank 1 sampai 30 itu otomatis lolos Olimpiade,” ujar Ketua Umum PP Pelti Nurdin Halid, dikutip dari Antara. Ia juga mengingatkan fakta pahit Indonesia terakhir kali tampil di Olimpiade tenis sekitar 25 tahun lalu. Karena itu, Pelti kini menyusun Road to Olimpiade dengan lebih terukur.
Asian Games 2026 dan Modal SEA Games
Selain Olimpiade, Pelti membidik medali Asian Games 2026 di Nagoya. Modalnya jelas. SEA Games 2025 menyumbang tiga medali emas untuk tenis Indonesia. Capaian itu memberi sinyal kuat bahwa fondasi mulai terbentuk.
Pelti lalu menyiapkan training camp di dalam dan luar negeri. Mereka juga mendorong tur internasional agar pemain terbiasa menghadapi tekanan level dunia.
Program Berat dan Tantangan Dana
Nurdin menegaskan target latihan dengan tegas. “Minimal 20 seri dunia,” katanya. Program berjalan dari Januari hingga Agustus. Pelti menanggung transportasi dan akomodasi atlet. Namun, biaya tetap jadi tantangan.
Total kebutuhan dana mencapai Rp5–10 miliar. Pelti pun membuka pintu sponsor. Prestasi butuh dukungan, dan mimpi besar tak bisa berjalan sendirian.
Janice Tjen dan Harapan yang Kembali Menyala
Janice Tjen kini berdiri sebagai simbol kemungkinan. Ia membuktikan bahwa tenis Indonesia bisa kembali mengetuk pintu dunia bukan sebagai penggembira, tetapi sebagai penantang. Jalan menuju Los Angeles masih panjang dan berliku. Namun, setiap ayunan raket Janice memperpendek jarak 25 tahun penantian itu. Dan kali ini, mimpi itu terasa lebih masuk akal. @teguh





