Tabooo.id: Nasional – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menyatakan keyakinannya bahwa PSI akan tumbuh menjadi partai politik besar di Indonesia.
Kaesang menyampaikan optimisme tersebut saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/1/2026).
Menurut Kaesang, PSI memiliki fondasi sistem kepartaian yang ideal karena melibatkan banyak pihak dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan organisasi.
“Yakin dan percayalah, PSI akan jadi partai yang sangat-sangat besar. Sedikit demi sedikit tata kelola partai akan kita sempurnakan. Kuncinya satu: konsisten,” ujar Kaesang.
Pernyataan ini sekaligus menandai upaya PSI memposisikan diri sebagai partai alternatif di tengah kejenuhan publik terhadap partai-partai lama.
Konsistensi Jadi Kunci Pertumbuhan
Lebih lanjut, Kaesang menekankan pentingnya kerja konsisten di semua lini organisasi. Ia meyakini mekanisme internal yang berjalan disiplin akan mendorong PSI tumbuh menjadi partai yang kokoh.
Karena itu, ia meminta kader mematuhi tahapan dan aturan organisasi, bukan sekadar mengandalkan popularitas figur.
“Jika kita konsisten menjalankan mekanisme dan tahapan, PSI akan tumbuh menjadi partai yang kokoh,” tambahnya.
Dengan nada tegas, Kaesang juga mengingatkan bahwa kerja politik membutuhkan proses panjang, bukan hasil instan.
Kaesang Pantau Kinerja hingga Daerah
Di sisi lain, Kaesang mengaku aktif memantau kinerja struktur PSI, mulai dari tingkat pusat hingga daerah.
Ia bahkan menyebut kerap mengecek struktur kabupaten dan kota sebagai sampel untuk menilai sejauh mana mesin partai bergerak.
“Saya terus memantau struktur PSI bukan hanya di tingkat nasional, tapi juga sampai kabupaten kota. Saya tahu mana yang benar-benar bekerja dan mana yang belum,” jelasnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa kepemimpinan PSI ingin memastikan seluruh struktur bergerak searah.
Siap Ganti Pengurus yang Tidak Bekerja
Sebagai konsekuensi, Kaesang membuka opsi perombakan kepengurusan bagi kader yang dinilai tidak menjalankan tugas.
Menurutnya, evaluasi rutin akan menjadi bagian dari budaya organisasi PSI.
“Yang tidak kerja akan saya evaluasi. Bahkan, kalau perlu akan saya ganti,” tegas Kaesang.
Sikap ini menunjukkan upaya PSI membangun budaya meritokrasi di internal partai.
Taruhan PSI di Mata Publik
Di tengah persaingan ketat antarpartai, langkah PSI membenahi struktur menjadi pertaruhan besar.
Bagi pemilih muda dan kelas menengah segmen yang selama ini menjadi basis PSI konsistensi bukan sekadar jargon, melainkan ukuran nyata kredibilitas partai.
Jika janji pembenahan hanya berhenti di forum Rakernas, PSI akan sulit keluar dari bayang-bayang partai kecil.
Namun, jika konsistensi benar-benar dijalankan, PSI berpeluang membuktikan bahwa partai baru pun bisa menantang dominasi pemain lama.
Pada akhirnya, publik akan menilai bukan dari seberapa sering elite berbicara tentang perubahan, tetapi dari seberapa nyata perubahan itu terasa. @dimas




