Rp125 Juta yang Menghentikan Semua Tawaran
Tabooo.id: Sports – Awalnya terlihat seperti lelang biasa. Namun perlahan, angka-angka di kolom komentar berubah menjadi adrenalin kolektif. Satu demi satu tawaran naik, hingga akhirnya berhenti di Rp125 juta. Bukan gol penentu, bukan transfer sensasional, melainkan sebuah jersey Jay Idzes yang mendadak jadi pusat perhatian.
Di momen itu, sepak bola Indonesia tidak sedang bicara taktik atau klasemen. Sebaliknya, publik melihat bagaimana empati bisa bergerak cepat lewat layar ponsel.
Dari Rp7,5 Juta ke Rp125 Juta: Lelang yang Meledak
Lelang jersey Jay Idzes dimulai oleh akun Hanif Thhamrin dengan harga pembuka Rp7,5 juta. Jersey kandang Sassuolo berwarna hijau itu sudah dibubuhi tanda tangan sang kapten Timnas Indonesia. Sejak menit pertama, respons publik langsung terasa.
Kemudian, kolom komentar dipenuhi bid bertubi-tubi. Setiap kenaikan harga bukan sekadar adu gengsi, melainkan bentuk partisipasi untuk membantu korban banjir di Sumatra. Karena itu, suasana lelang terasa berbeda: panas, cepat, dan penuh tujuan.
Menjelang penutupan, Raffi Ahmad masuk dan langsung mengunci permainan. Melalui akun “RaffiNagita1717”, ia melepaskan tawaran Rp125 juta pada pukul 20.54 WIB. Setelah itu, tidak ada satu pun bid yang mampu menyalip.
Akhirnya, Hanif Thhamrin mengumumkan kemenangan tersebut sekaligus menegaskan bahwa seluruh hasil lelang akan disalurkan penuh untuk bantuan kemanusiaan di Sumatra.
Jay Idzes: Jersey, Karier, dan Nilai yang Terus Naik
Bukan kebetulan jersey ini diburu. Saat ini, Jay Idzes berada dalam fase penting kariernya. Awal musim 2025/2026, ia bergabung dengan Sassuolo dan langsung mengamankan posisi utama di jantung pertahanan.
Lebih dari itu, Idzes tampil konsisten dan tenang. Ia membaca permainan dengan matang, memimpin lini belakang, serta memberi rasa aman bagi tim. Karena kontribusinya, Sassuolo mampu bertahan di papan tengah Serie A.
Hingga pekan ke-16, Sassuolo duduk di peringkat ke-10 dengan koleksi 21 poin. Target klub jelas: bertahan di Serie A. Di titik inilah, Idzes tidak sekadar menjadi pemain, tetapi juga simbol kepercayaan.
Oleh sebab itu, jersey yang dilelang membawa cerita lebih besar dari sekadar memorabilia.
Ketika Sepak Bola Jadi Alat Solidaritas
Tak lama setelah pengumuman pemenang, publik langsung bereaksi. Banyak warganet memuji nominal donasi. Sebagian lain menyoroti bagaimana sepak bola kembali berfungsi sebagai penggerak empati sosial.
Selain itu, aksi Raffi Ahmad juga mendapat sorotan positif. Tanpa panggung besar, tanpa pidato panjang, satu bid mampu mengubah lelang menjadi bantuan nyata.
Di tengah banjir informasi dan kontroversi sepak bola, momen ini terasa menyegarkan.
Lebih dari Jersey, Ini Soal Dampak
Pada akhirnya, lelang ini tidak menghasilkan trofi. Tidak ada selebrasi di stadion. Namun dampaknya jauh lebih terasa. Dana mengalir, bantuan bergerak, dan publik melihat sisi lain sepak bola Indonesia.
Jay Idzes terus berjuang di Serie A. Sementara itu, jersey yang ia kenakan ikut membantu mereka yang terdampak bencana. Jadi, ketika sepak bola sering ribut soal kalah dan menang, lelang ini mengingatkan satu hal penting: nilai terbesar olahraga justru muncul saat ia menyentuh kemanusiaan. @teguh




