Senin, April 20, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Quarter-Life Crisis: Usia 25 ke Antartika

April 20, 2026
in Life
A A
Home Life
Share on FacebookShare on Twitter
Usia 25 sering datang dengan satu paket yang tidak menyenangkan yaitu ragu, cemas, dan perasaan tertinggal. Di saat banyak orang masih mencari arah hidup, satu nama justru memilih jalan yang tak biasa, berlayar jauh ke Antartika, bukan untuk kabur dari krisis, tapi untuk menantangnya.

Tabooo.id: Life – Usia 25 sering datang dengan satu paket yang tidak menyenangkan yaitu ragu, cemas, dan pertanyaan yang tak kunjung selesai. Inilah yang sering disebut quarter-life crisis. Sebuah fase yang diam-diam dialami banyak anak muda, tapi jarang dibicarakan dengan jujur.

Kamu mulai mempertanyakan pilihan hidup. Karier terasa salah arah. Teman-teman terlihat lebih “jadi”. Dan kamu? Masih bingung mau ke mana.

Survei LinkedIn bahkan menunjukkan, sekitar 75 persen orang usia 25–33 tahun pernah mengalaminya. Mereka merasa seperti berdiri di persimpangan hidup, tanpa tahu harus memilih jalan mana. Masalahnya sederhana, tapi menekan. Kamu ingin hidup yang “benar”, tapi tidak tahu seperti apa bentuknya.

Ketika Banyak Orang Berhenti, Ada yang Memilih Melompat

Di tengah kegelisahan itu, sebagian orang memilih berhenti sejenak. Tapi ada juga yang justru melompat lebih jauh. Seperti kisah Ezra Timothy Nugroho, 25 tahun, memilih jalur yang tidak biasa. Alih-alih tenggelam dalam keraguan, ia menjadikan tekanan sebagai bahan bakar.

Setelah lulus dari Biologi UGM, ia melanjutkan studi S2 di Australia. Bukan hanya itu, ia ikut ekspedisi ilmiah ke Antartika selama 57 hari. Sebuah tempat yang bahkan terdengar mustahil bagi banyak orang.

BacaJuga

Kenapa Cinta Terlalu Over Berakhir dengan Air Mata?

Aplikasi Kencan dan Dunia yang Tidak Selalu Seperti Profilnya

Bukan Tentang Hebat, Tapi Berani Menghadapi Ketidakpastian

Keputusan itu bukan tanpa risiko. Bayangkan, saat hidup hampir dua bulan di kapal penelitian, menghadapi ombak besar di Laut Selatan, dengan suhu mencapai minus tiga derajat Celsius. Bagi seseorang yang terbiasa dengan iklim tropis seperti Indonesia, itu bukan sekadar tantangan, itu shock total.

Ezra sendiri mengakui hal itu. “Sebagai orang Indonesia yang tidak pernah terkena udara dingin, itu menjadi tantangan tersendiri,” katanya, dilansir dari laman UGM, Minggu (19/4/2026).

Belum lagi harus beradaptasi dengan ruang sempit, rutinitas ketat, dan tekanan fisik yang konstan. Ini bukan kisah “inspiratif yang mulus”. Ini cerita tentang bertahan di kondisi ekstrem, secara fisik dan mental.

Quarter-Life Crisis Itu Nyata, Tapi Arah Hidup Tetap Pilihan

Yang menarik, Ezra bukan berarti tidak mengalami tekanan. Ia tetap menghadapi ketidakpastian, sama seperti banyak orang seusianya. Bedanya, ia tidak berhenti di rasa takut itu. Ia bergerak. Ia memilih untuk tidak menunggu kepastian datang. Ia mencarinya. Dan mungkin di situlah letak perbedaan paling penting.

Ini Bukan Sekadar Cerita Sukses

Ini bukan cerita tentang “jadi hebat di usia 25”. Ini tentang bagaimana setiap orang menghadapi fase paling membingungkan dalam hidupnya.

Quarter-life crisis sering dianggap sebagai masalah pribadi. Padahal, ini fenomena sosial. Tekanan untuk sukses cepat, perbandingan dengan orang lain, dan ekspektasi hidup yang tidak realistis, semuanya menumpuk di satu titik yaitu usia 20-an. Dan kamu tidak sendirian di situ.

Kalau kamu sedang merasa tertinggal di usia 25, itu bukan tanda kamu gagal. Itu tanda kamu sedang mencari arah.

Tapi pertanyaannya sekarang, kamu mau diam di kebingungan itu, atau mulai bergerak, meski belum yakin sepenuhnya? Karena kadang, kejelasan tidak datang sebelum kamu melangkah.

Tidak semua orang harus ke Antartika. Tapi semua orang akan sampai di fase yang sama yaitu bingung, ragu, dan takut salah jalan. Dan di titik itu, kamu punya dua pilihan yakni menunggu hidup menjawab, atau mulai mencarinya sendiri.

Masalahnya bukan kamu belum berhasil, tapi kamu terlalu sibuk membandingkan perjalananmu dengan orang lain. @WaraS

Tags: Anak MudaAntartikaGen ZInspirasikarierLife Storymental healthPendidikanQuarter Life CrisisSelf Development

REKOMENDASI TABOOO

[Polling] Perempuan Sudah Merdeka atau Cuma Terlihat Merdeka?

[Polling] Perempuan Sudah Merdeka atau Cuma Terlihat Merdeka?

by Tabooo
April 18, 2026

Tabooo.id: Polling – Kalau R.A. Kartini masih hidup hari ini, mungkin dia akan tersenyum melihat perempuan-perempuan sudah merdeka. Tapi… belum tentu...

Nayato Fio Nuala Wafat, Film Indonesia Berduka

Nayato Fio Nuala Wafat, Film Indonesia Berduka

by teguh
April 18, 2026

Tabooo.id: Nasional - Dunia film Indonesia kembali berduka. Sutradara Nayato Fio Nuala meninggal dunia pada Sabtu, 18/04/2025. Artis Raffi Ahmad...

Beasiswa untuk Siapa? Saat Bantuan Pendidikan Rentan Dikuasai Jalur Elite

Beasiswa untuk Siapa? Saat Bantuan Pendidikan Rentan Dikuasai Jalur Elite

by teguh
April 18, 2026

Tabooo.id: Deep - Beasiswa seharusnya menjadi tangga. Program ini dibuat agar anak dari keluarga biasa bisa naik kelas lewat pendidikan....

Next Post
37% ODHIV Tak Terdeteksi: Epidemi yang Tak Pernah Benar-Benar Terlihat

37% ODHIV Tak Terdeteksi: Krisis HIV Indonesia

Recommended

Isu Pelengseran Prabowo: Suara Rakyat atau Operasi Senyap?

Isu Pelengseran Prabowo: Suara Rakyat atau Operasi Senyap?

April 13, 2026
Harga Avtur Meledak, Seberapa Kuat Pariwisata Nasional Bertahan?

Harga Avtur Meledak, Seberapa Kuat Pariwisata Nasional Bertahan?

April 18, 2026

Popular

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

April 14, 2026

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

April 19, 2026

Labuhan Parangkusumo: Ritual Sakral atau Tradisi yang Mulai Kehilangan Makna?

April 19, 2026

Go Tik Swan: Dia Tionghoa, Tapi Jadi Jawa Sejati

April 19, 2026

Perempuan Indonesia Sudah Maju, Masih Diragukan?

April 19, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id