Selasa, Juni 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

PUBG Mobile x Juicy Luicy, Musik dan Game Bertemu di Lobi

by dimas
Mei 8, 2026
in Culture, Game
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Game – Pernah nggak, lo lagi di lobby PUBG Mobile tiba-tiba lagu favorit lo nge-drop, terus lo mikir, “Eh, ini kok kayak konser mini di HP gue” Ya, itu yang terjadi dalam kolaborasi terbaru antara PUBG Mobile dan band indie Juicy Luicy.

Menurut siaran pers resmi, kolaborasi ini menghadirkan konten eksklusif untuk para pemain. Lagu “Malapetaka” tayang di YouTube PUBG Mobile Indonesia dan masuk ke gim sebagai musik lobi. Jadi, lo bisa nge-headbang sambil nunggu match dimulai. Skin ingame bertema Juicy Luicy juga bisa didapat gratis. Yang unik, band ini membuat voice pack berbahasa Sunda, sehingga karakter lo bisa ngomong dengan gaya lokal.

Julian Kaisar, vokalis Juicy Luicy, bilang, “Ini pertama kalinya kami kolaborasi sama game online dan jujur seru banget.” Jadi, kolaborasi ini bukan cuma soal promosi. Lebih dari itu, gim berubah menjadi medium ekspresi musik dan cara baru menyentuh audiens.

Musik Bertemu Gaming: Bukan Sekadar Fun

Kolaborasi ini membuktikan bahwa game bisa jadi panggung alternatif buat musisi. Juicy Luicy berhasil menembus komunitas pemain muda yang sebelumnya mungkin nggak terlalu dengerin musik mereka. Hiburan digital kini menjadi ruang publik multifungsi lo bisa ngegame, ngeheadbang, dan ikut tren pop culture semuanya dari smartphone lo.

Lebih jauh, musik dan game yang digabungkan menciptakan komunitas baru. Pemain nggak cuma bertarung di battle royale, tapi juga terhubung lewat pengalaman audio-visual yang sama. Dalam dunia yang makin digital, pengalaman budaya memang semakin terfragmentasi, tapi kolaborasi seperti ini menunjukkan cara menyatukan hiburan dan interaksi sosial.

Ini Belum Selesai

Film Hebat Bukan Soal Ramai, Tapi yang Berani Berkata Jujur

Banteng Terakhir Kesultanan Yogyakarta: Kisah Raden Ronggo dari Madiun

Dari Lobby ke Obrolan Sosial

PUBG Mobile dan Juicy Luicy menyediakan kolaborasi ini sampai 22 Februari 2026. Artinya, kalau lo nggak mencoba sekarang, lo bakal ketinggalan hype. Di sisi lain, kolaborasi ini bikin pemain sadar gim bisa menjadi medium promosi musik yang efektif. Lo bisa menikmati skin, voice pack, dan musik sekaligus tanpa keluar rumah.

Ironisnya, di era di mana musik sering cuma terdengar di playlist personal, game justru menjadi ruang publik untuk berbagi pengalaman budaya. Lo nggak cuma main, tapi juga “nonton konser” sambil nge-headshot musuh.

Jadi, saat lo buka lobby PUBG Mobile dan dengar lirik “Malapetaka” sambil ngatur strategi, ingat ini lebih dari sekadar musik. Kolaborasi ini jadi pertemuan budaya digital. Game dan musik menciptakan interaksi sosial baru. Siapa bilang lo cuma main game? Lo sedang bagian dari konser virtual yang bisa dimainkan kapan saja. @dimas

Tags: GameGamerGratisKolaborasiMusikNasionalpopculture

Kamu Melewatkan Ini

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Lirik Asli Genjer-Genjer: Lagu yang Dipaksa Memikul Dosa Politik

Lirik Asli Genjer-Genjer: Lagu yang Dipaksa Memikul Dosa Politik

by Tabooo
Juni 3, 2026

Excerpt: Genjer-Genjer sering dicap sebagai lagu PKI. Padahal lirik aslinya bicara tentang genjer, sawah, pasar, dapur, dan rakyat miskin yang...

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

by jeje
Juni 2, 2026

Bagaimana mungkin seseorang menulis tentang Indonesia sebelum Indonesia benar-benar ada? Pertanyaan itu muncul ketika membaca Naar de Republiek Indonesia, karya Tan...

Next Post
Film Senin Harga Naik Tayang Lebaran 2026, Saat Karier Bertabrakan dengan Keluarga

Film Senin Harga Naik Tayang Lebaran 2026, Saat Karier Bertabrakan dengan Keluarga

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id