Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Privasi Gak Aman: Teknologi AI Bisa Tebak Identitas Pemilik Akun Rahasia

by teguh
Mei 8, 2026
in Reality, Teknologi
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Teknologi – Pernah merasa lebih jadi diri sendiri di akun kedua dibanding akun utama? Di Instagram atau TikTok, banyak orang punya dua dunia. Akun utama tampil rapi, estetik, dan aman dilihat keluarga. Sementara itu, second account justru penuh curhat, meme receh, dan keluhan hidup tengah malam. Fenomena ini sangat umum di kalangan Gen Z.

Mereka membuat akun anonim tanpa nama asli. Username-nya sering random, mulai dari “@kentanggoreng99” sampai “@capekbangetkuliah”. Di sana mereka merasa bebas berbicara tanpa tekanan sosial.

Namun situasinya mulai berubah. Teknologi kecerdasan buatan kini semakin pintar membaca jejak digital. Akibatnya, ruang anonim yang dulu terasa aman perlahan menjadi semakin transparan. Singkatnya, second account mungkin tidak seaman yang kita kira.

AI Mulai Menghubungkan Potongan Jejak Digital

Menurut studi terbaru yang dirangkum dari laporan The Guardian, teknologi Large Language Models (LLM) kini mampu menebak identitas pemilik akun anonim.

Dua peneliti AI, Simon Lermen dan Daniel Paleka, menjelaskan bahwa AI tidak fokus pada nama pengguna. Sebaliknya, sistem ini justru mencari petunjuk kecil dari berbagai unggahan. Cara kerjanya sederhana, tetapi sangat efektif.

Ini Belum Selesai

Kirab Pusaka di Tengah Dualisme: Tradisi atau Legitimasi?

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Misalnya, seseorang mengeluh di TikTok tentang ujian kampus yang sulit. Kemudian, di unggahan lain ia menyebut nama kucing peliharaannya. Selain itu, ia juga sempat memperlihatkan kafe tempat nongkrong favorit.

Bagi manusia, detail seperti itu terlihat sepele. Namun bagi AI, potongan informasi itu menjadi puzzle digital.

Selanjutnya, AI menyisir berbagai platform internet untuk mencari kecocokan data. Setelah itu, sistem menggabungkan potongan informasi tersebut. Dari situ, AI dapat mencocokkan akun anonim dengan akun utama seseorang.

Dengan kata lain, teknologi ini mampu merangkai jejak digital yang tersebar di berbagai platform. Karena itulah, akun alter ego yang terasa aman sebenarnya tetap meninggalkan banyak petunjuk.

Dari Curhat Online ke Risiko Serius

Kemampuan AI tersebut bukan sekadar eksperimen teknologi. Sebaliknya, perkembangan ini juga membawa sejumlah risiko baru.

Pertama, ada ancaman doxing. Istilah ini merujuk pada tindakan membuka identitas seseorang di internet tanpa izin.

Jika identitas second account terbongkar, pengguna bisa menghadapi cyberbullying atau konflik sosial. Terlebih lagi, banyak orang menggunakan akun anonim untuk membahas opini sensitif atau pengalaman pribadi. Selain itu, dunia kejahatan siber juga mulai memanfaatkan teknologi ini.

Peretas dapat mempelajari kebiasaan seseorang melalui second account. Setelah itu, mereka menyusun skenario penipuan yang terasa sangat personal. Metode ini dikenal sebagai spear-phishing.

Dalam praktiknya, pelaku bisa menyamar sebagai teman tongkrongan atau kenalan lama. Karena mereka sudah memahami detail kehidupan korban, pesan yang mereka kirim terasa sangat meyakinkan. Akhirnya, korban bisa saja mengeklik tautan berbahaya tanpa curiga.

Pakar keamanan siber dari University of Edinburgh, Dr. Marc Juarez, menilai situasi ini cukup mengkhawatirkan. Menurutnya, kemampuan AI menghubungkan jejak digital memaksa pengguna internet untuk lebih sadar terhadap privasi mereka.

Meski Canggih, AI Tetap Bisa Salah

Meski terdengar menakutkan, AI bukan teknologi yang sempurna.

Profesor ilmu komputer dari University College London, Peter Bentley, mengingatkan bahwa AI sering mengalami fenomena yang disebut halusinasi AI. Dalam kondisi ini, sistem bisa menarik kesimpulan yang keliru.

Misalnya, AI mungkin mengira dua akun dimiliki orang yang sama hanya karena mereka memiliki kesamaan kecil. Mereka mungkin menyukai band yang sama, sering mengeluhkan pekerjaan, atau sering menyebut tempat nongkrong yang mirip.

Akibatnya, kesalahan identifikasi bisa saja terjadi. Karena itu, para ilmuwan mendorong perusahaan media sosial untuk memperketat perlindungan data. Mereka menyarankan pembatasan aktivitas scraping otomatis yang dilakukan bot pengumpul data. Namun demikian, perlindungan paling kuat tetap datang dari perilaku pengguna.

Profesor Marti Hearst dari UC Berkeley menekankan satu hal penting. AI biasanya berhasil menghubungkan identitas ketika seseorang membagikan informasi yang konsisten di berbagai akun.

Semakin banyak detail kehidupan muncul di internet, semakin mudah teknologi menghubungkannya.

Jadi, Apa Dampaknya Buat Kamu?

Second account selama ini terasa seperti ruang aman. Banyak orang memakai akun alter ego untuk berbicara lebih jujur. Mereka berbagi keresahan, keluhan, bahkan sisi diri yang tidak muncul di akun utama.

Namun sekarang teknologi mulai mengubah batas tersebut. Jejak digital tidak pernah benar-benar hilang. Sebaliknya, internet menyimpan potongan informasi kecil yang suatu hari bisa saling terhubung.

Karena itu, penting untuk lebih sadar terhadap apa yang kita bagikan.

Bukan berarti kamu harus berhenti menggunakan second account. Namun setidaknya, kamu perlu memahami bahwa anonim di internet sering bersifat sementara.

Pada akhirnya, ada satu pertanyaan sederhana yang mungkin perlu kamu pikirkan sebelum mengunggah sesuatu.

Jika suatu hari identitas akun ini terbuka, apakah kamu tetap nyaman dengan semua yang pernah kamu bagikan?. @teguh

Tags: CyberbullyingDigitalFenomenaIdentitasKejahatanPlatformRahasiaSiberTikTok

Kamu Melewatkan Ini

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

by Tabooo
Juni 10, 2026

UU Polri baru tidak hanya mengubah batas usia pensiun. Aturan ini juga membuka pertanyaan besar soal regenerasi, kewenangan digital, ruang...

Fashion 2026: Ini Bukan Lagi Soal Gaya, Tapi Cara Kamu Bertahan

Fashion 2026: Ini Bukan Lagi Soal Gaya, Tapi Cara Kamu Bertahan

by Naysa
Mei 8, 2026

Dulu, fashion cuma soal terlihat keren. Sekarang, itu sudah tidak cukup. Tahun 2026 mengubah semuanya, baju bukan lagi sekadar gaya,...

Ketika Celurit Naik Kelas: Dari Ladang Madura ke Layar Hollywood

Ketika Celurit Naik Kelas: Dari Ladang Madura ke Layar Hollywood

by teguh
Mei 5, 2026

Awalnya terlihat biasa. Namun, saat kamu perhatikan lebih lama, frame itu terasa janggal. Joe Taslim berdiri rapi, tenang, dan percaya...

Next Post
Konflik Iran Memanas, 22 WNI Berhasil Dievakuasi ke Tanah Air

Konflik Iran Memanas, 22 WNI Berhasil Dievakuasi ke Tanah Air

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id