Tabooo.id: Nasional – Tengah malam, ketika Jakarta mulai sepi dan udara jadi dingin, Presiden Prabowo berdiri tegak di antara nisan para pahlawan. Di Taman Makam Pahlawan Kalibata, pada Sabtu (9/11/2025) malam, ia memimpin renungan suci Hari Pahlawan. Tak banyak kata, tapi tiap kalimatnya seperti mengetuk ingatan kolektif bangsa: kita pernah berani, dan jangan pernah lupa.
Jam menunjukkan pukul 23.44 WIB saat iring-iringan mobil presiden tiba. Di sampingnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berjalan pelan. Prabowo memimpin upacara ziarah, meletakkan karangan bunga bertuliskan “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan.”
Suasana hening. Hanya suara langkah dan desir angin malam.
“Marilah kita mengenang arwah dan jasa para pahlawan,” ujar Prabowo.
“Mereka melawan kekuatan asing yang mendukung penjajahan kembali bangsa Indonesia. Janganlah kita sekali-sekali melupakan jasa mereka.” tambahnya.
Di sekelilingnya, para pejabat negara berdiri tegak, Gibran, Natalius Pigai, AHY, Yusril Ihza Mahendra, hingga Kapolri Listyo Sigit. Bahkan beberapa diplomat asing ikut menundukkan kepala. Semua diam. Hening cipta malam itu bukan sekadar ritual tapi refleksi nasional yang jarang kita lakukan di tengah hiruk-pikuk politik dan ekonomi.
Upacara berakhir menjelang dini hari. Tapi pesan Prabowo menggema lebih lama: perjuangan belum selesai.
Di tengah isu politik, inflasi, dan perang algoritma di media sosial, renungan di Kalibata terasa seperti rem darurat mengingatkan kita bahwa kemerdekaan tidak lahir dari debat, tapi dari darah dan keberanian.
Dan mungkin, di antara nisan-nisan itu, para pahlawan berbisik hal yang sama: jangan cuma mengheningkan cipta lanjutkan perjuangan. @dimas





