Tabooo.id: Nasional – Sebuah unggahan Instagram mendadak menyita perhatian publik. Akun @bemsi.jabar memposting poster bergaya “Wanted” dengan label pelanggaran HAM.
Postingan ini langsung viral. Hingga saat ini, unggahan tersebut telah mendapat lebih dari 3.057 likes.
Poster “Wanted” Muncul: Kritik Mahasiswa atau Tuduhan Terbuka?
Akun Instagram tersebut mengunggah serangkaian poster bernuansa merah-hitam dengan desain provokatif.
Poster itu menampilkan sejumlah pejabat penting negara. Mulai dari Menteri Pertahanan, Panglima TNI, hingga jajaran petinggi militer.
Di setiap visual, mereka menuliskan kata besar “WANTED”. Mereka juga menambahkan cap “Pelaku Pelanggar HAM.”
Narasi Keras di Balik Caption: Bukan Sekadar Postingan Biasa
Dalam caption, mereka tidak bermain aman.
Mereka menyebut dugaan “teror air keras terhadap Andrie Yunus bukan sekadar kejahatan.” Selain itu, mereka juga menegaskan bahwa kekuasaan dinilai masih kebal hukum.
Lebih lanjut, mereka mengajak publik untuk ikut menyorot. Fokusnya bukan hanya pelaku lapangan, tapi juga pihak yang dianggap bertanggung jawab secara moral dan politik.
Publik Terbelah: Dukungan Mengalir, Kritik Juga Menguat
Unggahan ini langsung memancing reaksi luas. Sebagian netizen mendukung langkah mahasiswa. Mereka melihat ini sebagai bentuk keberanian membuka isu HAM.
Namun, sebagian lain justru mempertanyakan caranya. Mereka menilai pelabelan langsung tanpa putusan hukum bisa memicu polemik.
Dalam prinsip hukum, seseorang tetap dianggap tidak bersalah sebelum ada keputusan tetap.
Media Sosial Jadi Arena Tekanan Publik
Fenomena ini menunjukkan perubahan besar. Media sosial bukan lagi sekadar tempat berbagi. Sekarang, platform ini menjadi arena tekanan publik yang sangat kuat.
Siapa pun bisa menyuarakan tuduhan. Dan dalam hitungan jam, opini bisa terbentuk masif.
Opini Bisa Lebih Cepat dari Fakta
Hari ini kamu melihat postingan viral. Besok, persepsimu bisa langsung terbentuk.
Masalahnya, tidak semua informasi datang dengan konteks lengkap. Dan di titik itu, kamu mulai menilai tanpa tahu seluruh fakta.
Unggahan @bemsi.jabar membuktikan satu hal, suara mahasiswa masih lantang.







