Tabooo: Sports – Arena GOR Djarum, Kudus, Jawa Tengah, jadi saksi dimulainya pesta olahraga penuh adrenalin, PON Beladiri II 2025. Ketua KONI Pusat Marciano Norman membuka ajang ini pada Sabtu (11/10/2025), menandai start kompetisi bergengsi yang mempertemukan 2.656 atlet dari 38 provinsi. Di antara sorotan utama, kontingen Sumatera Barat datang dengan percaya diri dan target besar: delapan medali emas.
“Insya Allah target delapan emas tercapai. Mohon doa restu segenap masyarakat Sumbar,” kata Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, dengan nada yakin. Ia memastikan seluruh 124 atlet Sumbar siap berlaga di sepuluh cabang bela diri, mulai dari judo, taekwondo, hingga pencak silat.
“Kita sudah berkoordinasi dengan KONI Pusat dan PB PON Beladiri. Semua urusan administrasi beres. Sekarang tinggal fokus ke pertandingan,” ujar Hamdanus, yang baru terpilih lewat Musprovlub akhir September lalu.
Kontingen Sumbar akan mulai bertanding pada Minggu (12/10/2025), lewat dua cabang andalan: taekwondo dan judo. Ranah Minang berharap dua cabor ini bisa dapat emas.
Ketua Panitia PON Beladiri Kudus 2025, Ryan Gozali, memastikan seluruh persiapan sudah matang. “PON Bela Diri di Kudus akan mencatat sejarah baru. Kami ingin Kudus dikenal sebagai panggung prestasi atlet bela diri terbaik Indonesia,” ucap Ryan.
Sebagai simbol semangat, panitia menyiapkan tifo raksasa berukuran 50×25 meter di Alun-alun Simpang Tujuh, hasil karya seniman lokal Kudus. “Tifo ini menggambarkan masa depan Indonesia yang tangguh lewat olahraga bela diri,” tambah Ryan.
Bagi publik, ajang ini bukan cuma soal adu otot atau teknik. Ini panggung untuk belajar arti disiplin, fokus, dan semangat juang. Dari Kudus, semoga lahir atlet yang tak hanya kuat di arena, tapi juga tangguh menghadapi hidup.
Karena di balik setiap sabetan sabuk juara, selalu ada pertanyaan yang menggelitik: seberapa keras kamu berani berjuang untuk menang di arena hidupmu sendiri?




