Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Polri Asesmen 249 WNI dari Kamboja, Telusuri Dugaan Perdagangan Orang

by eko
Februari 10, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional –Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Bareskrim Polri mengasesmen 249 WNI bermasalah yang baru pulang dari Kamboja. Tim gabungan menelusuri indikasi tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan memetakan pola perekrutan.

Direktur PPA-PPO Brigjen Pol Nurul Azizah mengatakan Polri menggandeng BP2MI dan Kementerian Sosial dalam proses tersebut.

“Kami melakukan penilaian bersama untuk memastikan status mereka,” kata Nurul di Jakarta, Senin (9/2/26).

Pulang dalam Dua Gelombang

Pemerintah memulangkan 249 WNI itu dalam dua kloter pada 22 Januari serta 30–31 Januari 2026. Mereka berangkat dari Myawaddy, Myanmar, dan Phnom Penh, Kamboja—wilayah yang kerap menjadi basis operasi scam online lintas negara.

Tim menemukan sebagian besar perekrut merupakan WNI yang lebih dulu bekerja di Kamboja. Mereka menawarkan pekerjaan sebagai operator e-commerce, customer service, pelayan restoran, hingga judi online.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

“Para perekrut menyebarkan tawaran lewat Facebook dan Telegram,” ujar Nurul.

Iming-iming Gaji, Realita Eksploitasi

Para perekrut menyiapkan tiket dan mengatur perjalanan. Para WNI itu hanya perlu berangkat menggunakan visa turis. Mereka transit melalui Singapura, Malaysia, atau Thailand sebelum tiba di Kamboja.

Setelah tiba, perusahaan scam online langsung menempatkan mereka di lokasi kerja. Manajemen menetapkan target tinggi dan menuntut jam kerja 14–18 jam per hari.

Perusahaan menyediakan makan dan tempat tinggal, tetapi manajemen melarang mereka keluar gedung dan menempatkan penjagaan ketat di area tersebut.

Sebagian bekerja selama dua bulan, sebagian lain bertahan hingga 1,5 tahun. Perusahaan menjanjikan gaji Rp6–8 juta per bulan. Namun beberapa pekerja tidak menerima upah sama sekali, sementara lainnya menerima pembayaran tunai tanpa sistem jelas.

Hanya Tiga yang Siap Melapor

Dari 249 orang, hanya tiga yang menyatakan siap melapor ke Polda Sumatera Utara.

“Tiga orang itu akan membuat laporan sesuai domisili mereka,” kata Nurul.

Siapa Paling Terdampak?

Para pekerja dan keluarga mereka menanggung dampak terbesar. Banyak yang berangkat karena tekanan ekonomi dan tergiur janji penghasilan besar. Ketika perusahaan menahan mereka dalam sistem kerja tertutup, mereka kehilangan kebebasan sekaligus kepastian pendapatan.

Kasus ini kembali menunjukkan bagaimana media sosial memudahkan perekrut menjalankan modusnya. Tawaran kerja tampak legal, rutenya terlihat resmi, visanya sah. Namun praktik di lapangan berbicara lain.

Di era digital, jebakan tidak lagi datang dengan paksaan terang-terangan. Ia hadir dalam bentuk lowongan kerja rapi dan harapan yang terlalu cepat dipercaya.

Tags: Bareskrim PolriPerdagangan OrangPolri

Kamu Melewatkan Ini

Kejahatan Siber Naik Level: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pasar, Tapi Markas

Kejahatan Siber Naik Level: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pasar, Tapi Markas

by dimas
Mei 10, 2026

Kejahatan siber di Indonesia kian terorganisir dan lintas negara. Namun di balik penggerebekan besar jaringan judi online di Jakarta dan...

Markas Judi Online di Jakarta Digerebek, Bagaimana Bisa Tak Terdeteksi?

Markas Judi Online di Jakarta Digerebek, Bagaimana Bisa Tak Terdeteksi?

by dimas
Mei 10, 2026

Markas judi online di Jakarta yang bersembunyi di balik wajah kota yang sibuk dan modern itu justru berada di ruang-ruang...

Kantor Modern atau Kejahatan Global: Wajah Baru Jaringan Judi Online

Kantor Modern atau Kejahatan Global: Wajah Baru Jaringan Judi Online

by dimas
Mei 10, 2026

Di Jakarta, kantor-kantor modern justru berubah menjadi bagian dari lanskap kejahatan global yang bekerja dalam senyap. Gedung-gedung perkantoran yang menjulang...

Next Post
“Surat Cinta untuk Masa Mudaku”, Film yang Mengajak Kita Minta Maaf ke Diri Sendiri

“Surat Cinta untuk Masa Mudaku”, Film yang Mengajak Kita Minta Maaf ke Diri Sendiri

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Film Pesta Babi Kembali Dibubarkan, Kini Terjadi di Ternate

Mei 10, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id