Sabtu, November 7, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
RADIO
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Politisi Malaysia Nilai Jembatan Melaka-RI Tak Realistis

by dimas
Desember 26, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global

Tabooo.id: Global – Rencana Pemerintah Negara Bagian Melaka membangun jembatan hampir 48 kilometer yang menghubungkan Malaysia dan Indonesia kembali memantik perdebatan. Proyek infrastruktur raksasa ini diklaim memangkas waktu tempuh Melaka-Indonesia menjadi sekitar 40 menit. Namun, di balik janji konektivitas cepat, muncul kekhawatiran soal kemampuan fiskal, risiko utang, dan beban yang berpotensi jatuh ke pundak publik.

Pemimpin oposisi Melaka, Dr Yadzil Yaakub, langsung mempertanyakan tujuan sekaligus kelayakan proyek yang masih berada pada tahap studi awal. Ia menilai pemerintah negara bagian terlalu jauh melangkah dengan ambisi besar, sementara kondisi keuangan Melaka justru masih rapuh.

Anggaran Terbatas, Utang Masih Menggantung

Menurut Yadzil, pemerintah negara bagian memang mampu membangun jembatan tersebut secara teknis. Namun, persoalan utama terletak pada pendanaan. Ia menegaskan bahwa keuangan Melaka sangat terbatas dan masih bergantung pada bantuan pemerintah federal di Putrajaya.

Sebagian besar pendapatan tahunan Melaka, kata Yadzil, habis untuk belanja operasional. Pada saat yang sama, negara bagian itu masih menanggung berbagai kewajiban utang, termasuk kepada pemerintah pusat. Dalam kondisi seperti ini, ia menilai wajar jika publik mempertanyakan kapasitas Melaka mengelola utang baru bernilai miliaran ringgit.

“Jika utang yang ada saja belum lunas, bagaimana pemerintah bisa meyakinkan rakyat bahwa mereka mampu mengelola utang baru dengan bijak?” ujar Yadzil, dikutip dari Free Malaysia Today, Selasa (15/12/2025).

Ia menambahkan, ketergantungan Melaka terhadap dana federal menunjukkan lemahnya kemampuan pembiayaan mandiri. Bahkan, untuk memperbaiki jalan negara bagian pun, pemerintah Melaka masih memerlukan sokongan pusat. Karena itu, Yadzil menyebut rencana membiayai jembatan lintas Selat Malaka sebagai langkah yang terlalu berani bahkan cenderung nekat.

Pemerintah Negara Bagian: Studi Jalan, Ekonomi Menyusul

Di sisi lain, Ketua Menteri Melaka Ab Rauf Yusoh menegaskan bahwa pemerintah tidak gegabah. Ia menyatakan Melaka baru akan memulai studi awal proyek pada Januari mendatang. Kajian tersebut mencakup aspek teknis, ekonomi, dan logistik sebelum proposal diajukan ke Majlis Perancangan Fizikal Negara (MPFN).

Pemerintah Melaka telah menyiapkan dana sekitar 500.000 ringgit Malaysia setara kurang lebih Rp2 miliar untuk membayar jasa konsultan. Setelah itu, pemerintah berencana membahas hasil kajian bersama otoritas Indonesia sebagai negara yang juga akan terdampak langsung oleh proyek ini.

Menurut Ab Rauf, jembatan sepanjang 47,7 kilometer yang menghubungkan Pengkalan Balak di Masjid Tanah dengan wilayah Indonesia berpotensi menciptakan dorongan ekonomi besar. Ia bahkan menyebut proyek ini sebagai calon simpul strategis baru yang akan berfungsi sebagai “gerbang dunia” penghubung Malaysia dan Indonesia.

Klaim Pertumbuhan Ekonomi dan Kawasan Industri Baru

Pemerintah negara bagian juga menyiapkan rencana lanjutan. Ab Rauf mengungkapkan rencana konversi sekitar 5.000 hektare lahan di Masjid Tanah menjadi kawasan industri baru. Kawasan ini dirancang untuk mendukung Pelabuhan Internasional Kuala Linggi dan pengembangan ekonomi biru.

Dengan demikian, pemerintah Melaka melihat jembatan ini bukan sekadar infrastruktur transportasi, melainkan pengungkit pertumbuhan ekonomi regional. Namun, klaim tersebut belum sepenuhnya meyakinkan semua pihak, terutama oposisi dan kelompok masyarakat yang khawatir pada konsekuensi jangka panjang.

Risiko Tol Mahal dan Lingkungan Terancam

Yadzil kembali mengingatkan risiko jika proyek ini mengandalkan skema pembiayaan swasta atau konsesi. Menurutnya, pola tersebut hampir selalu berujung pada tarif tol mahal yang membebani pengguna. Lebih jauh, ia menilai kegagalan konsesi bisa memaksa pemerintah turun tangan menyelamatkan proyek dengan dana publik.

Selain itu, ia meragukan manfaat ekonomi lintas batas, mengingat wilayah Indonesia yang akan terhubung bukan pusat ekonomi utama. Dalam skenario terburuk, kata Yadzil, rakyat Melaka tetap menanggung beban, sementara manfaat ekonomi tak kunjung terasa.

Di luar persoalan fiskal, ia juga menyoroti potensi dampak lingkungan terhadap garis pantai Melaka serta rekam jejak pemerintah negara bagian dalam mengelola proyek besar sebelumnya yang dinilai belum sepenuhnya meyakinkan.

Siapa Paling Terdampak?

Jika proyek ini berjalan, masyarakat Melaka menjadi kelompok paling terdampak. Mereka berpotensi menikmati konektivitas baru dan peluang ekonomi, tetapi sekaligus menanggung risiko kenaikan tarif, tekanan fiskal, dan dampak lingkungan. Publik Indonesia di wilayah yang terhubung pun ikut terdampak, baik dari sisi ekonomi maupun ekologis.

Refleksi: Jembatan Masa Depan atau Utang Masa Panjang?

Di atas kertas, jembatan Melaka-Indonesia menjanjikan kecepatan, konektivitas, dan pertumbuhan. Namun, di lapangan, pertanyaan dasarnya tetap sama apakah ini benar-benar investasi masa depan, atau sekadar monumen ambisi yang kelak diwariskan sebagai utang panjang kepada rakyat? @dimas

Tags: anggaranInfrastrukturJembatanKritikLintas NegaraMalaysiaNasionalNegaraproyekSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Sentimen Malaysia Berlanjut

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Sentimen Malaysia Berlanjut

by eko
Oktober 6, 2026

Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand. Sentimen Malaysia terhadap Indonesia masih berlanjut di media sosial. Tabooo.id -...

Seruan Boikot Brand Indonesia Muncul di Malaysia

Seruan Boikot Brand Indonesia Muncul di Malaysia

by eko
Oktober 6, 2026

Seruan boikot brand Indonesia muncul di Malaysia setelah Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Rivalitas sepak bola ikut...

Gotong Royong, Modal Pembangunan yang Sering Dilupakan

Gotong Royong, Modal Pembangunan yang Sering Dilupakan

by dimas
September 11, 2026

Gotong royong bukan sekadar kerja bakti, tetapi modal sosial untuk membangun dan merawat infrastruktur. Saatnya menghitung potensi selain uang. Tabooo.id...

◉
TABOOO RADIOVERSE
SATU BUMI · RIBUAN FREKUENSI
RADIO ONLINE
Dimulai dari Indonesia, jelajahi seluruh dunia
Menyiapkan peta dunia…
Putar bumi · Klik titik kota · Dengarkan radio
🌏 INDONESIA FOCUS
JELAJAHI SUARA DUNIA

Temukan frekuensimu.

Pilih kota, lalu dengarkan siarannya.

⌕

Radio pilihan

— stasiun
Memuat direktori radio…
1 / 1
♫
SIAP MENDENGARKAN
Pilih stasiun radio
Jelajahi frekuensi dari seluruh dunia
◖))
Belum ada siaran
Powered by TABOOO · Radioverse v1.2Audio disiarkan oleh stasiun pihak ketiga · Radio Browser · Peta © OpenStreetMap

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
    • Pattern
  • Figures
  • Radioverse

© 2026 Tabooo.id