Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Polemik Komedi dan Adat Toraja, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Kedua Pandji

by dimas
Maret 6, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kasus materi stand up comedy yang menyinggung adat Toraja kembali bergerak. Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan lanjutan terhadap komika Pandji Pragiwaksono pada Senin, 9 Maret 2026, di Mabes Polri, Jakarta.

Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Rizki Agung, mengonfirmasi agenda tersebut kepada wartawan pada Jumat (6/3/2026). Ia menjelaskan bahwa tim penyidik akan memulai pemeriksaan pada pukul 10.00 WIB sebagai bagian dari proses penyidikan yang masih berjalan.

Menurut Rizki, penyidik membutuhkan keterangan Pandji untuk melengkapi berkas perkara. Sebelumnya, tim penyidik telah mengumpulkan berbagai informasi dari sejumlah saksi dan ahli yang menilai konten komedi yang dipersoalkan.

Penyidik Telusuri Saksi dan Jejak Digital

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri juga terus memperdalam penyelidikan dengan memeriksa pihak-pihak yang berkaitan dengan kasus ini. Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Himawan Bayu Aji, mengatakan timnya sudah menghimpun banyak keterangan penting.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa 14 saksi dan sembilan ahli. Selain itu, penyidik juga memanggil administrator yang mengelola akun digital Pandji untuk menelusuri jalur penyebaran materi komedi yang menjadi sorotan publik.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

“Terakhir kami memeriksa admin akun milik Pandji untuk melengkapi penyelidikan dan penyidikan,” ujar Himawan di Mabes Polri beberapa waktu lalu.

Melalui langkah tersebut, penyidik tidak hanya menyoroti isi materi komedi. Mereka juga menelusuri bagaimana potongan pertunjukan lama itu kembali beredar di ruang digital hingga memicu polemik baru.

Sidang Adat Tak Hentikan Proses Hukum

Kasus ini menarik perhatian publik karena masyarakat Toraja sebelumnya menggelar sidang adat terhadap Pandji di Sulawesi Selatan. Komunitas setempat menjalankan mekanisme adat tersebut sebagai bentuk penyelesaian berbasis tradisi.

Namun demikian, kepolisian menegaskan bahwa proses hukum nasional tetap berjalan.

Himawan menjelaskan bahwa sidang adat mencerminkan praktik living law, yakni hukum yang hidup dan dipatuhi masyarakat. Meski begitu, negara tetap menjalankan proses hukum formal sesuai peraturan yang berlaku.

“Langkah-langkah adat merupakan bagian dari living law di masyarakat. Namun proses hukum nasional tetap berjalan,” kata Himawan.

Saat ini, Pandji masih berstatus sebagai saksi. Karena itu, penyidik masih mengumpulkan berbagai keterangan tambahan sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

Konten Lama Kembali Picu Kontroversi

Polemik ini bermula ketika Aliansi Pemuda Toraja melaporkan Pandji ke Bareskrim Polri pada November 2025. Mereka mempersoalkan sebuah bit komedi yang Pandji tampilkan dalam pertunjukan Messake Bangsaku pada 2013.

Dalam materi tersebut, Pandji menyinggung tradisi pemakaman Rambu Solo, salah satu ritual adat paling penting bagi masyarakat Toraja. Sebagian pihak menilai penyampaian materi itu merendahkan adat setempat sehingga memicu laporan ke kepolisian.

Padahal, pertunjukan tersebut berlangsung lebih dari satu dekade lalu. Namun potongan videonya kembali beredar luas di media sosial. Akibatnya, perdebatan baru muncul di ruang publik.

Pandji sebelumnya telah memenuhi panggilan penyidik untuk pemeriksaan pertama pada 2 Februari 2026 di Jakarta. Saat itu, ia juga menegaskan bahwa pemanggilan tersebut tidak berkaitan dengan materi spesial komedinya Mens Rea yang tayang di Netflix.

Kasus ini justru berfokus pada pertunjukan lain yang ia bawakan bertahun-tahun lalu dan kembali dipersoalkan setelah rekamannya menyebar di internet.

Humor Bertemu Sensitivitas Budaya

Polemik ini kembali memunculkan perdebatan tentang batas humor di ruang publik. Stand up comedy sering menggunakan satire dan kritik sosial untuk memancing tawa sekaligus refleksi.

Namun ketika materi komedi menyentuh identitas budaya atau tradisi lokal, respons publik sering berubah menjadi sangat sensitif.

Dalam kasus ini, masyarakat Toraja menjadi pihak yang paling terdampak karena adat mereka ikut terseret dalam perdebatan nasional. Di sisi lain, para komika juga menghadapi tekanan baru terkait batas kebebasan berekspresi di era digital.

Internet membuat potongan pertunjukan lama bisa muncul kembali kapan saja. Materi yang dulu hanya terdengar di panggung kecil kini dapat menyebar luas dan memicu kontroversi bertahun-tahun kemudian.

Di era media sosial, satu potongan video lama cukup untuk menghidupkan polemik baru. Panggung komedi memang tempat orang tertawa. Namun di zaman digital, satu punchline juga bisa berubah menjadi perkara hukum. @dimas

Tags: BareskrimBerekspresiBudayaIsuKasusKebebasanKomediKontenKontroversiKriminal & HukumNasionalPandji PragiwaksonoPolemikPolriSoloSosial

Kamu Melewatkan Ini

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

by Tabooo
Juni 10, 2026

UU Polri baru tidak hanya mengubah batas usia pensiun. Aturan ini juga membuka pertanyaan besar soal regenerasi, kewenangan digital, ruang...

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

by Tabooo
Juni 10, 2026

DPR RI resmi sahkan RUU Polri menjadi undang-undang dalam rapat paripurna. DPR menyebut aturan baru ini memperkuat transformasi, pengawasan, netralitas,...

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Next Post
Hujan dan Angin Kencang Rusak Warung Warga di Lereng Tawangmangu

Hujan dan Angin Kencang Rusak Warung Warga di Lereng Tawangmangu

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id