Tabooo.id: Nasional – Sebulan setelah bencana dahsyat melanda Aceh akhir November 2025, PT PLN mengakui pemulihan sistem kelistrikan di provinsi itu belum rampung sepenuhnya. Dari 23 kabupaten dan kota, delapan wilayah masih menghadapi pasokan listrik yang belum pulih 100 persen, sementara sebagian besar daerah lain sudah menikmati listrik kembali.
Tiga Daerah Paling Parah Masih Gelap
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut 15 kabupaten dan kota sudah pulih sepenuhnya dari sudut pandang desa. Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues, sayangnya, masih menghadapi kendala signifikan.
Di Aceh Tengah, 70,8 persen desa telah menyala, sementara sisanya masih gelap. Kabupaten Bener Meriah, dari total 194 desa, masih memiliki 38 desa yang belum tersambung listrik. Di Gayo Lues, 41 dari 95 desa masih padam. Meski begitu, jalur darat dari Langsa hingga Blangkejeren mulai terbuka, memungkinkan PLN mengirim material listrik secara bertahap.
Kendala Akses Menghambat Pemulihan
Darmawan menegaskan lambatnya pemulihan di Aceh Tengah dan Bener Meriah disebabkan keterbatasan akses darat. PLN terpaksa menggunakan transportasi udara untuk mengevakuasi 510 tiang listrik dengan pesawat Hercules. Di sisi lain, Gayo Lues menunjukkan perkembangan positif berkat terbukanya jalur darat, sehingga pengiriman 210 tiang listrik kini sedang berlangsung.
Skala Kerusakan Lebih Masif dari Tsunami 2004
Menurut Darmawan, bencana kali ini menimbulkan kerusakan sistem kelistrikan jauh lebih besar dibanding tsunami Aceh 2004. Saat itu, hanya delapan titik yang terdampak. Kini, PLN mencatat 442 titik mengalami kerusakan, menegaskan skala bencana yang masif dan tantangan pemulihan yang lebih kompleks.
Warga di wilayah yang masih gelap menjadi pihak paling terdampak. Aktivitas sehari-hari terganggu, dan bisnis lokal menanggung kerugian karena ketergantungan pada listrik. Pemulihan yang lambat memperpanjang tekanan ekonomi dan sosial, khususnya di desa-desa terpencil yang sulit diakses.
Refleksi di Akhir Tahun
Menjelang tahun baru, listrik yang belum pulih sepenuhnya menjadi pengingat keras bahwa bencana membawa dampak jangka panjang. PLN telah bekerja keras, namun bagi warga yang masih gelap, kata “pemulihan” terasa lebih seperti janji yang menunggu waktu untuk benar-benar terwujud. @dimas




