Tabooo.id: Regional – Kecelakaan kerja merenggut nyawa seorang petugas di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo, Senin (2/3/2026). Edy Saputro terjatuh ke mesin penggiling sampah saat alat itu beroperasi. Insiden tersebut menewaskan korban di lokasi kejadian.
Pengelola langsung menghentikan seluruh aktivitas penggilingan begitu mengetahui kejadian itu. Operator mematikan mesin untuk mencegah risiko lanjutan. Tim darurat kemudian mengevakuasi korban dari area mesin.
Teriakan Tenggelam oleh Bising Mesin
Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.30 WIB saat proses penggilingan pertama dimulai. Mesin bekerja dengan suara keras. Di tengah kebisingan itu, rekan korban berteriak meminta operator menghentikan alat.
Seorang pemulung, Eko Surani, mendengar teriakan tersebut sekitar pukul 10.00 WIB.
“Teriak minta tolong matiin mesinnya. Langsung dimatiin, tapi suaranya bising banget,” ujarnya.
Operator akhirnya menghentikan mesin. Sekitar 10 menit kemudian, ambulans dan petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Namun, tim medis tidak dapat menyelamatkan korban. Eko mengaku tidak berani melihat kondisi korban secara langsung. Ia hanya mengetahui posisi kepala korban sudah berada di bawah mesin saat petugas melakukan evakuasi.
Saat jurnalis tiba sekitar pukul 11.41 WIB, polisi telah memasang garis pengamanan. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.
Tekanan Volume Sampah dan Risiko Pekerja
TPA Putri Cempo menampung ratusan ton sampah setiap hari dari Solo dan wilayah sekitarnya. Ratusan truk antre hingga mengular panjang untuk membongkar muatan. Aktivitas padat ini membuat mesin penggiling bekerja hampir tanpa jeda.
Dalam situasi seperti itu, pengelola harus memastikan setiap pekerja mematuhi standar keselamatan kerja. Pengawasan ketat dan komunikasi yang jelas menjadi kunci utama. Jika operator dan petugas lapangan kehilangan koordinasi, risiko kecelakaan meningkat drastis.
Sampai berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Solo belum memberikan pernyataan resmi. Polisi masih menyelidiki penyebab korban terjatuh dan menelusuri kemungkinan kelalaian prosedur.
Keluarga korban tentu menanggung dampak paling besar. Namun, para pekerja dan pemulung lain juga merasakan kekhawatiran yang sama. Mereka tetap bekerja di tengah risiko alat berat dan tekanan volume sampah yang terus bertambah.
TPA memang membantu kota mengelola limbah. Namun, pengelolaan yang baik tidak cukup hanya mengandalkan mesin. Kota juga harus menjaga keselamatan manusia yang bekerja di balik gunungan sampah karena tidak ada target pengolahan yang sebanding dengan satu nyawa. @dimas





