Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Petugas Tewas Terjatuh ke Mesin Penggiling di TPA Putri Cempo

by dimas
Maret 2, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Kecelakaan kerja merenggut nyawa seorang petugas di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo, Senin (2/3/2026). Edy Saputro terjatuh ke mesin penggiling sampah saat alat itu beroperasi. Insiden tersebut menewaskan korban di lokasi kejadian.

Pengelola langsung menghentikan seluruh aktivitas penggilingan begitu mengetahui kejadian itu. Operator mematikan mesin untuk mencegah risiko lanjutan. Tim darurat kemudian mengevakuasi korban dari area mesin.

Teriakan Tenggelam oleh Bising Mesin

Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.30 WIB saat proses penggilingan pertama dimulai. Mesin bekerja dengan suara keras. Di tengah kebisingan itu, rekan korban berteriak meminta operator menghentikan alat.

Seorang pemulung, Eko Surani, mendengar teriakan tersebut sekitar pukul 10.00 WIB.

“Teriak minta tolong matiin mesinnya. Langsung dimatiin, tapi suaranya bising banget,” ujarnya.

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Operator akhirnya menghentikan mesin. Sekitar 10 menit kemudian, ambulans dan petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Namun, tim medis tidak dapat menyelamatkan korban. Eko mengaku tidak berani melihat kondisi korban secara langsung. Ia hanya mengetahui posisi kepala korban sudah berada di bawah mesin saat petugas melakukan evakuasi.

Saat jurnalis tiba sekitar pukul 11.41 WIB, polisi telah memasang garis pengamanan. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.

Tekanan Volume Sampah dan Risiko Pekerja

TPA Putri Cempo menampung ratusan ton sampah setiap hari dari Solo dan wilayah sekitarnya. Ratusan truk antre hingga mengular panjang untuk membongkar muatan. Aktivitas padat ini membuat mesin penggiling bekerja hampir tanpa jeda.

Dalam situasi seperti itu, pengelola harus memastikan setiap pekerja mematuhi standar keselamatan kerja. Pengawasan ketat dan komunikasi yang jelas menjadi kunci utama. Jika operator dan petugas lapangan kehilangan koordinasi, risiko kecelakaan meningkat drastis.

Sampai berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Solo belum memberikan pernyataan resmi. Polisi masih menyelidiki penyebab korban terjatuh dan menelusuri kemungkinan kelalaian prosedur.

Keluarga korban tentu menanggung dampak paling besar. Namun, para pekerja dan pemulung lain juga merasakan kekhawatiran yang sama. Mereka tetap bekerja di tengah risiko alat berat dan tekanan volume sampah yang terus bertambah.

TPA memang membantu kota mengelola limbah. Namun, pengelolaan yang baik tidak cukup hanya mengandalkan mesin. Kota juga harus menjaga keselamatan manusia yang bekerja di balik gunungan sampah karena tidak ada target pengolahan yang sebanding dengan satu nyawa. @dimas

Tags: KecelakaanSolo

Kamu Melewatkan Ini

Rajamala: Dari Canthik ke Ikon Solo

Rajamala: Dari Canthik ke Ikon Solo

by eko
Agustus 21, 2026

Rajamala menempuh perjalanan dari Canthik hingga menjadi ikon Solo. Namun, seberapa jauh masyarakat memahami cerita dan makna di balik wajah...

Pawai Pembangunan Solo Digelar, Lingkungan Jadi Pesan Utama

Pawai Pembangunan Solo Digelar, Lingkungan Jadi Pesan Utama

by eko
Agustus 21, 2026

45 peserta meriahkan Pawai Pembangunan Solo 2026 dari Perempatan Gendengan menuju depan Bank Indonesia Solo dengan tema Sayangi Semesta, Hidup...

Ketika Regenerasi Putus, Budaya Bisa Kehilangan Masa Depannya

Ketika Regenerasi Putus, Budaya Bisa Kehilangan Masa Depannya

by eko
Agustus 20, 2026

Wayang Potehi kembali hidup di Solo. Namun, pelestarian tidak cukup dengan membuka panggung. Budaya membutuhkan generasi yang mau belajar dan...

Next Post
Iran Luncurkan Gelombang Kesembilan Serangan, Targetkan Israel dan AS

Iran Luncurkan Gelombang Kesembilan Serangan, Targetkan Israel dan AS

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id