Tabooo.id: Nasional – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili melalui akun media sosial resminya, Selasa (17/2/2026). Dalam pernyataan singkatnya, ia menyampaikan harapan agar perayaan tahun baru membawa keberkahan, kesehatan, dan kesejahteraan bagi masyarakat.
Dalam unggahan video tersebut, Gibran secara langsung menyampaikan ucapan “Gong Xi Fa Cai” sekaligus menekankan pentingnya menjaga kerukunan nasional. Pemerintah, melalui pesan simbolik ini, kembali menegaskan posisi perayaan keagamaan sebagai bagian dari narasi persatuan nasional.
Pesan Toleransi di Tengah Dinamika Sosial Nasional
Momentum Imlek tahun ini hadir di tengah dinamika sosial dan tekanan ekonomi global yang masih memengaruhi daya beli masyarakat. Karena itu, pesan persatuan dan stabilitas sosial menjadi semakin relevan.
Selain menyampaikan ucapan selamat, Gibran juga menyoroti kontribusi umat Khonghucu dalam menjaga harmoni sosial. Ia menilai komunitas tersebut berperan penting dalam memperkuat toleransi dan persatuan di Indonesia.
Pernyataan ini sekaligus memperlihatkan strategi komunikasi pemerintah yang berupaya menjaga stabilitas sosial melalui pendekatan simbolik keagamaan dan kebudayaan. Dalam konteks politik domestik, pesan toleransi sering digunakan untuk meredam potensi polarisasi sosial.
Imlek dan Realitas Kehidupan Masyarakat
Di berbagai daerah, perayaan Imlek tetap berlangsung di tengah tekanan ekonomi rumah tangga. Aktivitas ibadah dan budaya tetap berjalan, termasuk di kawasan rumah ibadah seperti Vihara Bahtera Bhakti yang setiap tahun menjadi pusat perayaan.
Namun di lapangan, sebagian pelaku usaha kecil masih menghadapi tantangan penjualan yang belum sepenuhnya pulih. Kenaikan harga kebutuhan pokok serta tekanan biaya hidup membuat perayaan berlangsung lebih sederhana dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa simbol optimisme nasional sering berjalan berdampingan dengan realitas ekonomi masyarakat kelas menengah dan bawah yang masih beradaptasi dengan situasi global.
Siapa yang Paling Terdampak
Kelompok yang paling merasakan dampak situasi ekonomi saat ini adalah pekerja sektor informal, pelaku UMKM, serta masyarakat urban berpenghasilan tetap. Bagi kelompok ini, momentum perayaan keagamaan sering menjadi pengingat tentang pentingnya stabilitas ekonomi, bukan sekadar perayaan budaya.
Selain itu, generasi muda perkotaan juga menghadapi tekanan berbeda. Mereka berhadapan dengan persaingan kerja yang ketat sekaligus tuntutan biaya hidup yang terus meningkat.
Simbol Persatuan dan Tantangan Nyata di Lapangan
Ucapan resmi pejabat negara pada momentum keagamaan selalu membawa pesan politik yang lebih luas. Pemerintah ingin menunjukkan stabilitas sosial tetap terjaga di tengah tekanan global dan dinamika domestik.
Namun bagi sebagian masyarakat, stabilitas bukan hanya soal harmoni sosial. Stabilitas juga berarti harga kebutuhan pokok yang terkendali, lapangan kerja yang tersedia, dan daya beli yang tetap terjaga.
Pada akhirnya, pesan persatuan memang penting. Tetapi bagi masyarakat yang menghadapi tekanan ekonomi setiap hari, persatuan sering terasa lebih bermakna ketika hadir bersama kepastian hidup yang nyata. @dimas




