Senin, April 6, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo Today
  • Tabooo
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Kriminal

Pernikahan Berujung Duka: Preman Bunuh Ayah Pengantin di Purwakarta

April 6, 2026
in Kriminal, News
A A
Pernikahan Berujung Duka: Dadang Tewas Usai Tolak Setoran Preman

Lokasi hajatan di Purwakarta rusak usai aksi premanisme berujung pembakaran pada Sabtu (4/4/2026). (Foto istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Kriminal – Pesta pernikahan seharusnya jadi momen bahagia. Namun di Purwakarta, kebahagiaan itu berubah jadi duka dalam hitungan menit.

Dadang (58), warga Kampung Cikumpay, Desa Kertamukti, tewas setelah sekelompok orang yang diduga preman menganiayanya di acara pernikahan putrinya, pada Sabtu (4/4/2026).

Peristiwa ini bukan sekadar kriminal biasa.
Kasus ini membuka luka lama: premanisme yang terus hidup di tengah masyarakat.

Diperas, Ditolak, Lalu Dihabisi

Sekitar 10 orang pelaku datang ke lokasi hajatan pada siang hari. Mereka tidak sekadar hadir, tetapi memaksa meminta uang dari pihak keluarga.

Awalnya, keluarga sudah memberikan Rp100.000. Namun, para pelaku kembali datang dan meminta Rp500.000.

Ketika Dadang menolak, situasi langsung memanas.
Para pelaku kemudian memukul korban menggunakan bambu sepanjang sekitar 35 sentimeter.

Pukulan itu tidak berhenti di satu titik.
Mereka terus menghajar korban di halaman rumahnya hingga Dadang tak sadarkan diri.

Keluarga langsung membawa korban ke RS Bhakti Husada. Namun, nyawa Dadang tidak tertolong. Ia meninggal dunia sekitar pukul 15.20 WIB.

Polisi Bergerak, Pelaku Masih Buron

Hingga kini, polisi masih memburu para pelaku. Aparat telah memeriksa empat saksi dan menyita barang bukti berupa bambu yang digunakan dalam penganiayaan.

Kepala Seksi Humas Polres Purwakarta, Ajun Komisaris Enjang Sukandi, menegaskan bahwa pelaku lebih dari dua orang dan proses penyelidikan masih berjalan.

Di sisi lain, Polda Jawa Barat memberi perhatian khusus pada kasus ini.
Kapolda Jabar, Inspektur Jenderal Rudi Setiawan, langsung memerintahkan penangkapan cepat terhadap para pelaku.

RelatedPosts

Iran Tak Sekadar Bertahan: Hormuz Kini Jadi Alat Tekan Global

Demak Terendam Lagi: Kenapa Cerita Ini Tidak Pernah Selesai?

Namun, satu pertanyaan masih menggantung:
kenapa kejadian seperti ini terus berulang?

DPRD: Negara Harus Hadir, Bukan Diam

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari, mengecam keras aksi tersebut. Ia menilai negara tidak boleh kalah oleh premanisme.

“Saya meminta kejadian ini jadi yang terakhir. Tidak boleh ada premanisme di kota maupun desa,” tegasnya.

Ia juga mendesak aparat kepolisian memberi hukuman berat agar menimbulkan efek jera.

Selain itu, ia meminta kepala daerah lebih aktif turun ke lapangan. Menurutnya, pendekatan seperti yang dilakukan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi perlu ditiru.

“Para bupati dan wali kota harus proaktif. Jangan tunggu korban berikutnya,” ujarnya.

Premanisme: Masalah Lama yang Tak Pernah Tuntas

Kasus ini bukan yang pertama.
Premanisme dengan modus “minta jatah” di acara warga sudah lama terjadi.

Namun, yang membuat kasus ini berbeda adalah ujungnya: kematian.

Dari sekadar pungutan liar, situasi berubah menjadi kekerasan brutal.
Dari tekanan sosial, berakhir menjadi kehilangan nyawa.

Masalahnya sederhana tapi serius:
premanisme tumbuh karena ada ruang, dan ruang itu belum benar-benar ditutup.

Penutup: Siapa Melindungi Warga?

Dadang datang ke pernikahan anaknya sebagai seorang ayah.
Ia pulang sebagai korban kekerasan.

Kematian ini menyisakan satu pertanyaan besar kalau warga harus berhadapan sendiri dengan preman, lalu di mana negara?

Karena pada akhirnya, rasa aman bukan sekadar janji.
Ia harus terasa bahkan di hari paling bahagia sekalipun. @dimas

Tags: Dadangjawa baratKeamanankekerasanKriminalPolisiPremanismePungliPurwakarta

Recommended

Dukun Cabul di Magetan: Wajah Gelap ‘Pengobatan’ di Magetan

Dukun Cabul di Magetan: Wajah Gelap ‘Pengobatan’ di Magetan

April 4, 2026
Beasiswa Rp 898 Juta ke Inggris Dibuka: Kesempatan atau Ujian Mental?

Beasiswa Rp 898 Juta ke Inggris Dibuka: Kesempatan atau Ujian Mental?

April 4, 2026

Popular News

  • Air Mineral Terancam Mahal Gara-Gara Plastik: Wajar atau Alarm Bahaya?

    Air Mineral Terancam Mahal Gara-Gara Plastik: Wajar atau Alarm Bahaya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Nyawa TNI Melayang, Israel Belum Akui Keterlibatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pernikahan Berujung Duka: Preman Bunuh Ayah Pengantin di Purwakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cantik di Mata Dunia, Rapuh di Tangan Sendiri: Dilema Taman Nasional Komodo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Iran Tak Sekadar Bertahan: Hormuz Kini Jadi Alat Tekan Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.