Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pencarian ATR 42-500, Basarnas Temukan Barang Milik Pramugari

by dimas
Januari 20, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Hari ketiga pencarian pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan pegunungan Maros, Sulawesi Selatan, akhirnya membawa secercah kejelasan di tengah duka. Tim SAR gabungan menemukan sejumlah barang milik pramugari Esther Aprilita, mulai dari dompet, KTP, tablet, hingga buku catatan harian.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M. Syafi’i menyampaikan temuan tersebut kepada DPR di Gedung Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2016). Menurutnya, tim langsung mengamankan seluruh barang di posko utama untuk kepentingan identifikasi serta pendalaman lanjutan.

Lebih dari sekadar temuan personal, barang-barang itu memperkuat indikasi lokasi jatuhnya pesawat bernomor registrasi PK-THT. Selain itu, temuan tersebut menandai kemajuan signifikan setelah dua hari pencarian sebelumnya terhambat medan ekstrem dan cuaca buruk.

Dua Korban Ditemukan, Medan Menjadi Musuh Utama

Memasuki hari ketiga operasi, tim SAR baru berhasil menemukan dua dari sepuluh korban. Tim menemukan satu korban laki-laki dan satu korban perempuan di lokasi berbeda. Medan terjal, hutan lebat, dan lereng curam membuat proses evakuasi berjalan lambat sekaligus berisiko tinggi bagi petugas.

Syafi’i menjelaskan bahwa serpihan pesawat tersebar luas, bahkan jarak antarpotongan mencapai sekitar 700 meter. Pada awalnya, kondisi tersebut membuat tim pesimistis melihat peluang penyelamatan. Namun, temuan korban dengan kondisi relatif utuh kembali menumbuhkan harapan, terutama dalam mengejar waktu emas penyelamatan.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

“Kami terus berharap, dalam golden time ini, tim masih bisa menemukan korban dalam kondisi hidup,” ujar Syafi’i.

Cuaca Buruk Terus Menguji Operasi Penyelamatan

Sejak pagi, tim SAR gabungan mengintensifkan pencarian melalui jalur udara dan darat. Basarnas mengerahkan helikopter Caracal dan Dauphin, lalu menambah dukungan pesawat Boeing TNI AU untuk pemantauan dari udara. Namun, kabut tebal dan hujan deras memaksa sebagian armada kembali ke pangkalan demi keselamatan kru.

Meski demikian, upaya darat tetap berjalan. Pada siang hari, tim menemukan korban perempuan kedua sekitar 130 meter dari lokasi korban pertama. Selang beberapa jam kemudian, tim berhasil mengidentifikasi barang-barang milik Esther Aprilita di sekitar area pencarian.

Sayangnya, cuaca kembali memburuk menjelang sore. Kondisi tersebut memaksa tim menunda evakuasi kedua korban hingga keesokan hari, sembari memastikan keamanan personel di lapangan.

Keluarga Menunggu, Publik Bertanya

Di balik operasi penyelamatan yang berpacu dengan waktu, keluarga korban terus menggantungkan harapan. Bagi mereka, setiap barang yang tim temukan bukan sekadar benda, melainkan sinyal bahwa pencarian masih berlanjut dan harapan belum padam.

Pada saat yang sama, tragedi ini memunculkan kembali pertanyaan publik tentang keselamatan penerbangan di wilayah dengan kontur ekstrem. Masyarakat juga menyoroti kesiapan sistem mitigasi serta respons darurat ketika kecelakaan terjadi di medan sulit.

Memang, keluarga korban menjadi pihak yang paling terdampak. Namun, peristiwa ini juga mengguncang rasa aman penumpang pesawat di seluruh negeri.

Pada akhirnya, tragedi Maros kembali mengingatkan satu hal mendasar: teknologi mampu membawa manusia melintasi jarak dan waktu, tetapi di langit yang sama, alam tetap memegang kendali terakhir. @dimas

Tags: ATR 42500BasarnasEvakuasiKecelakaanKeselamatankorbanMarospenerbanganPesawatSARSulawesi Selatan

Kamu Melewatkan Ini

Satu Laporan ke Puluhan Korban: Skandal Pesantren Pati yang Belum Tuntas

Satu Laporan ke Puluhan Korban: Skandal Pesantren Pati yang Belum Tuntas

by teguh
Mei 1, 2026

Kasus dugaan kekerasan seksual di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Pati belum juga menemukan titik terang. Laporan yang muncul sejak...

Bandara Jadi Arena Tikam, Politik Masih Pakai Otot?

Bandara Jadi Arena Tikam, Politik Masih Pakai Otot?

by teguh
April 20, 2026

Minggu siang, 19 April 2026, Bandara Karel Sadsuitubun di Langgur seharusnya menyambut kedatangan penumpang. Namun siang itu, tempat itu justru...

Lembah Anai 1944: Saat Surga Wisata Menyimpan Kuburan Sunyi

Lembah Anai 1944: Saat Surga Wisata Menyimpan Kuburan Sunyi

by teguh
April 17, 2026

Tabooo.id: Vibes - Gemuruh air di Lembah Anai hari ini terasa menenangkan. Kabut tipis turun di sela hijau Bukit Barisan....

Next Post
Keris: Sebilah Besi yang Menyimpan Doa, Sejarah, dan Etika Hidup

Keris: Sebilah Besi yang Menyimpan Doa, Sejarah, dan Etika Hidup

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id