Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pemprov Kalteng Waspadai Gejolak Harga Pangan Jelang Ramadhan 2026

by dimas
Februari 10, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) meningkatkan kewaspadaan menjelang Ramadhan 2026. Pemerintah menilai lonjakan permintaan pangan berpotensi memicu kenaikan harga jika pasokan tidak bergerak seiring kebutuhan. Kondisi ini terutama mengancam komoditas strategis yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.

Sejak Februari 2026, pemerintah daerah bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI turun langsung ke lapangan. Mereka rutin memantau Pasar Besar dan Pasar Kahayan di Kota Palangka Raya. Pemantauan ini menjadi langkah awal menghadapi rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), mulai dari Imlek, Ramadhan, hingga Idulfitri.

Empat Belas Komoditas dalam Radar Pengawasan

Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Bapanas RI, Sri Nuryanti, menyebut tim gabungan memeriksa langsung 14 komoditas pangan strategis. Daftar tersebut mencakup beras, jagung, kedelai, minyak goreng, gula, daging ayam, daging sapi, telur, daging kerbau, bawang putih, bawang merah, cabai rawit, cabai merah keriting, dan cabai merah besar.

Sri menegaskan, komoditas itu memiliki pola yang sama setiap tahun. Permintaan hampir selalu melonjak menjelang dan selama HBKN. Saat pasokan tidak mengikuti laju konsumsi, harga pun mudah bergejolak.

“Permintaannya naik signifikan pada momen keagamaan. Karena itu, kami terus mengawasi pergerakan harganya,” ujar Sri saat meninjau pasar di Palangka Raya, Selasa (10/2/2026).

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Stabilitas Harga Jadi Taruhan Daya Beli Warga

Sri menjelaskan bahwa pengawasan tidak berhenti pada ketersediaan barang. Pemerintah juga memeriksa mutu dan keamanan pangan yang beredar. Selain itu, aparat mengantisipasi potensi penimbunan dan permainan harga di tingkat distribusi.

“Kami menjaga stabilitas harga, memastikan kualitas pangan, dan mencegah praktik spekulatif yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Langkah ini menjadi krusial karena gejolak harga paling cepat dirasakan kelompok berpendapatan menengah ke bawah. Kenaikan kecil pada bahan pokok dapat langsung menekan daya beli rumah tangga, terutama selama Ramadhan ketika pengeluaran cenderung meningkat.

Stok Aman, Tapi Cabai Mulai ‘Memanas’

Dari sisi pasokan, Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, memastikan kondisi stok relatif aman. Ia menyebut persediaan pangan cukup untuk empat hingga enam bulan ke depan, termasuk selama dan setelah Ramadhan 2026.

Ia juga memastikan pedagang besar masih memiliki stok beras medium yang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga bulan puasa.

Namun, Yuas mencatat tekanan mulai muncul pada komoditas tertentu. Harga cabai rawit dan cabai merah terus merangkak naik dan kini berada di kisaran Rp100.000 hingga Rp120.000 per kilogram.

“Kami perlu mengantisipasi kondisi ini agar tidak memicu inflasi daerah,” ujarnya.

Pasar Murah Disiapkan, Warga Diimbau Belanja Bijak

Untuk merespons kenaikan harga, Pemprov Kalteng melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menyiapkan pasar murah dan pasar penyeimbang. Pemerintah berharap skema ini mampu menahan laju harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Di saat yang sama, pemerintah meminta warga tidak melakukan aksi borong. Panic buying, menurut Yuas, justru memperparah tekanan di pasar.

“Kami mengajak masyarakat berbelanja sesuai kebutuhan agar distribusi tetap merata,” tambahnya.

Fluktuasi Awal Ramadhan Dinilai Masih Wajar

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalteng, Agus Candra, menegaskan pihaknya terus mengawasi peredaran pangan segar. Ia memastikan koordinasi lintas instansi berjalan, terutama untuk komoditas yang bergantung pada pasokan dari luar pulau.

“Kami memastikan suplai tetap lancar dan stok tersedia di seluruh wilayah Kalteng,” ujar Agus.

Ia mengakui harga beberapa komoditas biasanya naik di awal Ramadhan. Namun, ia menilai pola tersebut masih wajar dan cenderung mereda setelah pekan pertama puasa.

“Pengalaman menunjukkan harga kembali stabil setelah Ramadhan berjalan sekitar satu minggu,” tambahnya.

Menjaga Harga, Menjaga Ketenteraman

Meski optimistis situasi terkendali, Pemprov Kalteng tetap menyiapkan langkah antisipatif hingga Idulfitri. Pemerintah ingin memastikan kenaikan harga tidak melonjak tajam dan tetap berada dalam batas wajar.

Pada akhirnya, stabilitas pangan bukan sekadar soal stok di gudang atau angka di papan harga. Ia menyangkut ketenangan masyarakat saat menjalani Ramadhan. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, tantangan terbesar sering kali bukan pada ketersediaan barang, melainkan pada cara pasar dan masyarakat menyikapi lonjakan permintaan. @dimas

Tags: 2026cabaiDaya BeliHargaInflasiKetahananmasyarakatPanganPasarRamadhanStabilitasStokStrategis

Kamu Melewatkan Ini

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Angka Naik, Tapi Dapur Warga Tetap Sakit?

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Angka Naik, Tapi Dapur Warga Tetap Sakit?

by dimas
Mei 11, 2026

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang disebut mencapai 5,61 persen pada triwulan pertama 2026 disambut optimistis oleh pemerintah sebagai tanda pemulihan dan...

Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Bicara Cara Bertahan

Saat Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Belum Selesai Bertahan

by jeje
Mei 9, 2026

Di tengah harga pangan yang terus naik, pedagang kecil mulai menghadapi dilema paling melelahkan: menaikkan harga jual dan kehilangan pelanggan,...

Indonesia Sudah Konsisten: Kenaikan Harga Menjadi Rutinitas

Indonesia Sudah Konsisten: Kenaikan Harga Menjadi Rutinitas

by jeje
Mei 9, 2026

Belanja kebutuhan dapur sekarang terasa seperti permainan bertahan hidup. Uang Rp100 ribu masuk pasar dengan percaya diri, lalu pulang bersama...

Next Post
Israel Peringatkan AS: Program Rudal Iran Ancam Eksistensi Negara

Israel Siap Serang Iran Tanpa Menunggu Amerika Serikat

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id