• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Sabtu, Maret 21, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News

Pemkab Bekasi Bongkar 172 Bangunan Prostitusi di Kalimalang

Desember 17, 2025
in News, Regional
A A
Konsep Otomatis

Pemkab Bekasi membongkar bangunan liar berkedok warung remang-remang yang menjadi sarang prostitusi di bantaran Kalimalang, Cikarang, dan telah beroperasi puluhan tahun. (Foto: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Deru alat berat memecah pagi di bantaran Kalimalang, Selasa itu. Bangunan semi permanen yang selama puluhan tahun berdiri rapat dan dikenal warga sebagai “wilayah gelap” roboh satu per satu. Pemerintah Kabupaten Bekasi menutup bab panjang prostitusi terselubung yang selama ini bersembunyi di balik warung remang-remang di Kecamatan Cikarang Selatan hingga Cikarang Pusat.

Petugas meratakan 172 bangunan liar yang berdiri tanpa izin dan melanggar aturan tata ruang. Selama bertahun-tahun, bangunan-bangunan itu menjadi simpul aktivitas prostitusi. Operasi ini tidak hanya membongkar fisik bangunan, tetapi juga merebut kembali ruang publik yang lama dikuasai praktik ilegal.

Operasi Besar-besaran di Bibir Sungai

Kepala Satpol PP Kabupaten Bekasi, Surya Wijaya, menegaskan bahwa jajarannya menyasar bangunan yang berdiri tepat di bibir sungai Kalimalang. Selama bertahun-tahun, kawasan ini dikenal luas sebagai pusat prostitusi terselubung, meski para pelaku terus mengganti wajah dan modus.

Petugas menurunkan dua unit alat berat dan mengerahkan sekitar 500 personel gabungan. Satpol PP memimpin operasi dengan dukungan TNI-Polri, Dinas Perhubungan, PLN, Perum Jasa Tirta, Dinas Bina Marga, serta aparat kecamatan setempat. Skala operasi ini menegaskan keseriusan pemerintah daerah menutup celah lama yang selama ini lolos dari penertiban.

Petugas tidak hanya membongkar warung remang-remang. Mereka juga menertibkan kios dan bangunan usaha lain yang memanfaatkan ruang sungai secara ilegal dan mengancam fungsi lingkungan.

Dari Peringatan hingga Pembongkaran

Pemerintah tidak datang mendadak dengan alat berat. Surya menjelaskan bahwa Satpol PP telah menjalankan prosedur berlapis, mulai dari imbauan hingga peringatan pertama, kedua, dan ketiga. Aparat juga menggelar razia penyakit masyarakat sebelum mengambil langkah pembongkaran. Hasilnya jelas: praktik prostitusi memang berlangsung di lokasi tersebut.

Dalam proses penertiban, petugas mengedepankan pendekatan humanis. Mereka berkomunikasi langsung dengan penghuni bangunan, menjelaskan alasan penertiban, dan menegaskan batas toleransi negara terhadap pelanggaran aturan.

Pesannya sederhana, tetapi tegas ruang publik bukan tempat aman bagi bisnis ilegal untuk bersembunyi selamanya.

RelatedPosts

Jubir IRGC Tewas Diserang AS-Israel, Konflik Iran Kian Memanas

Lebaran 2026: Prabowo Undang Ribuan Warga ke Istana Kepresidenan

Dampak Sosial dan Pertanyaan yang Tersisa

Sebagian warga menyambut penertiban ini dengan lega. Kawasan yang lama identik dengan kerawanan sosial, kriminalitas, dan stigma negatif kini mulai terbuka. Sungai memiliki peluang untuk dipulihkan, dan ruang publik perlahan kembali ke fungsi awalnya.

Namun pembongkaran ini juga memunculkan pertanyaan sosial yang sulit dihindari. Ke mana para pekerja di balik warung-warung itu akan pergi? Penertiban fisik memang menutup lokasi, tetapi akar masalah seperti kemiskinan, ketimpangan, dan minimnya pilihan kerja masih berdiri di belakang reruntuhan bangunan.

Setelah Bangunan Roboh, Apa Selanjutnya?

Pemkab Bekasi menyatakan tidak berhenti pada pembongkaran. Satpol PP akan berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta untuk memperbaiki pagar dan sistem pengamanan bantaran sungai yang rusak atau jebol. Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah lanjutan terkait pemanfaatan ruang agar bangunan ilegal tidak kembali tumbuh diam-diam.

Kalimalang hari ini tampak lebih bersih. Namun pengalaman selalu mengajarkan satu hal ruang kosong selalu mengundang pengisi baru. Pertanyaannya kini bukan lagi soal membongkar, melainkan soal menjaga.

Sebab merobohkan bangunan itu relatif mudah. Yang jauh lebih sulit adalah memastikan kegelapan tidak menemukan alamat baru ketika sorotan publik berpaling. @dimas

Tags: Bangunan LiarCikarangKalimalangKetertiban UmumPemkab BekasiPenegakan PerdaPenertiban BangunanProstitusi TerselubungRuang PublikSatpol PP
Next Post
Konsep Otomatis

Korban Banjir-Longsor Sumatera Capai 1.053 Jiwa

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Malam Takbiran: Antara Euforia Perayaan dan Sunyi Refleksi

    Malam Takbiran: Antara Euforia Perayaan dan Sunyi Refleksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Saat Senja: Ketika Malam Mulai Dibuka untuk Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lebaran Beda Hari, Antara Ilmu, Ego, dan Toleransi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7.039 Pemudik Gratis Tiba di Tirtonadi, Mayoritas dari DKI Jakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Sebut Penyiraman Aktivis KontraS Terorisme, Harus Usut Dalangnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.