Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

OTT KPK di BNPB: Uang Rp1,4 Miliar, Emas dan 14 Orang Diamankan

by dimas
Oktober 13, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter
KPK menyita uang Rp1,4 miliar dan emas dalam OTT di BNPB. Sebanyak 14 orang, termasuk Sekretaris Utama Rustian, menjalani pemeriksaan terkait dugaan korupsi pengadaan.

Tabooo.id: Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar dan logam mulia emas dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

KPK juga mengamankan 14 orang untuk menjalani pemeriksaan. Mereka terdiri atas Sekretaris Utama BNPB Rustian, pejabat pembuat komitmen (PPK), dan sejumlah pihak swasta.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan informasi tersebut di Yogyakarta, Selasa (13/10/2026). Ia menjelaskan bahwa penyidik masih menghitung uang tunai dan mendalami barang bukti lainnya.

“Untuk uang tunai, hitungan awal oleh tim senilai sekitar Rp1,4 miliar rupiah,” kata Budi.

Saat ini, tim KPK memeriksa ke-14 orang tersebut secara intensif di Gedung Merah Putih KPK. Penyidik juga mendalami dugaan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Pengadaan BNPB Masuk Radar KPK

Fokus penyidikan kini mengarah pada proses pengadaan barang dan jasa. KPK perlu mengurai dugaan penyimpangan, menelusuri aliran uang, dan memetakan peran setiap pihak.

Namun, penyitaan uang dan emas belum membuktikan kesalahan orang yang menjalani pemeriksaan. Penyidik tetap harus menguji setiap bukti sebelum menarik kesimpulan hukum.

Di tengah proses tersebut, BNPB menyatakan dukungannya terhadap penegakan hukum. Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan, menegaskan bahwa lembaganya tidak akan mengintervensi penyelidikan maupun penyidikan.

“BNPB tidak akan melakukan intervensi dalam bentuk apa pun terhadap proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan APH,” kata Berton dalam keterangan tertulis, Selasa.

Selain itu, BNPB berkomitmen menyediakan data dan akses informasi sesuai ketentuan hukum. Pimpinan BNPB juga telah menginstruksikan Inspektorat Utama untuk menelusuri persoalan ini secara internal dan mengamankan dokumen terkait.

Berton turut mengingatkan masyarakat agar menghormati asas praduga tak bersalah. Ia meminta publik dan media menunggu hasil resmi penyelidikan serta menghindari spekulasi mengenai pihak-pihak yang terlibat.

Bukan Sekadar Uang dan Emas yang Disita

OTT ini memunculkan pertanyaan tentang pengawasan pengadaan di lembaga penanggulangan bencana. Pengadaan yang transparan dan akuntabel menjadi penting karena setiap belanja pemerintah menyangkut penggunaan uang negara dan pelaksanaan tugas publik.

Meski demikian, KPK belum mengungkap paket pengadaan yang menjadi objek perkara. Informasi mengenai nilai proyek, dugaan modus, dan asal uang yang disita juga belum tersedia dalam keterangan tersebut.

Karena itu, publik perlu membedakan fakta penyitaan dari dugaan korupsi yang masih KPK dalami. Uang dan emas yang ditemukan tidak otomatis berkaitan dengan dana bantuan bencana.

Lebih jauh, perkara ini menguji kemampuan pengawasan internal BNPB dalam mencegah potensi penyimpangan. Publik tidak hanya menunggu hasil penindakan, tetapi juga membutuhkan penjelasan tentang celah pengawasan yang mungkin muncul.

Kini, KPK perlu menjelaskan konstruksi perkara, menelusuri aliran uang, dan menguraikan peran setiap pihak berdasarkan bukti. Sementara itu, BNPB perlu memastikan pemeriksaan internal berjalan tanpa mengganggu proses hukum.

Sebab, kepercayaan publik menjadi bagian penting dalam penanggulangan bencana. Ketika dugaan korupsi muncul di lembaga yang bertugas menghadapi bencana, transparansi dan akuntabilitas menjadi tuntutan yang tidak bisa diabaikan. @dimas

Tags: BNPBKomisi Pemberantasan KorupsiLogam MuliaOTT KPKRustian BNPBUang Sitaan

Kamu Melewatkan Ini

Dana Karhutla Ikut Dikorupsi, KPK Telusuri Pengadaan HT BNPB

Dana Karhutla Ikut Dikorupsi, KPK Telusuri Pengadaan HT BNPB

by dimas
Oktober 16, 2026

Dana karhutla diduga ikut dikorupsi dalam perkara Dana Siap Pakai BNPB. KPK menelusuri pengadaan alat komunikasi HT untuk penanganan kebakaran...

Korupsi Dana Darurat Bencana, Ketika Perlindungan Warga Dipertaruhkan

Korupsi Dana Darurat Bencana, Ketika Perlindungan Warga Dipertaruhkan

by dimas
Oktober 16, 2026

Dugaan korupsi dana darurat BNPB memicu sorotan terhadap perlindungan warga dan hak atas lingkungan sehat. Rieke mendesak pengusutan hingga ke...

Kabar OTT Bupati Klaten Viral: Ketika Dugaan Berlari Lebih Cepat daripada Bukti

Kabar OTT Bupati Klaten Viral: Ketika Dugaan Berlari Lebih Cepat daripada Bukti

by teguh
Oktober 15, 2026

Kabar OTT (Operasi Tangkap Tangan) KPK di Klaten pada 15/10/2026 memicu perhatian publik. Nama Bupati Hamenang Wajar Ismoyo ikut muncul...

Next Post
Di Balik Nama Arabika Ningrat, Ada Dilema Petani

Di Balik Nama Arabika Ningrat, Ada Dilema Petani

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id