Tabooo.id: Global – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, akan bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih Rabu (11/2/2026). Ia mendesak Trump bersikap lebih keras terhadap Iran dalam pembicaraan nuklir. Kunjungan ini adalah keenam Netanyahu ke AS sejak Trump menjabat. Ia mempercepat kedatangannya karena negosiasi AS-Iran sedang berlangsung.
Pertemuan dengan Utusan Trump
Setibanya di AS Selasa malam, Netanyahu langsung bertemu dengan utusan Timur Tengah Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner. Ia mengatakan, “Kami membahas isu regional dan mereka memberi perkembangan terbaru dari putaran pertama negosiasi dengan Iran Jumat lalu,” lewat akun X resminya.
Ancaman Armada Militer AS
Trump memperingatkan dalam wawancara dengan Axios bahwa ia mempertimbangkan mengirim kelompok serang kapal induk kedua ke Timur Tengah. “Kita akan mencapai kesepakatan atau melakukan tindakan sulit seperti sebelumnya. Armada sedang menuju ke sana, dan armada lain mungkin menyusul,” ujarnya.
Fokus Negosiasi dan Agenda Netanyahu
Trump menegaskan bahwa setiap kesepakatan harus mencakup senjata nuklir dan rudal, meski para pemimpin Iran tetap ingin membuat kesepakatan.
Netanyahu menyatakan bahwa agenda pertemuan mencakup negosiasi Iran, situasi di Gaza, dan isu regional lain. “Saya akan menyampaikan pandangan kami mengenai prinsip negosiasi,” ujarnya dalam video pernyataan.
Dampak bagi Masyarakat
Negosiasi ini berdampak pada stabilitas regional dan keamanan global. Warga sipil di Timur Tengah, terutama Israel dan Iran, menjadi yang paling rawan terdampak dari ketegangan yang bisa meningkat menjadi konflik. Masyarakat internasional menunggu hasil negosiasi yang akan menentukan arah hubungan diplomatik dan perdagangan energi.
Di balik diplomasi dan armada perang, terselip pertanyaan klasik: apakah negosiasi benar-benar untuk perdamaian, atau hanya adu strategi di panggung besar?@eko




