Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Menkeu Respons Insentif Otomotif: “Saya Akan Selesaikan”

by teguh
Januari 5, 2026
in Nasional
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya angkat suara soal usulan insentif otomotif yang diajukan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang. Responsnya singkat, tapi cukup bikin industri otomotif menegakkan badan. Pemerintah, kata Purbaya, tak akan membiarkan mesin sektor ini mati pelan-pelan.

“Saya akan selesaikan itu ya. Terima kasih,” ujar Purbaya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Jumat (02/01/2026).

Kalimat pendek itu langsung menyebar ke lantai bursa dan pabrik perakitan. Industri otomotif memang sedang menunggu kepastian. Insentif dianggap kunci untuk menjaga produksi tetap berputar dan tenaga kerja tidak terlempar ke luar pagar pabrik.

Namun, Purbaya juga jujur. Ia mengaku belum membaca detail surat dari Kementerian Perindustrian. Surat itu, katanya, bahkan belum sampai ke mejanya.

“Mungkin belum sampai ke saya suratnya. Saya belum baca, jadi saya belum tahu,” ucapnya.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Industri Ngebut, Pemerintah Masih Atur Persneling

Sebelumnya, Purbaya menyatakan belum membahas insentif otomotif secara teknis. Ia memilih membuka ruang diskusi lebih dulu dengan Kemenperin. Langkah ini ia anggap perlu agar kebijakan tidak gegabah dan tetap ramah pada fiskal negara.

“Belum. Nanti saya diskusi sama mereka dulu,” kata Purbaya, Rabu (31/12/2025).

Di sisi lain, Menperin Agus Gumiwang sudah lebih dulu tancap gas. Ia mengirim surat resmi ke Kemenkeu dan menekankan satu hal: industri otomotif menyangkut jutaan tenaga kerja dan rantai ekonomi yang panjang.

“Kami usulkan ini atas nama perlindungan tenaga kerja dan penguatan manufaktur otomotif,” kata Agus, dikutip dari Antara.

Menurut Agus, sektor otomotif punya efek domino besar. Pabrik mobil menggerakkan industri baja, karet, elektronik, hingga UMKM komponen. Ketika sektor ini goyah, dampaknya bisa menjalar ke mana-mana.

Insentif Versi Baru: Lebih Ketat, Lebih Terarah

Agus menegaskan usulan insentif kali ini berbeda dari era pandemi. Pemerintah menyusunnya lebih detail dan terukur. Kemenperin mengaitkan insentif dengan segmentasi kendaraan, teknologi, hingga Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Tak semua pelaku bakal menikmati kue yang sama. Produsen wajib memenuhi syarat TKDN dan standar emisi tertentu. Pemerintah juga memasang batasan harga agar insentif tidak salah sasaran.

“Kami ingin yang menerima manfaat benar-benar berkontribusi,” tegas Agus.

Pemerintah juga memberi perhatian khusus pada kendaraan ramah lingkungan. Elektrifikasi masuk dalam skema besar, sejalan dengan agenda transisi energi.

Siapa Untung, Siapa Waswas?

Jika insentif turun, produsen otomotif dan tenaga kerja jelas diuntungkan. Harga kendaraan berpotensi lebih kompetitif, produksi terjaga, dan PHK bisa ditekan. Namun, negara harus menghitung cermat dampaknya ke APBN. Tanpa perhitungan matang, insentif bisa berubah jadi beban fiskal.

Kini bola ada di tangan Kemenkeu. Industri menunggu realisasi, buruh berharap kepastian, dan publik mengamati. Insentif otomotif bukan sekadar soal mobil baru, tapi soal arah keberpihakan ekonomi. Pertanyaannya tinggal satu pemerintah mau menekan rem, atau justru menambah gas?.@teguh

Tags: APBNBEIIndustriInsentifOtomotifPHK

Kamu Melewatkan Ini

Mobil Listrik Pajak 0%, Rakyat Masih Ngantri BBM: Ini Insentif atau Ilusi?

Mobil Listrik Pajak 0%, Rakyat Masih Ngantri BBM: Ini Insentif atau Ilusi?

by teguh
Mei 6, 2026

Di satu sisi, negara bilang masa depan itu listrik bersih, hijau, modern. Namun di sisi lain, sebagian rakyat masih mikir:...

Gig Economy Indonesia: Fleksibel atau Eksploitasi Gaya Baru?

Gig Economy Indonesia: Fleksibel atau Eksploitasi Gaya Baru?

by Naysa
April 30, 2026

Gig economy Indonesia tumbuh cepat dan menjanjikan fleksibilitas yang terasa menggiurkan. Namun di balik kebebasan itu, pekerja justru menghadapi pendapatan...

Upah Buruh Naik, Hidup Tetap Berat: Ilusi Kesejahteraan?

Upah Buruh Naik, Hidup Tetap Berat: Ilusi Kesejahteraan?

by Tabooo
April 30, 2026

Upah buruh Indonesia terus naik setiap tahun, tetapi kesejahteraan tidak ikut bergerak. Di sisi lain, biaya hidup justru melaju lebih...

Next Post
Trump Klaim AS Serang Venezuela dan Tangkap Presiden Maduro

Kemlu Pastikan WNI di Venezuela Aman Meski AS Guncang Caracas

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id