Kamis, Juli 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

MBG Berujung Keracunan, Siapa Yang Lalai di Balik 189 Korban di Klaten?

by dimas
April 30, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality Regional
Share on FacebookShare on Twitter
Dugaan keracunan massal kembali mencuat setelah ratusan pelajar dan guru di sebuah sekolah menengah pertama di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini memunculkan kembali pertanyaan serius tentang pengawasan keamanan pangan dalam program gizi nasional yang menyasar anak sekolah.

Tabooo.id: Regional – Ratusan siswa dan guru di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (28/4/2026). Sebanyak 189 orang melaporkan gejala mual, muntah, sakit perut, pusing, hingga diare. Pemerintah daerah langsung menutup dapur penyedia makanan, SPPG Sorogaten, selama tiga hari untuk evaluasi, sementara petugas kesehatan memeriksa sampel makanan di laboratorium kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta guna memastikan penyebab kejadian tersebut.

Dinas Kesehatan Klaten mencatat 189 siswa dan guru mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG. Para siswa mulai merasakan gejala beberapa waktu setelah makan. Sebagian dari mereka kemudian mendatangi puskesmas dan rumah sakit untuk memeriksakan diri.

Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Anggit Budiarto, menyatakan tenaga kesehatan terus memantau kondisi para korban.

“Yang mengeluhkan gejala keracunan ada 189 orang. Hingga hari ini sembilan orang menjalani perawatan di puskesmas dan dua orang dirawat di rumah sakit,” kata Anggit, Rabu (29/4/2026).

Petugas kesehatan menelusuri riwayat makanan yang dikonsumsi para siswa sebelum gejala muncul. Hasil penelusuran menunjukkan seluruh korban memakan menu MBG yang sama. Pada hari kejadian, dapur penyedia makanan menyajikan telur puyuh, gelantin, dan sup timlo.

Ini Belum Selesai

Haul Ki Ageng Tarub: Perkuat Budaya dan Wisata Religi

OTT Bupati Pemalang, KPK Kembali Bongkar Korupsi Kepala Daerah

Untuk memastikan sumber masalah, petugas mengambil sampel makanan MBG dan mengirimkannya ke laboratorium kesehatan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tim laboratorium memperkirakan hasil pengujian keluar dalam lima hingga tujuh hari.

SPPG Ditutup Sementara

Pemerintah Kabupaten Klaten kemudian memeriksa dapur penyedia makanan program tersebut, yaitu SPPG Sorogaten. Tim inspeksi menemukan beberapa masalah dalam penerapan standar operasional.

Bupati Kabupaten Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menjelaskan sejumlah fasilitas penting tidak berfungsi optimal.

“Fasilitas pendingin atau cool storage tidak bekerja maksimal. Gudang penyimpanan bahan kering juga tidak memiliki pendingin ruangan. Selain itu, instalasi pengolahan air limbah belum memenuhi ketentuan,” ujarnya.

Pemerintah daerah kemudian mengusulkan kepada Badan Gizi Nasional untuk menghentikan sementara operasional SPPG Sorogaten selama tiga hari. Pengelola dapur diminta memperbaiki fasilitas dan memperketat penerapan standar operasional.

Hamenang menegaskan seluruh pengelola SPPG harus menjalankan SOP secara disiplin agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Program ini bertujuan mendukung anak-anak menjadi sehat, kuat, dan cerdas. Karena itu pengelola harus menjalankannya secara maksimal tanpa menimbulkan masalah,” katanya.

Pemerintah daerah juga memastikan tenaga medis terus menangani siswa dan guru yang terdampak melalui layanan puskesmas dan rumah sakit sambil menunggu hasil uji laboratorium.

Kasus Serupa Terjadi di Demak

Kasus dugaan keracunan setelah menyantap menu MBG sebelumnya juga muncul di Kabupaten Demak pada 18 April 2026. Saat itu 187 orang mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu program tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Demak, Ali Maimun, menyatakan hasil pemeriksaan laboratorium menemukan kontaminasi bakteri Escherichia coli pada beberapa menu makanan.

Temuan tersebut memperlihatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap keamanan pangan dalam program MBG. Tanpa pengelolaan yang disiplin dan higienis, program yang bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah justru berpotensi memicu masalah kesehatan baru. @dimas

Tags: Keamanan PanganKeracunan Makanankesehatan anakKesehatan PublikKlatenMakan Bergizi GratisMBGSekolah

Kamu Melewatkan Ini

MBG Dilarang Pakai Subsidi, Siapa Menanggung Selisih Biayanya?

MBG Dilarang Pakai Subsidi, Siapa Menanggung Selisih Biayanya?

by teguh
Juli 28, 2026

Larangan penggunaan LPG 3 kilogram, beras SPHP, dan MinyaKita di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar perubahan teknis. Kebijakan...

Makan Bergizi Gratis, Tapi Higienisnya Belum Gratis dari Masalah

Makan Bergizi Gratis, Tapi Higienisnya Belum Gratis dari Masalah

by teguh
Juli 28, 2026

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai salah satu proyek sosial terbesar pemerintah untuk memperbaiki kualitas gizi generasi Indonesia. Ambisi...

833 Dapur MBG Ditutup, Ada Apa dengan Sistem Pengawasannya?

833 Dapur MBG Ditutup, Ada Apa dengan Sistem Pengawasannya?

by teguh
Juli 28, 2026

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional 833 dapur MBG dalam satu hari. Jumlah sebesar itu terlalu besar jika hanya dipahami...

Next Post
Realita Driver Ojol: Narik Seharian, Pulang Tanpa Kepastian

Realita Driver Ojol: Narik Seharian, Pulang Tanpa Kepastian

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id