Tabooo.id: Regional – Suasana tenang di Desa Kacangan, Kecamatan Malo, Bojonegoro, mendadak mencekam. Dua warga yang hendak mencari rumput di kawasan hutan jati, Rabu (15/10/2025), menemukan mayat bayi dalam kantong plastik. Bau busuk dari balik tumpukan ilalang menjadi awal terungkapnya tragedi kecil yang mengguncang nurani warga desa
Penemuan itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Kedua pencari rumput awalnya curiga dengan bau menyengat dari tumpukan ilalang kering. Saat dibongkar, mereka menemukan sesosok bayi yang sudah meninggal, dibungkus dua lapis tas plastik kuning dan hijau.
Kasatreskrim Polres Bojonegoro, AKP Bayu Adjie Sudarmono, membenarkan temuan tersebut. “Bayi diperkirakan baru berusia sekitar sepekan. Jenis kelamin belum dapat dipastikan karena kondisi tubuh sudah mulai membusuk,” jelasnya.
Begitu laporan masuk, aparat kepolisian bersama petugas Perhutani langsung menuju lokasi. Area sekitar segera dipasangi garis polisi untuk proses identifikasi. Jasad bayi kemudian dibawa ke RSUD Bojonegoro guna dilakukan autopsi.
Bayu menambahkan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan intensif. Fokus utama adalah melacak identitas pelaku atau orang tua bayi melalui data ibu hamil di rumah sakit dan puskesmas sekitar. “Kami masih menelusuri semua kemungkinan. Tim sudah turun ke lapangan dan mengumpulkan keterangan dari warga,” ujarnya.
Tragedi ini menambah daftar panjang kasus pembuangan bayi yang masih sering terjadi di berbagai daerah. Ironisnya, di tengah gencarnya edukasi tentang kesehatan reproduksi dan dukungan sosial, praktik kejam seperti ini tetap berulang.
Penemuan jasad bayi di Bojonegoro bukan sekadar kabar kriminal tapi cermin buram dari kegagalan sistem sosial dalam melindungi kehidupan paling rentan. Di balik plastik yang dibuang di hutan, ada kisah tentang kemiskinan, ketakutan, dan hilangnya empati.
Pertanyaan besarnya kini bukan hanya siapa pelaku, tapi mengapa bayi itu harus berakhir di sana. Karena setiap kehidupan yang terbuang diam-diam, sesungguhnya menuntut kita untuk lebih peduli bukan sekadar berduka. (red)




