Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Masih Malu Beli Pembalut? Ini Alasan Kenapa Menstruasi Tak Seharusnya Jadi Aib

by eko
Februari 3, 2026
in Talk
A A
Home Talk
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Talk – Pernah enggak, kamu masuk minimarket cuma buat beli pembalut tapi jalannya kayak agen rahasia? Kepala nunduk, mata awas, tangan buru-buru nyambar rak paling bawah. Kalau bisa kasirnya perempuan. Kalau kasirnya cowok? Deg-degan. Padahal yang dibeli cuma pembalut, bukan barang ilegal.

Tapi entah kenapa, di Indonesia, beli pembalut masih terasa seperti aktivitas rahasia negara. Kita bisa beli rokok, kondom, bahkan bir tanpa drama, tapi giliran pembalut? Banyak yang masih pakai kode: “Mbak itu yang buat cewek.” Ada juga yang pura-pura nanya harga sampo dulu biar niat aslinya tersamarkan. Pertanyaannya simpel: kenapa sih?

Plastik Hitam dan Budaya Malu Turunan

Kalau kamu tumbuh di keluarga Indonesia tipikal, besar kemungkinan kamu pernah dengar kalimat, “Kalau lagi dapet, jangan ketahuan cowok.” Seolah menstruasi itu penyakit menular. Di warung dekat rumah, pembalut sering dikasih plastik hitam. Di minimarket, masih banyak yang minta paper bag. Bahkan ada yang nyelipin pembalut di antara snack biar enggak kelihatan.

Kita hidup di negara dengan lebih dari 130 juta perempuan, menstruasi itu kejadian massal, rutin, dan biologis, tapi perlakuannya masih kayak aib. Ironisnya, yang sering ikut melestarikan rasa malu ini justru sesama perempuan: “Kok terang-terangan sih belinya?” atau “Ditutupin dong, malu.” Lho, malu sama siapa?

Ini Bukan Soal Produk, Tapi Cara Pandang

Masalahnya bukan di pembalut, tapi di cara kita memandang tubuh perempuan. Menstruasi dianggap jorok, sensitif, enggak pantas dibahas. Akibatnya, pembalut ikut kena getahnya. Padahal itu alat kesehatan dasar. Orang beli tisu karena pilek biasa saja, beli obat diare juga normal, tapi beli pembalut langsung jadi momen canggung. Dampaknya nyata: banyak remaja perempuan pertama kali haid tanpa edukasi layak, panik, nangis, bahkan mikir dirinya sakit karena sejak awal topik ini disimpan di bawah karpet. Dan ketika sesuatu dianggap tabu, kita berhenti ngobrol soal itu padahal justru di situlah masalah tumbuh.

Ini Belum Selesai

Tradisi Tidak Cukup Dikenang, Siapa yang Akan Menjaganya?

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

“Kan Itu Privasi?” Oke, Tapi

Memang ada juga yang bilang, “Itu kan privasi.” Fair. Menstruasi itu personal, sama seperti beli test pack atau obat wasir. Tapi beda tipis antara privasi dan rasa malu yang diajarkan. Kalau kamu beli pembalut dengan tenang, bukan berarti kamu pamer siklus haid. Sama seperti cowok beli pisau cukur bukan berarti lagi ngumumin kumisnya tumbuh. Privasi itu pilihan. Malu itu konstruksi sosial. Dan selama perempuan masih merasa harus sembunyi-sembunyi cuma buat beli kebutuhan dasar, berarti ada yang enggak beres.

Sikap Tabooo Normalisasi yang Harusnya Sudah Normal

Di Tabooo, kami percaya satu hal sederhana: membeli pembalut itu se-normal beli sabun. Enggak perlu kode rahasia, enggak perlu plastik hitam, enggak perlu merasa bersalah kalau kasirnya cowok. Cowok juga punya ibu, punya saudara perempuan, mungkin punya pasangan. Menstruasi bukan alien science. Yang perlu diubah bukan rak minimarketnya, tapi mindset-nya. Ajari anak perempuan bahwa haid itu proses tubuh, bukan kutukan. Ajari anak laki-laki bahwa pembalut itu alat kesehatan, bukan bahan lelucon. Dan buat kamu yang masih deg-degan tiap beli pembalut: pelan-pelan saja. Kamu enggak melakukan hal memalukan. Kamu sedang merawat tubuhmu sendiri and that’s powerful.

Kita boleh beda cara menyikapi, tapi satu hal harus sepakat: perempuan enggak seharusnya merasa kecil hanya karena tubuhnya bekerja sebagaimana mestinya. Jadi lain kali kamu beli pembalut, tarik napas, jalan tegak, taruh di meja kasir dengan santai. Kalau ada yang melotot? Biarkan. Itu masalah mereka, bukan siklus kamu.

Lalu, kamu di kubu mana—tim masih sembunyi-sembunyi atau tim “gue beli pembalut, so what?”

Tags: BudayaOpinitaboooTalk

Kamu Melewatkan Ini

Tradisi Harus Dipercaya atau Cukup Dilestarikan?

Tradisi Harus Dipercaya atau Cukup Dilestarikan?

by eko
Agustus 20, 2026

Haruskah generasi muda percaya semua mitos di balik tradisi? Sekaten menunjukkan budaya tetap hidup meski cara pandang berubah. Tabooo.id -...

Nginang di Sekaten: Saat Sirih Menjaga Jejak Tradisi

Nginang di Sekaten: Saat Sirih Menjaga Jejak Tradisi

by eko
Agustus 20, 2026

Tradisi nginang kembali hadir di Sekaten Solo. Dari sirih hingga beberangen, kebiasaan lama ini menjaga jejak budaya lintas generasi. Tabooo.id...

Balekambang Viral: Seberapa Jauh Ruang Publik Harus Diawasi?

Balekambang Viral: Seberapa Jauh Ruang Publik Harus Diawasi?

by eko
Agustus 17, 2026

Video pasangan di Balekambang Solo viral. Pemkot memberi teguran dan memperkuat patroli. Tapi, siapa yang bertanggung jawab menjaga ruang publik?...

Next Post
QJMOTOR Panaskan IIMS 2026 dengan Dua Motor 250 cc Terbaru

QJMOTOR Panaskan IIMS 2026 dengan Dua Motor 250 cc Terbaru

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id