Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ma’ruf Amin Resmi Mundur dari Dewan Syuro PKB

by dimas
Desember 24, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia Ma’ruf Amin resmi melepas jabatannya sebagai Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Keputusan ini menandai perubahan arah hidup Ma’ruf dari panggung politik nasional menuju jalan uzlah, menjauh dari hiruk-pikuk kekuasaan untuk fokus beribadah.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin langsung membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, Ma’ruf tidak mengambil keputusan itu secara tiba-tiba. Sebaliknya, ia sudah lama menyampaikan niat untuk mundur dari jabatan struktural partai.

“Soal Kiai Ma’ruf Amin mengundurkan diri, itu sudah lama,” ujar Cak Imin kepada wartawan di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Uzlah sebagai Pilihan Hidup

Lebih lanjut, Cak Imin menjelaskan bahwa Ma’ruf secara langsung menyampaikan keinginannya untuk melepaskan seluruh peran struktural, baik di PKB maupun di Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia memilih mengurangi aktivitas publik dan memperbanyak ibadah sebagai bagian dari refleksi di usia senja.

“Beliau menyampaikan akan uzlah dan tidak lagi aktif dalam jabatan struktural,” jelas Cak Imin.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Dengan keputusan itu, Ma’ruf memang menghentikan aktivitas kepartaian formal. Namun demikian, Cak Imin menegaskan bahwa hubungan Ma’ruf dengan PKB tidak sepenuhnya terputus. Ia masih membuka ruang untuk berkontribusi secara nonstruktural.

“Beliau tidak lagi berkegiatan struktural, tetapi tetap membantu PKB,” tegasnya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa PKB masih memandang Ma’ruf sebagai figur moral penting. Meski tidak lagi duduk di kursi resmi, pengaruhnya sebagai kiai sepuh tetap memiliki bobot simbolik di internal partai.

Regenerasi Dewan Syuro

Terkait pengganti Ma’ruf Amin di posisi Ketua Dewan Syuro, Cak Imin memilih menjaga jarak. Ia menyerahkan sepenuhnya proses penentuan kepada para kiai yang berada di lingkar Dewan Syuro PKB.

“Nanti diserahkan ke para kiai saja,” tambahnya.

Sikap ini sekaligus menegaskan tradisi internal PKB. Partai tersebut secara konsisten menempatkan Dewan Syuro sebagai wilayah otoritas ulama, bukan arena tarik-menarik kepentingan elite politik harian.

Dari Aklamasi ke Pengunduran Diri

Sebelumnya, Ma’ruf Amin terpilih sebagai Ketua Dewan Syuro PKB periode 2024-2029 melalui mekanisme aklamasi dalam Muktamar VI PKB di Bali pada Agustus 2024. Saat itu, para kiai sepuh dan nyai PKB sepakat menunjuk Ma’ruf sebagai figur pemersatu sekaligus penopang legitimasi moral partai.

Dalam forum muktamar, Cak Imin bahkan secara terbuka meminta persetujuan ribuan kader atas usulan tersebut. Para peserta muktamar menjawabnya serempak dengan kata “setuju”.

Namun kini, belum genap dua tahun masa jabatan berjalan, Ma’ruf memilih mundur. Ia tidak melangkah karena konflik internal atau tekanan politik, melainkan karena keputusan personal yang bersifat spiritual.

Dampak Politik di Balik Keputusan Sunyi

Bagi PKB, keputusan ini membawa keuntungan sekaligus konsekuensi. Di satu sisi, partai memperoleh citra sebagai organisasi yang menghormati pilihan kiai dan tidak memaksa figur sepuh bertahan di panggung kekuasaan. Sikap ini juga meredam spekulasi konflik internal yang sering mengiringi pengunduran diri elite politik.

Namun di sisi lain, PKB kehilangan simbol moral yang kuat figur yang selama ini menjembatani politik praktis dengan otoritas keagamaan.

Sementara bagi Ma’ruf Amin, pengunduran diri ini menutup satu bab panjang dalam perjalanan politiknya dan membuka ruang baru yang lebih sunyi ibadah, refleksi, serta jarak dari sorotan publik.

Di tengah iklim politik yang semakin riuh dan penuh manuver, langkah Ma’ruf terasa kontras. Saat banyak tokoh sibuk mempertahankan kursi, ia justru memilih turun perlahan. Sebuah pengingat bahwa dalam politik, mundur kadang menjadi keputusan paling keras karena semakin jarang dilakukan. @dimas

Tags: DinamikaPartaiPolitik Indonesia

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

by teguh
Juni 25, 2026

Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak yang diduga membiayai sejumlah aksi demonstrasi. Ia menyampaikan klaim itu saat menghadiri Puncak Pekan...

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

by dimas
Juni 21, 2026

Memuliakan kekuasaan atau memuliakan manusia? Ketika rakyat merasa terabaikan, kontrak sosial mulai retak, kepercayaan publik memudar, dan demokrasi kehilangan fondasi...

DPR dan Pemerintah Terlalu Dekat? Mahasiswa Soroti Fungsi Pengawasan yang Hilang

DPR dan Pemerintah Terlalu Dekat? Mahasiswa Soroti Fungsi Pengawasan yang Hilang

by teguh
Juni 20, 2026

Ribuan mahasiswa mendatangi Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (19/06/2026). Mereka membawa satu kegelisahan yang kini makin keras terdengar karena...

Next Post
Jelang Nataru, Harga Kacang Melonjak dan Minyakita Langka di Pasuruan

Jelang Nataru, Harga Kacang Melonjak dan Minyakita Langka di Pasuruan

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id