• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Sabtu, Maret 28, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News

Luka di Balik Rumah: Ibu Tiri Diduga Aniaya Anak Hingga Tewas di Sukabumi

Februari 22, 2026
in News, Regional
A A
Luka di Balik Rumah: Ibu Tiri Diduga Aniaya Anak Hingga Tewas di Sukabumi

Seorang bocah laki-laki di Sukabumi meninggal dunia dengan kondisi tubuh penuh luka bakar. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh ibu tirinya, pada Jumat, (20/2/2026). (Foto istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Kematian NS, bocah 12 tahun asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, masih menyisakan banyak pertanyaan. Dugaan perlakuan kekerasan dari ibu tiri muncul sebagai titik perhatian utama.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Polri, Kombes Pol dokter Carles Siagian, menjelaskan bahwa tim medis melakukan autopsi mendalam terhadap organ NS, termasuk jantung dan paru-paru.

“Organ dalam diautopsi dan sampel dikirim ke Jakarta. Paru-paru dan jantung sedikit membengkak, tapi belum bisa dipastikan apakah itu akibat penyakit sebelumnya atau sebab lain,” ujar Carles, pada Jumat (20/2/2026).

Ayah korban, Anwar Satibi (38), menempuh jalur autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian anaknya. Proses berlangsung 2,5 hingga 3 jam di RS Bhayangkara TK II Setukpa Polri Kota Sukabumi, dengan fokus pada kondisi fisik dan organ dalam.

Luka Bakar Menjadi Sorotan

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan luka bakar di sekujur tubuh NS. Tim dokter menemukan bekas luka di lengan, kaki, paha, tangan, punggung, serta area bibir dan hidung yang diduga akibat paparan panas. Meski begitu, dokter forensik belum bisa memastikan apakah luka-luka tersebut berasal dari penganiayaan atau kecelakaan.

“Dokter masih menelusuri pola luka. Sejauh ini, kemungkinan besar luka muncul karena paparan panas, tapi kami belum bisa memutuskan apakah itu penganiayaan atau bukan,” jelas Carles.

Menunggu Hasil Laboratorium

Saat ini, tim forensik masih menunggu hasil laboratorium dari sampel jantung dan paru-paru korban yang dikirim ke Jakarta. Pemeriksaan ini menjadi kunci untuk mengetahui apakah pembengkakan organ terkait zat tertentu atau riwayat penyakit. Proses laboratorium diperkirakan memakan waktu 5 hingga 7 hari kerja.

Carles menambahkan, “Kami perlu memastikan apakah ada zat lain di dalam organ korban.” Hasil laboratorium ini nantinya menjadi bukti penting bagi penyidik untuk menentukan arah penyelidikan kasus yang tengah menjadi sorotan masyarakat Sukabumi.

RelatedPosts

Polemik Dean James: Dari Lapangan ke Meja Hukum, Nasib Pemain Dipertaruhkan!

Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Dampak bagi Masyarakat

Kasus ini menimbulkan kekhawatiran di masyarakat, khususnya di kalangan orang tua dan warga sekitar Desa Bojongsari. Banyak pihak mempertanyakan mekanisme perlindungan anak, pengawasan terhadap lingkungan keluarga, dan potensi penyalahgunaan kekuasaan dalam rumah tangga.

Selain itu, publik menyoroti peran lembaga hukum dan medis dalam memastikan fakta kasus terungkap secara transparan. Ketidakjelasan awal mengenai penyebab kematian NS memicu pertanyaan tentang kecepatan dan akurasi penanganan kasus-kasus sensitif yang melibatkan anak-anak.

Refleksi

Kematian NS menjadi pengingat pahit: anak-anak selalu menjadi pihak yang paling rentan dalam konflik rumah tangga. Saat perlindungan gagal, luka fisik dan psikologis menempel lebih lama daripada kasus yang terlihat. Publik hanya bisa berharap bahwa proses hukum berjalan cepat dan transparan, agar tragedi ini tidak hanya menjadi statistik yang terlupakan. @dimas

Tags: AnakAutopsiBocahForensikIbu TiriKasusKeadilankekerasanLukaNSPerlindunganSensitifSukabumiTragedi
Next Post
Dukungan KPK Jadi Sinyal Kuat DPR Percepat RUU Perampasan Aset

Dukungan KPK Jadi Sinyal Kuat DPR Percepat RUU Perampasan Aset

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Prabowo Suruh Bahlil Berburu Minyak, Ada Apa Sebenarnya?

    Prabowo Suruh Bahlil Berburu Minyak, Ada Apa Sebenarnya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AI Kuasai Musik, Cuan Lari ke Mana?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Internet Bisa Mati Gara-Gara Iran? Cek Faktanya!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Terlalu kuat atau Saint kitts yang lemah?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cantik Itu Luka: Ketika Kecantikan Jadi Kutukan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.