Tabooo.id: Global – Empat menit. Itu waktu yang dibutuhkan sekelompok pencuri profesional untuk menggasak delapan perhiasan bersejarah dari Museum Louvre, Paris rumah bagi mahakarya dunia seperti Mona Lisa dan Venus de Milo. Termasuk di antara yang raib: mahkota Permaisuri Eugenie de Montijo, istri Napoleon III, dan mahkota Ratu Marie-Amelie. Nilainya? “Tak terkira,” kata pemerintah Prancis.
Perampokan terjadi Minggu pagi (19/10/2025) sekitar pukul 09.30 waktu setempat. Menteri Kebudayaan Prancis Rachida Dati menyebut pencuri masuk lewat jendela menggunakan pemotong cakram, lalu menargetkan Galeri Apollon ruang yang menyimpan harta peninggalan kerajaan Prancis.
“Ini adalah perampokan besar-besaran,” tegas Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez dikutip dari Associated Press.
Alarm sempat berbunyi ketika dua etalase dipecahkan, tapi para pencuri kabur dengan sepeda motor, meninggalkan Louvre dalam kekacauan. Pengunjung digiring keluar dari piramida kaca ikonik, sebagian masih kebingungan
“seolah baru keluar dari film aksi,” tulis Le Monde.
Luka Lama Louvre
Kasus ini bukan yang pertama. Louvre punya sejarah panjang pencurian Mona Lisa pernah lenyap pada 1911 dan baru ditemukan dua tahun kemudian di Italia. Kini, ironi itu terulang dalam versi modern: pencuri datang bukan dengan sekop dan tali, tapi dengan tangga elektrik dan keberanian yang memalukan sistem keamanan abad 21.
Polisi menduga ada empat pelaku: dua menyamar sebagai pekerja konstruksi, dua lainnya menunggu di luar dengan motor menyala. Semua lenyap dalam empat menit. Delapan perhiasan bersejarah mahkota safir, kalung zamrud, hingga bros kerajaan raib tanpa jejak.
Karena kalau mahkota ratu di Louvre saja bisa lenyap dalam empat menit, bayangkan betapa rapuhnya warisan dan memori dunia yang kita percayai aman di balik kaca tebal dan penjagaan ketat.
Teknologi bisa canggih, sistem bisa mahal tapi keserakahan manusia selalu menemukan cara baru untuk masuk lewat jendela. (red)




