Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Libur Nataru, Deretan Film Indonesia yang Wajib Ditonton

by dimas
Mei 8, 2026
in Culture, Film
A A
Home Culture
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Film – Pernah nggak, libur Natal dan Tahun Baru tiba, tapi rencana liburan justru mentok di kepala? Mall sesak. Jalanan padat. Grup keluarga ribut soal jadwal. Dalam situasi seperti itu, bioskop sering jadi pilihan paling masuk akal ruangan gelap, AC dingin, dan hidup boleh berhenti sejenak selama dua jam.

Kabar baiknya, Nataru 2025/2026 datang dengan amunisi penuh dari film Indonesia. Genre-nya beragam, tapi arahnya jelas. Horor memimpin barisan, sementara komedi dan drama hadir sebagai penyeimbang emosi. Tinggal pilih sesuai kondisi mental dan stamina liburan.

Bioskop dan Momentum Akhir Tahun

Industri film paham betul satu hal Desember sampai Januari selalu jadi musim panen. Karena itu, perfilman Indonesia tak mau setengah-setengah. Tahun ini, layar bioskop dipenuhi cerita tentang jin, dosa ekonomi, konflik keluarga, cinta tanpa restu, sampai persahabatan absurd yang siap mengocok perut.

Dengan kata lain, pilihan lengkap sudah tersedia. Penonton tinggal menentukan mau pulang dengan jantung deg-degan atau perut sakit karena kebanyakan ketawa.

Horor Tetap Jadi Raja Layar

Pertama-tama, kita bicara soal penguasa lama horor.

Ini Belum Selesai

Tesla Pamerkan Mobil Terbang, Benarkah Siap Meluncur pada 2028?

JOFAFEST 6 Usung “Transcend”, Ajak Sineas Muda Melampaui Batas

Awal Desember dibuka oleh Riba (4 Desember). Film horor religi ini mengaitkan teror gaib dengan keputusan ekonomi. Ceritanya sederhana, tapi menohok. Utang bukan cuma bikin stres, tapi juga bisa mengundang sesuatu yang tak kasat mata. Di sini, horor hadir bukan sekadar jumpscare, melainkan juga peringatan moral.

Selanjutnya, Qorin 2 (18 Desember) menaikkan intensitas. Trauma lama belum selesai, teror justru semakin dalam. Film ini mengandalkan konflik batin dan ketegangan psikologis, bukan hanya kejutan sesaat.

Menjelang Natal, Janur Ireng (24 Desember) masuk dengan horor Jawa yang pelan tapi menekan. Ritual, simbol, dan kesunyian bekerja sebagai senjata utama. Tak lama setelah itu, Dusun Mayit (31 Desember) menutup tahun dengan formula klasik pendaki, desa misterius, aturan gaib, dan rahasia yang seharusnya tidak diganggu.

Memasuki Januari, horor tak kehilangan napas. Malam 3 Yasinan (8 Januari) mengolah tradisi duka menjadi sumber teror. Alas Roban (15 Januari) memanfaatkan mitos jalan legendaris yang sudah lama hidup di cerita rakyat. Sementara itu, Rasuk (22 Januari), dibintangi Maudy Ayunda, memilih jalur horor psikologis dengan tekanan batin sebagai pemicu kerasukan. Akhirnya, Kuyank (29 Januari) menutup bulan dengan urban legend yang terasa dekat karena berangkat dari kejadian sehari-hari.

Komedi dan Drama Datang sebagai Penawar

Meski horor mendominasi, genre ringan tetap mendapat ruang.

Mertua Ngeri Kali (11 Desember) mengangkat konflik klasik menantu dan mertua. Komedinya sederhana, tapi relevan. Film ini cocok ditonton bersama keluarga atau setidaknya jadi bahan obrolan setelahnya.

Di tanggal yang sama, Mengejar Restu hadir dengan drama romantis yang hangat. Film ini menegaskan satu realitas di Indonesia, cinta jarang berdiri sendiri. Restu orang tua, nilai keluarga, dan prinsip hidup sering ikut menentukan arah hubungan.

Sementara itu, Agak Laen 2 (25 Desember) tampil sebagai kartu AS. Setelah film pertamanya menembus lebih dari 7 juta penonton, sekuelnya kembali membawa komedi absurd yang lebih liar. Film ini pas untuk kamu yang ingin tertawa tanpa perlu berpikir keras, terutama setelah kenyang makan besar Natal.

Kenapa Horor Justru Laris Saat Liburan?

Menariknya, mayoritas film Nataru tahun ini justru horor. Ironis? Bisa jadi. Namun, mungkin juga jujur. Di tengah libur yang identik dengan kebahagiaan, film-film ini memotret kegelisahan kolektif soal dosa, trauma, tradisi, dan tekanan hidup.

Lewat layar lebar, penonton diajak takut, tertawa, dan merenung sekaligus. Bioskop pun berubah menjadi ruang aman untuk menghadapi ketakutan tentu saja dalam versi fiksi.

Sekarang, pertanyaannya tinggal satu kamu tim horor, komedi, atau drama? Atau justru menonton semuanya biar liburan terasa benar-benar “worth it”? Kalau masih bingung, tenang saja diskusinya bisa lanjut di antrean popcorn. @dimas

Tags: Bioskop IndonesiaFilm IndonesiaHoror IndonesiaNataru 2025

Kamu Melewatkan Ini

Bapak Paling Jujur: Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Berbohong

Bapak Paling Jujur: Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Berbohong

by eko
Oktober 6, 2026

Bapak Paling Jujur mengisahkan calon gubernur yang tak bisa berbohong setelah terkena kutukan. Film tayang 15 Oktober 2026. Tabooo.id -...

Film G30S/PKI Pernah Catatkan Diri sebagai Film Termahal

Film G30S/PKI Pernah Catatkan Diri sebagai Film Termahal

by eko
September 30, 2026

Film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI karya Arifin C. Noer tercatat menghabiskan Rp800 juta dan menjadi film termahal pada dekade 1980-an. Film...

Film Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah

Film Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah

by jeje
September 22, 2026

Pembunuhan misterius terjadi setiap tanggal 30. Di tengah teror Hantu Bolong, seorang perwira militer mulai mengungkap hubungan kasus tersebut dengan...

Next Post
Cek Fakta: Benarkah Puan Ajak Warga Patungan Beli Hutan?

Cek Fakta: Benarkah Puan Ajak Warga Patungan Beli Hutan?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id