Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kuyank Jadi Film Indonesia Kedua 2026 Raih 1 Juta Penonton

by eko
Mei 8, 2026
in Culture, Film
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Film – Pernah nggak sih merasa takut tapi tetap penasaran? Takut sama cerita horor lokal. Tapi tetap beli tiket. Begitulah nasib penonton Indonesia: kita merinding, tapi tetap antre.Dan sekarang, giliran Kuyank yang bikin bioskop ramai.

Horor Lokal, Sejuta Penonton

Film produksi DHF Entertainment ini resmi menembus satu juta penonton setelah sebulan tayang sejak 29 Januari 2026. Dengan capaian itu, Kuyank menjadi film Indonesia kedua rilisan tahun ini setelah Alas Roban yang lebih dulu menyentuh angka sejuta.

Sutradara sekaligus produsernya, Johansyah Jumbaran, menyampaikan terima kasih kepada seluruh penonton. Ia memberi apresiasi khusus untuk warga Kalimantan yang konsisten menyumbang angka penonton tinggi setiap hari.

Dan ya, ini bukan sekadar euforia sesaat.

Kuyank merupakan bagian dari Saranjana Universe, semesta cerita yang sebelumnya diperkenalkan lewat Saranjana: Kota Ghaib. Film rilisan 2023 itu bahkan mengumpulkan 1,2 juta penonton.

Ini Belum Selesai

Lirik Asli Genjer-Genjer: Lagu yang Dipaksa Memikul Dosa Politik

Film Jangan Buang Ibu: Kesepian di Balik Pengorbanan

Artinya, ini bukan kebetulan. Ini pola.

Cantik Abadi, Harga yang Menghantui

Secara cerita, Kuyank: Saranjana the Prequel (2026) mengisahkan Rusmiati (Putri Intan Kasela), istri Badri (Rio Dewanto), yang nekat mempelajari ilmu hitam Kuyang demi kecantikan dan keabadian. Motivasinya sederhana: agar suami tak berpaling.

Sederhana, tapi tragis.

Tindakannya memicu teror mengerikan terhadap ibu hamil dan bayi di Kalimantan, tujuh tahun sebelum kota gaib Saranjana terbuka.

Horor? Jelas.

Namun yang lebih menyeramkan justru motifnya. Ketakutan kehilangan pasangan. Kecemasan merasa “tidak cukup”. Obsesi untuk tetap cantik demi mempertahankan cinta.

Film ini seperti menyentil realita sosial. Di era media sosial, standar kecantikan terasa makin brutal. Banyak orang rela melakukan apa saja demi terlihat awet muda, flawless, dan ideal. Rusmiati memilih jalan mistis. Di dunia nyata, orang memilih filter, filler, atau validasi digital.

Bedanya cuma metode. Akar ketakutannya sama.

Ambisi Semesta Horor Lokal

Keberhasilan Kuyank mempertegas dominasi Saranjana Universe. Industri film Indonesia mulai serius membangun “semesta cerita”. Bukan lagi sekadar film tunggal, tapi rangkaian dunia yang saling terhubung.

Strategi ini cerdas. Penonton tidak hanya membeli satu kisah, tetapi ikut masuk ke dalam dunia yang lebih besar.

Namun ada pertanyaan kecil yang menggelitik: apakah kita menonton karena kualitas ceritanya, atau karena penasaran dengan label “universe”?

Karena sekarang, apa pun terasa lebih prestisius kalau punya semesta.

Meski begitu, harus diakui, horor lokal punya daya hidup sendiri. Mitos Kalimantan, legenda kuyang, dan kisah kota gaib bukan sekadar jumpscare. Ia bagian dari memori kolektif. Ia tumbuh dari cerita yang dulu dibisikkan di teras rumah, bukan dari studio CGI raksasa.

Dan mungkin itu yang membuatnya lebih dekat.

Kita Tak Hanya Menonton Hantu

Pada akhirnya, Kuyank bukan cuma soal kepala terbang dan darah. Film ini bicara tentang ketakutan manusia yang paling dasar: ditinggalkan, diabaikan, tidak lagi diinginkan.

Horor sering kali menjadi cara paling jujur untuk membicarakan kecemasan sosial.

Satu juta penonton bukan sekadar angka. Itu tanda bahwa cerita lokal, jika dikemas dengan serius, bisa bersaing dan bahkan mendominasi.

Sekarang pertanyaannya sederhana: setelah Kuyank, semesta mana lagi yang siap membuat kita merinding sekaligus bercermin? @eko

Tags: Film Indonesia

Kamu Melewatkan Ini

Saputra Kori: Dari Parodi Tik Tok ke Tria yang Mencintai Ibunya

Saputra Kori: Dari Parodi Tik Tok ke Tria yang Mencintai Ibunya

by dimas
Juni 5, 2026

Saputra Kori membuktikan dirinya bukan sekadar kreator TikTok. Dari video parodi hingga memerankan Tria dalam film Jangan Buang Ibu, ia...

“Jangan Buang Ibu”: Saat Rindu Tak Lagi Punya Waktu

“Jangan Buang Ibu”: Saat Rindu Tak Lagi Punya Waktu

by dimas
Juni 3, 2026

Jangan Buang Ibu mengangkat luka keluarga, trauma kehilangan, dan kerinduan yang terlambat disadari saat waktu bersama orang tua semakin menipis....

Jangan Buang Ibu: Film yang Menampar Anak Sebelum Penyesalan Datang

Film Jangan Buang Ibu: Kesepian di Balik Pengorbanan

by dimas
Juni 3, 2026

Jangan Buang Ibu menjadi drama keluarga yang menyentuh tentang pengorbanan seorang ibu dan anak-anak yang terlambat menyadari makna kehadirannya. Tabooo.id...

Next Post
Gempuran Sepekan, Saham-Saham Ini Tersungkur hingga 49 Persen

Gempuran Sepekan, Saham-Saham Ini Tersungkur hingga 49 Persen

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id