Selasa, Juli 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KPK Tetapkan Lima Tersangka Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

by dimas
Januari 12, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membongkar praktik suap di sektor pajak. Kali ini, lembaga antirasuah menetapkan lima tersangka dalam dugaan suap pemeriksaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara periode 2021-2026. Penetapan itu menyusul Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang KPK gelar di Jakarta Utara pada Jumat (9/1/2026).

Kasus ini kembali menampar wajah sistem perpajakan nasional. Di satu sisi, negara mengandalkan pajak sebagai tulang punggung penerimaan. Namun di sisi lain, aparat yang memegang kewenangan justru diduga memperjualbelikan jabatan.

Peran Pejabat Pajak dan Pihak Swasta

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menegaskan penyidik menetapkan lima tersangka setelah mengantongi bukti yang cukup.

“Berdasarkan kecukupan alat bukti, paling tidak ada dua alat bukti, kami menetapkan lima orang sebagai tersangka,” tegas Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Minggu (11/1/2026).

Dari lima tersangka, tiga orang berasal dari internal pajak. Mereka adalah DWB selaku Kepala KPP Madya Jakarta Utara, AGS sebagai Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi, serta ASB yang bertugas sebagai tim penilai. Sementara itu, dua tersangka lain berasal dari pihak swasta, yakni ABD selaku konsultan pajak dan EY sebagai staf perusahaan wajib pajak.

Ini Belum Selesai

Nelayan Kecil Kehilangan Solar, Kapal Besar Dapat BBM Murah

Kekeringan Ekstrem di Gunungkidul, Warga Jual Ternak Demi Air

Selanjutnya, KPK langsung menahan seluruh tersangka selama 20 hari pertama, terhitung sejak 11 hingga 30 Januari 2026. Para tersangka menjalani penahanan di Rumah Tahanan Negara Cabang Gedung Merah Putih KPK.

Dugaan Suap untuk Pangkas Pajak

Dalam konstruksi perkara, KPK menyebut ABD dan EY berperan sebagai pemberi suap. Penyidik menilai keduanya melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b serta Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebaliknya, tiga pejabat pajak diduga menerima suap untuk memuluskan pengurangan kewajiban pajak perusahaan. Atas perbuatan itu, KPK menjerat mereka dengan Pasal 12 huruf a atau b dan Pasal 12B Undang-Undang Tipikor yang mengatur suap dan gratifikasi.

Dengan jerat tersebut, para tersangka terancam hukuman berat, mulai dari pidana penjara belasan tahun hingga denda miliaran rupiah.

OTT Ungkap Modus Terstruktur

OTT yang membuka perkara ini berlangsung di Jakarta Utara. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto memastikan operasi tersebut menyasar pegawai pajak.

“Iya benar, OTT di Jakarta Utara. Pegawai pajak Kantor Wilayah Jakarta Utara,” ujar Fitroh saat dikonfirmasi, Sabtu (10/1/2026).

Sementara itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa dari delapan orang yang diamankan, empat di antaranya merupakan pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Empat lainnya berasal dari pihak swasta, termasuk perusahaan di sektor pertambangan.

Menurut Budi, para tersangka mengatur pemeriksaan pajak agar nilai kewajiban perusahaan turun. Modus ini melibatkan negosiasi langsung antara aparat pajak dan konsultan. KPK menduga praktik tersebut berjalan secara sistematis.

Publik Jadi Korban Utama

Kasus ini tidak berhenti sebagai pelanggaran hukum semata. Praktik suap pajak langsung menggerus penerimaan negara yang seharusnya kembali ke publik dalam bentuk layanan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Warga yang taat pajak menjadi pihak paling dirugikan. Saat sebagian orang mampu “membeli” keringanan pajak, beban pembangunan justru berpindah ke masyarakat luas yang tidak punya akses kekuasaan.

OTT ini kembali menegaskan satu hal reformasi birokrasi belum sepenuhnya menutup celah korupsi di sektor pajak. Di tengah gencarnya negara menagih kepatuhan rakyat, kasus ini menyisakan sindiran pahit yang paling lihai menghindari pajak sering kali justru mereka yang paham aturan, lalu memilih melanggarnya. @dimas

Tags: Budi PrasetyoJakarta UtaraJuru Bicara KPKKorupsi di IndonesiaKPKottpajaksuap

Kamu Melewatkan Ini

Tak Dipakaikan Rompi, Febrie Resmi Jadi Tersangka

Tak Dipakaikan Rompi, Febrie Resmi Jadi Tersangka

by dimas
Juli 26, 2026

Febrie Adriansyah resmi ditetapkan sebagai tersangka dugaan TPPU. Penahanan tanpa rompi merah memicu sorotan publik terhadap konsistensi penegakan hukum. Tabooo.id...

Pajak Dijaga Aparat: Membangun Kepatuhan atau Ketakutan?

Pajak Dijaga Aparat: Membangun Kepatuhan atau Ketakutan?

by dimas
Juli 22, 2026

Pajak Dijaga Aparat, apakah membangun kepatuhan atau ketakutan? Keterlibatan aparat dalam pengawasan perpajakan memunculkan perdebatan tentang batas peran negara, kepercayaan...

KPK Tahan Bupati Lombok Barat, Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar

OTT KPK: Bupati Lombok Barat Terseret Korupsi Rp9,06 Miliar

by dimas
Juli 21, 2026

KPK menahan Bupati Lombok Barat bersama dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang, suap, dan gratifikasi. Penyidik menyita barang...

Next Post
39 Prajurit Berprestasi di SEA Games, TNI Resmi Rancang Batalyon Olahraga

39 Prajurit Berprestasi di SEA Games, TNI Resmi Rancang Batalyon Olahraga

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id