Sabtu, April 11, 2026
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

KPK Angkut Dokumen dan Bukti Digital: Siapa Lagi Terseret Kasus Madiun?

April 8, 2026
in Nasional, News
A A
Kasus Madiun Melebar, KPK Panggil Orang Dekat Maidi dan Komut Hemas Buana

Tersangka korupsi proyek dan dana CSR Pemkot Madiun, Maidi dan Thariq Megah, usai diperiksa di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Selasa (20/1/2026). (Foto istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kasus korupsi di Kota Madiun belum benar-benar mereda. Justru sebaliknya, Komisi Pemberantasan Korupsi terus memperluas penyelidikan. Kali ini, penyidik menyasar rumah pejabat daerah dan pihak swasta untuk membongkar dugaan praktik fee proyek.

KPK Bergerak Cepat, Bukti Langsung Dikunci

Pada Senin (6/4/2026), penyidik KPK menggeledah rumah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun, Noor Aflah. Lalu, sehari setelahnya, tim melanjutkan langkah ke rumah dua pihak swasta.

Dalam proses itu, penyidik tidak sekadar mencari. Mereka langsung mengamankan barang bukti penting.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan temuan tersebut.

“Dalam geledah tersebut, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti elektronik dan dokumen yang diduga terkait dengan perkaranya, yakni dugaan pemerasan dengan modus fee (imbalan) proyek dan dana CSR serta penerimaan lainnya atau gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur,” ujar Budi, Rabu (8/4/2026).

BacaJuga

Bukan Sekadar Tutup Toko, Ini Strategi Bertahan di Era E-Commerce

H&M Tutup 160 Toko: Strategi Cerdas atau Tanda Ritel Fisik Mulai Tumbang?

Dari OTT ke Pengembangan Kasus

Sebelumnya, pada 19 Januari 2026, KPK lebih dulu menggelar operasi tangkap tangan. Dalam operasi itu, penyidik langsung menangkap Wali Kota Madiun Maidi.

Tak berhenti di situ, sehari kemudian KPK menetapkan tiga tersangka. Selain Maidi, penyidik juga menjerat Rochim Ruhdiyanto dan Thariq Megah.

Artinya, kasus ini terus berkembang. KPK tidak berhenti pada OTT, tetapi langsung menelusuri jaringan yang lebih luas.

Dua Skema Korupsi: Tekanan dan Transaksi

KPK kemudian memetakan pola korupsi dalam dua skema utama.

Pertama, praktik pemerasan melalui fee proyek dan dana CSR. Dalam skema ini, pihak tertentu diduga harus “membayar” untuk mendapatkan proyek.

Kedua, praktik gratifikasi. Dalam pola ini, pejabat menerima keuntungan dari proyek atau kebijakan yang mereka kendalikan.

Dengan kata lain, proyek publik tidak lagi murni soal pembangunan. Sebaliknya, proyek berubah menjadi ruang transaksi tertutup.

Kesimpulan: Lingkaran Kasus Masih Bisa Melebar

Sejauh ini, KPK sudah mengantongi bukti awal dan memetakan pola permainan. Namun, penyelidikan belum berhenti.

Jika aliran dana terus ditelusuri, bukan tidak mungkin nama baru akan muncul. Karena itu, penggeledahan ini bisa menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih besar.

Lalu, pertanyaannya sederhana sampai di mana praktik ini berlangsung dan siapa lagi yang ikut bermain? @dimas

Tags: BerantasDaerahDana CSRFee ProyekhukumIndonesiakorupsikpkLokalmadiunottPolitik

REKOMENDASI TABOOO

Indonesia Aman Saat PD III atau Ini Sekadar Narasi yang Kita Percaya?

Indonesia Aman Saat PD III atau Ini Sekadar Narasi yang Kita Percaya?

by dimas
April 11, 2026

Tabooo.id: Deep - Di tengah dunia yang makin panas oleh konflik, satu klaim muncul dan terasa menenangkan. Indonesia masuk daftar...

Yang Diperbanyak Motor, yang Dibatasi Riset: Ini Prioritas atau Ilusi?

Yang Diperbanyak Motor, yang Dibatasi Riset: Ini Prioritas atau Ilusi?

by dimas
April 11, 2026

Tabooo.id: Talk - Negara bergerak cepat. Namun, ke mana arah langkah itu?Saat pemerintah menyiapkan 25.000 motor, hanya 13.000 riset yang...

Peci, Kamera, dan Kekuasaan: Siapa Mengendalikan Citra Soekarno di Istana?

Peci, Kamera, dan Kekuasaan: Siapa Mengendalikan Citra Soekarno di Istana?

by dimas
April 11, 2026

Tabooo.id: Vibes - Di Istana, kamera tidak pernah berdiri netral. Justru sebaliknya, satu jepretan bisa mengubah posisi wartawan dalam hitungan...

Next Post
Sosok di Balik Pesawat Pertama RI Tutup Usia: Nyak Sandang Berpulang

Sosok di Balik Pesawat Pertama RI Tutup Usia: Nyak Sandang Berpulang

Recommended

Viral Pecahan Roket di Lampung, Hoaks atau Nyata? Ini Jawabannya

Viral Pecahan Roket di Lampung, Hoaks atau Nyata? Ini Jawabannya

April 6, 2026
Kedelai Naik, Tahu-Tempe Menyusut: Bertahan atau Pelan-Pelan Tumbang?

Kedelai Naik, Tahu-Tempe Menyusut: Bertahan atau Pelan-Pelan Tumbang?

April 8, 2026

Popular

Materialisme Tan Malaka: Realita Itu Nyata, Tapi Apa Kamu Siap Menerima? – Madilog Series #1

Materialisme Tan Malaka: Realita Itu Nyata, Tapi Apa Kamu Siap Menerima? – Madilog Series #1

April 10, 2026

Siapa Ibu Sebenarnya? Teror Psikologis di Balik Legenda Malin Kundang

April 2, 2026

Tabooo.id Mulai Bedah Pemikiran Tokoh Besar

April 11, 2026

Tambang Tanpa Izin Berujung Maut, Siapa Bertanggung Jawab?

April 10, 2026

Parkir Berbayar Tapi Tak Aman: Siapa Harus Bertanggung Jawab?

April 11, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.