Jumat, September 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KPK Angkut Dokumen dan Bukti Digital: Siapa Lagi Terseret Kasus Madiun?

by dimas
April 8, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kasus korupsi di Kota Madiun belum benar-benar mereda. Justru sebaliknya, Komisi Pemberantasan Korupsi terus memperluas penyelidikan. Kali ini, penyidik menyasar rumah pejabat daerah dan pihak swasta untuk membongkar dugaan praktik fee proyek.

KPK Bergerak Cepat, Bukti Langsung Dikunci

Pada Senin (6/4/2026), penyidik KPK menggeledah rumah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun, Noor Aflah. Lalu, sehari setelahnya, tim melanjutkan langkah ke rumah dua pihak swasta.

Dalam proses itu, penyidik tidak sekadar mencari. Mereka langsung mengamankan barang bukti penting.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan temuan tersebut.

“Dalam geledah tersebut, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti elektronik dan dokumen yang diduga terkait dengan perkaranya, yakni dugaan pemerasan dengan modus fee (imbalan) proyek dan dana CSR serta penerimaan lainnya atau gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur,” ujar Budi, Rabu (8/4/2026).

Ini Belum Selesai

Pemerintah Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi, Ada Apa?

Bakar Sampah Berujung Kebakaran Kabel PT Sangsaka di Bantul

Dari OTT ke Pengembangan Kasus

Sebelumnya, pada 19 Januari 2026, KPK lebih dulu menggelar operasi tangkap tangan. Dalam operasi itu, penyidik langsung menangkap Wali Kota Madiun Maidi.

Tak berhenti di situ, sehari kemudian KPK menetapkan tiga tersangka. Selain Maidi, penyidik juga menjerat Rochim Ruhdiyanto dan Thariq Megah.

Artinya, kasus ini terus berkembang. KPK tidak berhenti pada OTT, tetapi langsung menelusuri jaringan yang lebih luas.

Dua Skema Korupsi: Tekanan dan Transaksi

KPK kemudian memetakan pola korupsi dalam dua skema utama.

Pertama, praktik pemerasan melalui fee proyek dan dana CSR. Dalam skema ini, pihak tertentu diduga harus “membayar” untuk mendapatkan proyek.

Kedua, praktik gratifikasi. Dalam pola ini, pejabat menerima keuntungan dari proyek atau kebijakan yang mereka kendalikan.

Dengan kata lain, proyek publik tidak lagi murni soal pembangunan. Sebaliknya, proyek berubah menjadi ruang transaksi tertutup.

Kesimpulan: Lingkaran Kasus Masih Bisa Melebar

Sejauh ini, KPK sudah mengantongi bukti awal dan memetakan pola permainan. Namun, penyelidikan belum berhenti.

Jika aliran dana terus ditelusuri, bukan tidak mungkin nama baru akan muncul. Karena itu, penggeledahan ini bisa menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih besar.

Lalu, pertanyaannya sederhana sampai di mana praktik ini berlangsung dan siapa lagi yang ikut bermain? @dimas

Tags: BerantasDaerahDana CSRFee ProyekKorupsi di IndonesiaKPKKriminal & HukumLokalmadiunNasionalottPolitik Indonesia

Kamu Melewatkan Ini

OTT ATR/BPN: Bayangan Kekuasaan di Balik Sertifikat Tanah

OTT ATR/BPN: Bayangan Kekuasaan di Balik Sertifikat Tanah

by dimas
September 17, 2026

OTT ATR/BPN mengungkap dugaan jalur informal dalam pengurusan sertifikat tanah, melibatkan pejabat, perantara, dan orang berpengaruh. Tabooo.id - Uang Rp106,3...

KPK Bongkar Dugaan Suap HGB: Urusan Tanah Berujung Koper Uang

KPK Bongkar Dugaan Suap HGB: Urusan Tanah Berujung Koper Uang

by dimas
September 16, 2026

KPK bongkar dugaan suap pengurusan HGB di ATR/BPN. Delapan tersangka dan barang bukti Rp106,3 miliar mengungkap jejak transaksi urusan tanah....

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

by Tabooo
September 1, 2026

Kementerian Kebudayaan merilis lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Lebih dari 5.000 halaman membawa pembaca dari...

Next Post
Sosok di Balik Pesawat Pertama RI Tutup Usia: Nyak Sandang Berpulang

Sosok di Balik Pesawat Pertama RI Tutup Usia: Nyak Sandang Berpulang

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id