Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kopi Makin Hits, Inflasi Ikut Panas: Wali Kota Solo Soroti Ledakan Coffee Shop

by teguh
Januari 4, 2026
in Regional
A A
Home Reality Regional
Share on Facebook
Share on Twitter

Kopi Makin Ramai, Harga Ikut Panas

Tabooo.id: Regional – Solo sedang harum kopi. Tapi di balik aroma arabika dan latte art yang estetik, ada angka yang ikut naik pelan-pelan inflasi.

Wali Kota Solo, Jawa Tengah, Respati Ardi, menyoroti menjamurnya coffee shop sebagai salah satu faktor yang ikut menekan ekonomi daerah. Pernyataan ini ia sampaikan usai mendampingi Menko Pangan Zulkifli Hasan membuka Pasar Murah di Solo, Jumat (02/01/2026). Pesannya singkat tapi nyeletuk kopi kini bukan cuma gaya hidup, tapi urusan harga.

Bukan Cuma Cabai, Kopi Ikut Nyumbang

Respati mengakui, komoditas klasik seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai masih menjadi penyumbang inflasi tertinggi. Namun cerita inflasi Solo tak berhenti di dapur rumah tangga.

Dalam beberapa tahun terakhir, coffee shop tumbuh seperti jamur habis hujan. Konsumsi kopi meningkat, permintaan biji kopi ikut melonjak, dan harga bahan baku terdorong naik.

“Coffee shop juga menjadi penyumbang inflasi di ekonomi kita,” ujar Respati.

Ini Belum Selesai

Pawai Pembangunan Solo Digelar, Lingkungan Jadi Pesan Utama

Sungai Barito Mengering, Krisis Ekologi Mengintai Kalteng

Ia menilai lonjakan permintaan membuat harga biji kopi bergerak tak wajar. Ada kenaikan yang menurutnya terasa janggal dan berpotensi mengganggu keseimbangan pasar.

174 Coffee Shop, Gaya Hidup yang Mahal

Data Pemkot Solo mencatat 174 coffee shop baru berdiri di kota ini. Angka yang besar untuk kota dengan ritme hidup yang relatif tenang.

Respati menyebut fenomena ini sebagai bagian dari tren gaya hidup. Nongkrong, kerja dari kafe, hingga ngopi harian sudah jadi kebiasaan baru. Namun ia mengingatkan, pertumbuhan satu sektor yang terlalu cepat bisa berisiko.

“Kalau satu industri peningkatannya drastis pasti tidak sehat. Pemerintah harus hadir sebagai penengah,” tegasnya.

Siapa Untung, Siapa Tekan Dompet?

Ledakan coffee shop jelas menguntungkan pemilik usaha, pedagang biji kopi, dan sebagian petani. Pasar membesar, permintaan stabil, dan harga jual naik.

Sebaliknya, konsumen harus merogoh kocek lebih dalam. Di level yang lebih luas, inflasi sektor makanan dan minuman ikut terdorong, dan daya beli masyarakat bisa tergerus perlahan.

Jurus Pemkot: Jaga Pasokan, Redam Harga

Untuk menahan laju harga, Pemkot Solo memilih jalur pasokan. Pemerintah menjalin kerja sama dengan daerah penghasil kopi seperti Temanggung agar harga lebih stabil.

Tujuannya jelas: memastikan rantai pasok tidak saling sikut dan pasar tetap sehat.

“Supaya harganya bisa stabil dan tidak saling bunuh,” kata Respati.

Angka Bicara: Inflasi Masih Terkendali, Tapi Waspada

Berdasarkan data BPS, inflasi tahunan (YoY) Kota Solo per Oktober 2025 tercatat 2,73 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memimpin dengan 12,29 persen, disusul makanan, minuman, dan tembakau 4,21 persen, serta restoran 3,69 persen.

Angka ini memang belum mengkhawatirkan. Tapi pesannya jelas gaya hidup punya harga.

Kopi boleh pahit, latte boleh manis. Tapi ketika segelas kopi ikut mengerek inflasi, mungkin sudah saatnya kita bertanya ini kita ngopi biar rileks, atau justru bikin ekonomi ikut deg-degan? . @teguh

Tags: Ekonomi IndonesiaGaya HidupHargaInflasiKenaikanKomoditasKopiPasokanPemkot SoloSolo

Kamu Melewatkan Ini

Rajamala: Dari Canthik ke Ikon Solo

Rajamala: Dari Canthik ke Ikon Solo

by eko
Agustus 21, 2026

Rajamala menempuh perjalanan dari Canthik hingga menjadi ikon Solo. Namun, seberapa jauh masyarakat memahami cerita dan makna di balik wajah...

Pawai Pembangunan Solo Digelar, Lingkungan Jadi Pesan Utama

Pawai Pembangunan Solo Digelar, Lingkungan Jadi Pesan Utama

by eko
Agustus 21, 2026

45 peserta meriahkan Pawai Pembangunan Solo 2026 dari Perempatan Gendengan menuju depan Bank Indonesia Solo dengan tema Sayangi Semesta, Hidup...

Ketika Regenerasi Putus, Budaya Bisa Kehilangan Masa Depannya

Ketika Regenerasi Putus, Budaya Bisa Kehilangan Masa Depannya

by eko
Agustus 20, 2026

Wayang Potehi kembali hidup di Solo. Namun, pelestarian tidak cukup dengan membuka panggung. Budaya membutuhkan generasi yang mau belajar dan...

Next Post
5 cm Kembali, Tapi Mimpinya Sudah Berubah

5 cm Kembali, Tapi Mimpinya Sudah Berubah

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id