Tabooo.id: Check – Menjelang Natal 2025, media sosial kembali panas. Sebuah video memperlihatkan kerumunan imigran Muslim berdemo di Hamburg, Jerman. Narasi yang menyertainya langsung mengundang emosi mereka disebut memprotes dan menolak Pasar Natal karena dianggap menghina Islam.
Di Facebook, unggahan ini beredar luas dengan caption bernada provokatif. Pesannya singkat, tapi efeknya panjang memicu amarah, prasangka, dan debat tanpa ujung. Tapi tunggu dulu. Benarkah itu aksi penolakan Pasar Natal?
Fakta Sebenarnya: Video Lama, Konteksnya Salah
Tim Cek Fakta Tabooo.id menelusuri jejak video tersebut. Hasilnya cukup jelas narasi yang beredar keliru.
Video itu bukan direkam pada Desember 2025 dan tidak berkaitan dengan Pasar Natal. Rekaman tersebut berasal dari aksi demonstrasi pada 12 Oktober 2025 di Hamburg. Sekitar 1.600 orang turun ke jalan, tetapi tuntutan mereka bukan soal perayaan Natal.
Aksi itu berkaitan dengan kelompok bernama Muslim Interactive, sebuah organisasi yang menyerukan penerapan hukum Syariah dan pendirian sistem khilafah. Beberapa media Eropa, termasuk portal Italia il Giornale, melaporkan bahwa tuntutan mereka merujuk pada model kekhilafahan seperti Ottoman, yang runtuh lebih dari seabad lalu.
Siapa Muslim Interactive dan Kenapa Mereka Disorot?
Muslim Interactive bukan pemain baru. Organisasi ini kerap muncul dalam demonstrasi kontroversial di Jerman. Sejumlah laporan mengaitkan mereka dengan Hizbut Tahrir, organisasi yang telah dilarang di Jerman sejak 2003.
Pada April 2024, kelompok ini juga menggelar aksi serupa dan menuai kritik luas. Meski demikian, otoritas Jerman saat itu tetap mengizinkan demonstrasi selama tidak melanggar hukum. Prinsipnya sederhana kebebasan berkumpul dijamin konstitusi, meskipun pendapatnya tidak populer.
Namun situasi berubah. Pada November 2025, Kementerian Dalam Negeri Federal Jerman resmi melarang Muslim Interactive. Pemerintah menilai aktivitas mereka bertujuan melawan tatanan konstitusional dan membahayakan demokrasi.
Kenapa Bisa Salah Paham?
Potongan video memang mudah memancing asumsi. Apalagi jika dibungkus dengan caption sensasional dan momentum sensitif seperti Natal. Padahal, tidak ada bukti bahwa aksi tersebut menargetkan Pasar Natal atau menolak perayaan umat Kristiani.
Pemeriksa fakta internasional, termasuk AAP, juga sudah membantah klaim serupa sebelumnya. Masalahnya bukan kurang informasi melainkan terlalu cepat percaya.
Kesimpulan: Keliru dan Menyesatkan
Video yang disebut sebagai aksi imigran Muslim menolak Pasar Natal di Hamburg beredar dengan konteks yang salah. Aksi tersebut terjadi pada Oktober 2025 dan berkaitan dengan agenda politik organisasi Muslim Interactive, bukan soal Natal.
Sekali lagi, video lama plus narasi baru sama dengan hoaks segar.
Penutup: Jangan Jadi Korban Emosi Algoritma
Media sosial suka yang bikin marah. Tapi logika tetap perlu bekerja.
Sebelum share, cek dulu biar gak ikut dosa digital. @dimas




