Minggu, Juni 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KGPAA Hamangkunegoro Resmi Jadi Pakoe Boewono XIV: Gen Z di Balik Tahta Kraton Surakarta

by dimas
November 7, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Di usia 23 tahun, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram resmi sebagai SISKS Pakoe Boewono XIV, penerus tahta Karaton Surakarta Hadiningrat. Putra dari almarhum SISKS Pakoe Boewono XIII dan GKR Pakoe Boewono ini menjadi simbol babak baru, tahta Jawa kini dipegang oleh generasi Z.

Lahir di Surakarta, 26 September 2002, Hamangkunegoro dikenal bukan sekadar pewaris darah biru. Ia lulusan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro dengan predikat cumlaude (Juli 2024), dan kini tengah menempuh pendidikan Magister di Universitas Gadjah Mada.

Ia juga dikenal sebagai Direktur Utama PT Sunan Nusantara Media, perusahaan di balik portal digital Indonesiabuzz.com, ruang berita yang berfokus pada budaya, sejarah, dan isu sosial Indonesia.

Langkah itu memperlihatkan arah baru seorang raja muda yang tak hanya menjaga tradisi, tapi juga mengelola media massa, membangun jembatan antara Kraton dan dunia digital.

Dibesarkan dengan disiplin budaya karaton sekaligus pendidikan modern, Hamangkunegoro terbiasa hidup di dua kutub: bahasa leluhur dan algoritma zaman. Sejak kecil ia diajak sang ayah mendaki Gunung Lawu, Pringgodani, dan Parangkusumo, bukan sekadar wisata, tapi ritual napak tilas spiritual Jawa. Kini, jejak itu ia teruskan dalam bentuk kepemimpinan yang berpijak pada akar budaya tapi terbuka terhadap masa depan.

Ini Belum Selesai

Jawa Gelap Bergilir: Cadangan Listrik Hilang, Publik yang Menanggung

LA Indie Movie Jogja Cetak Generasi Baru Sineas Muda

“Menjadi raja bukan soal kekuasaan, tapi tentang menjaga keseimbangan antara masa lalu dan masa depan,” ujarnya dalam sebuah kesempatan.

Di tangan Hamangkunegoro, Kraton mulai berbicara dengan cara baru, bukan hanya lewat upacara dan gamelan, tapi juga lewat kamera, media, dan platform daring. Ia memahami bagaimana generasinya berkomunikasi: cepat, visual, dan terbuka.

Penobatan ini bukan hanya pergantian gelar, tapi juga transformasi simbolik, Kraton Surakarta memasuki era keterbukaan, di bawah pemimpin muda yang paham tradisi sekaligus teknologi.

Langkah awal SISKS Pakoe Boewono XIV ini diyakini akan menentukan arah Karaton Surakarta ke depan, antara melestarikan warisan atau menulis ulang cara baru menjadi raja.

Lalu, di zaman ketika viral bisa lebih cepat dari sabda raja, mampukah Hamangkunegoro menjaga sakralitas takhta di tengah dunia digital? @red

Tags: BudayaRaja MudaSejarah

Kamu Melewatkan Ini

Ki Ngabehi Soerodiwirjo dan Rahasia di Balik Lahirnya Setia Hati

Ki Ngabehi Soerodiwirjo dan Rahasia di Balik Lahirnya Setia Hati

by dimas
Juni 21, 2026

Ki Ngabehi Soerodiwirjo menempuh perjalanan panjang melintasi Nusantara untuk mencari jati diri. Dari pencarian itulah lahir Persaudaraan Setia Hati, warisan...

Malam Satu Suro: Horor atau Sekadar Mitos?

Malam Satu Suro: Horor atau Sekadar Mitos?

by dimas
Juni 18, 2026

Benarkah Malam Satu Suro identik dengan makhluk gaib dan kesialan? Simak fakta sejarah, tradisi, dan mitos yang selama ini bercampur...

Sesaji, Tradisi, atau Syirik? Perdebatan Bersih Desa Tak Pernah Usai

Bersih Desa: Antara Tradisi, Sesaji, dan Tuduhan Syirik

by dimas
Juni 17, 2026

Perdebatan Bersih Desa tak pernah usai. Tradisi sesaji, ajaran agama, dan identitas Jawa terus bertemu dalam ritual yang memicu pro...

Next Post
Garuda Muda Tantang Brasil: Bukan Tentang Menang, Tapi Tentang Berani

Garuda Muda Tantang Brasil: Bukan Tentang Menang, Tapi Tentang Berani

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id