Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KGPAA Hamangkunegoro Resmi Jadi Pakoe Boewono XIV: Gen Z di Balik Tahta Kraton Surakarta

by dimas
November 7, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Di usia 23 tahun, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram resmi sebagai SISKS Pakoe Boewono XIV, penerus tahta Karaton Surakarta Hadiningrat. Putra dari almarhum SISKS Pakoe Boewono XIII dan GKR Pakoe Boewono ini menjadi simbol babak baru, tahta Jawa kini dipegang oleh generasi Z.

Lahir di Surakarta, 26 September 2002, Hamangkunegoro dikenal bukan sekadar pewaris darah biru. Ia lulusan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro dengan predikat cumlaude (Juli 2024), dan kini tengah menempuh pendidikan Magister di Universitas Gadjah Mada.

Ia juga dikenal sebagai Direktur Utama PT Sunan Nusantara Media, perusahaan di balik portal digital Indonesiabuzz.com, ruang berita yang berfokus pada budaya, sejarah, dan isu sosial Indonesia.

Langkah itu memperlihatkan arah baru seorang raja muda yang tak hanya menjaga tradisi, tapi juga mengelola media massa, membangun jembatan antara Kraton dan dunia digital.

Dibesarkan dengan disiplin budaya karaton sekaligus pendidikan modern, Hamangkunegoro terbiasa hidup di dua kutub: bahasa leluhur dan algoritma zaman. Sejak kecil ia diajak sang ayah mendaki Gunung Lawu, Pringgodani, dan Parangkusumo, bukan sekadar wisata, tapi ritual napak tilas spiritual Jawa. Kini, jejak itu ia teruskan dalam bentuk kepemimpinan yang berpijak pada akar budaya tapi terbuka terhadap masa depan.

Ini Belum Selesai

Bukan Cuma Soal Motor, Ketika Komunitas Jadi Tempat Mencari Arah

Desa Adat Sade Terbakar, Ratusan Rumah Sasak Ludes dalam Semalam

“Menjadi raja bukan soal kekuasaan, tapi tentang menjaga keseimbangan antara masa lalu dan masa depan,” ujarnya dalam sebuah kesempatan.

Di tangan Hamangkunegoro, Kraton mulai berbicara dengan cara baru, bukan hanya lewat upacara dan gamelan, tapi juga lewat kamera, media, dan platform daring. Ia memahami bagaimana generasinya berkomunikasi: cepat, visual, dan terbuka.

Penobatan ini bukan hanya pergantian gelar, tapi juga transformasi simbolik, Kraton Surakarta memasuki era keterbukaan, di bawah pemimpin muda yang paham tradisi sekaligus teknologi.

Langkah awal SISKS Pakoe Boewono XIV ini diyakini akan menentukan arah Karaton Surakarta ke depan, antara melestarikan warisan atau menulis ulang cara baru menjadi raja.

Lalu, di zaman ketika viral bisa lebih cepat dari sabda raja, mampukah Hamangkunegoro menjaga sakralitas takhta di tengah dunia digital? @red

Tags: BudayaRaja MudaSejarah

Kamu Melewatkan Ini

Tradisi Harus Dipercaya atau Cukup Dilestarikan?

Tradisi Harus Dipercaya atau Cukup Dilestarikan?

by eko
Agustus 20, 2026

Haruskah generasi muda percaya semua mitos di balik tradisi? Sekaten menunjukkan budaya tetap hidup meski cara pandang berubah. Tabooo.id -...

Nginang di Sekaten: Saat Sirih Menjaga Jejak Tradisi

Nginang di Sekaten: Saat Sirih Menjaga Jejak Tradisi

by eko
Agustus 20, 2026

Tradisi nginang kembali hadir di Sekaten Solo. Dari sirih hingga beberangen, kebiasaan lama ini menjaga jejak budaya lintas generasi. Tabooo.id...

Haul Ki Ageng Tarub: Perkuat Simbol Budaya dan Wisata Religi

Haul Ki Ageng Tarub: Perkuat Budaya dan Wisata Religi

by dimas
Juli 29, 2026

Haul Ki Ageng Tarub di Grobogan memperkuat pelestarian budaya dan wisata religi melalui kirab budaya, rebutan gunungan, wilujengan, dan nyadran....

Next Post
Garuda Muda Tantang Brasil: Bukan Tentang Menang, Tapi Tentang Berani

Garuda Muda Tantang Brasil: Bukan Tentang Menang, Tapi Tentang Berani

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id