Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kasus X di Prancis dan Alarm Bahaya Media Sosial

by teguh
Mei 8, 2026
in Reality, Teknologi
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Teknologi – Pernah nggak sih kamu buka media sosial cuma niat scroll sebentar, tapi malah terpancing emosi, ikut debat panas, atau tiba-tiba merasa dunia lagi kacau banget? Tenang, kamu nggak lebay. Bisa jadi, itu bukan murni perasaanmu. Bisa jadi, algoritma yang sedang “mengatur panggung”.

Belakangan ini, drama besar datang dari X platform media sosial milik Elon Musk. Otoritas Prancis menggeledah kantor cabang X di negara tersebut. Unit kejahatan siber kejaksaan Paris memimpin langkah ini, dengan dukungan Europol dan kepolisian Prancis. Penggeledahan itu menjadi bagian dari penyelidikan panjang yang sudah berjalan sejak Januari tahun lalu.

Isunya bukan sepele. Jaksa menyelidiki dugaan bias algoritma, campur tangan asing, hingga penyebaran konten berbahaya. Nama Elon Musk dan mantan CEO X, Linda Yaccarino, bahkan masuk daftar pihak yang dipanggil untuk hadir dalam sidang pada April mendatang. Dari sini, satu pertanyaan besar muncul seberapa netral sebenarnya media sosial yang kita pakai setiap hari?

Algoritma, Bukan Lagi Sekadar Mesin

Kasus ini mencuat setelah Eric Bothorel, anggota parlemen Prancis, menyuarakan kekhawatiran soal algoritma X. Ia menilai platform tersebut menunjukkan bias sejak Musk mengambil alih pada 2022. Ia juga menuding adanya perubahan pengelolaan yang berpotensi memengaruhi arus informasi politik.

Masalahnya, ini bukan cuma tudingan politisi. Seorang pejabat keamanan siber pemerintahan juga mengajukan gugatan terpisah. Ia menilai algoritma X kini lebih sering memperkuat konten politik yang merugikan. Jaksa bahkan menyebut adanya dugaan penggunaan algoritma untuk tujuan campur tangan asing.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Di era digital, algoritma tidak lagi bekerja di balik layar. Algoritma ikut menentukan apa yang kita lihat, apa yang kita percaya, dan apa yang kita anggap penting. Tanpa sadar, ia membentuk realitas versi kita masing-masing.

Grok dan Batas Etika yang Dilanggar

Masalah X tidak berhenti di algoritma feed. Perhatian publik juga tertuju pada Grok, chatbot kecerdasan buatan buatan xAI yang terintegrasi langsung ke X. Jaksa Prancis mulai menyelidiki Grok sejak November lalu. Penyebabnya serius chatbot ini sempat menghasilkan konten berbahasa Prancis yang mempertanyakan keberadaan kamar gas di Auschwitz.

Belum selesai di situ, Grok kembali memicu kemarahan global. Pengguna menemukan celah yang memungkinkan pembuatan materi seksual eksplisit tanpa persetujuan, termasuk yang melibatkan perempuan dan anak-anak. Di titik ini, diskusi bergeser dari teknologi ke etika.

AI memang pintar. Namun, tanpa batas dan pengawasan, ia bisa menjadi alat yang memperbesar sisi gelap internet. Apa yang awalnya diklaim sebagai inovasi malah berubah menjadi ancaman nyata.

Kenapa Semua Ini Relevan dengan Lifestyle Kita?

Mungkin kamu berpikir, “Ini urusan politik Eropa, ngapain gue peduli?” Justru di sinilah masalahnya. Media sosial sudah menyatu dengan gaya hidup kita. Kita pakai X, Instagram, atau TikTok untuk cari hiburan, berita, bahkan validasi diri.

Saat algoritma condong ke arah tertentu, ia tidak hanya memengaruhi opini politik. Ia juga memengaruhi kesehatan mental. Konten yang terlalu ekstrem memicu kecemasan. Feed yang penuh konflik memicu kelelahan emosional. Deepfake dan konten manipulatif merusak rasa aman, terutama bagi perempuan.

Banyak riset menunjukkan bahwa paparan konten negatif berulang meningkatkan stres dan rasa tidak berdaya. Sayangnya, algoritma sering kali justru mendorong konten seperti itu karena dianggap “engaging”.

Apa Artinya Buat Kita?

Kasus X di Prancis menjadi alarm keras. Dunia mulai sadar bahwa platform digital tidak bisa berjalan tanpa kontrol. Transparansi algoritma bukan lagi tuntutan idealis, tapi kebutuhan sosial.

Buat kamu sebagai pengguna, kesadaran menjadi kunci. Kita perlu lebih kritis saat mengonsumsi konten. Kita juga perlu berani rehat ketika media sosial terasa terlalu bising. Mengatur ulang siapa yang kita follow, membatasi waktu layar, dan tidak langsung percaya pada satu sumber bisa jadi bentuk perlawanan kecil yang berdampak besar.

Media sosial seharusnya membantu kita terhubung, bukan memanipulasi emosi. Teknologi seharusnya memperkaya hidup, bukan mengacaukannya. Jadi, lain kali saat kamu merasa capek mental setelah scroll, coba tanya diri sendiri ini perasaanku, atau algoritma yang sedang bermain?

Karena di dunia digital hari ini, menjaga kesehatan pikiran sama pentingnya dengan menjaga koneksi internet. @teguh

Tags: algoritmaChatbotEtikaGrokHiburanInstagraminternetJaksaKasusKontenLifestyleMedia SosialOpiniPrancisTikTok

Kamu Melewatkan Ini

Wahyu Keprabon adalah Suara Rakyat, Takhta adalah Dukungan Rakyat

Wahyu Keprabon adalah Suara Rakyat, Takhta adalah Dukungan Rakyat

by Tabooo
Mei 29, 2026

Wahyu Keprabon hari ini tidak bisa lagi hanya dibaca sebagai tanda langit. Dalam demokrasi modern, rakyatlah yang menghidupkan wahyu itu...

Tubuhmu Sebenarnya Kuat atau Cuma Bertahan Karena Kafein?

Tubuhmu Sebenarnya Kuat atau Cuma Bertahan Karena Kafein?

by teguh
Mei 26, 2026

Ada orang yang tidak bisa memulai pagi tanpa kopi. Ada juga yang merasa hidupnya “mati gaya” kalau belum menyeruput Americano...

Secangkir Kopi Tiap Hari: Ritual Produktif atau Alarm Tubuh yang Pelan-Pelan Menyala?

Secangkir Kopi Tiap Hari: Ritual Produktif atau Alarm Tubuh yang Pelan-Pelan Menyala?

by teguh
Mei 26, 2026

Buat sebagian orang, pagi tanpa kopi terasa seperti laptop tanpa baterai hidup, tapi sulit menyala. Secangkir kopi sudah berubah jadi...

Next Post
IHSG Naik Tipis di Pembukaan, Peluang Penguatan Masih Terbuka

IHSG Naik Tipis di Pembukaan, Peluang Penguatan Masih Terbuka

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id