Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kasus Digitalisasi SPBU: Dua Saksi Mangkir, KPK Soroti Ketidakhadiran Tanpa Alasan

by jeje
Oktober 15, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo: News – Kasus dugaan korupsi proyek digitalisasi SPBU Pertamina kembali menjadi sorotan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi bahwa dua saksi yang dijadwalkan hadir pada Senin (13/10/2025) tidak memenuhi panggilan tanpa memberikan alasan.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, kedua saksi tersebut adalah Direktur Utama PT Hanindo Citra John Tangkey dan pegawai TRG Investama Aya Natalia. “Saksi satu dan dua tidak hadir tanpa ada konfirmasi,” kata Budi di Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Dua Saksi Lain Ajukan Penjadwalan Ulang

Selain dua saksi tersebut, KPK juga memanggil Iskandarsyah selaku Business Development Head PT Hanindo Citra. Mereka juga memanggil Suhendra Kurniawan selaku Manajer Keuangan PT Hanindo Citra. Keduanya belum hadir, namun sudah mengajukan penjadwalan ulang pemeriksaan.

Menurut Budi, pemeriksaan saksi menjadi bagian penting dari proses penyidikan. Terutama dalam kasus yang melibatkan proyek digitalisasi SPBU di PT Pertamina (Persero) periode 2018–2023. KPK menilai ada indikasi penyimpangan sejak tahap awal pengadaan proyek ini.

Perjalanan Panjang Kasus

KPK menaikkan status perkara ini dari penyelidikan menjadi penyidikan pada September 2024. Beberapa bulan kemudian, tepatnya Januari 2025, lembaga antirasuah tersebut mulai memanggil sejumlah saksi. Tiga orang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pada 31 Januari 2025.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Kini, penyidikan kasus ini memasuki tahap akhir. KPK bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menghitung potensi kerugian negara yang muncul dari proyek bernilai besar tersebut.

Tersangka Lama Kembali Disorot

Pada 6 Oktober 2025, KPK mengungkapkan bahwa salah satu tersangka dalam kasus digitalisasi SPBU juga terlibat dalam perkara lain. Perkara tersebut adalah korupsi pengadaan mesin Electronic Data Capture (EDC) di Bank Rakyat Indonesia (BRI) periode 2020–2024.

Tersangka bernama Elvizar. Saat proyek digitalisasi SPBU, ia menjabat sebagai Direktur PT Pasifik Cipta Solusi. Kini ia menjadi Direktur Utama perusahaan yang sama dalam kasus EDC.

Refleksi atas Proyek Digital

Kasus digitalisasi SPBU menunjukkan bahwa proyek berbasis teknologi tidak selalu bebas dari praktik korupsi. Sistem digital dirancang untuk menciptakan transparansi, tetapi tanpa integritas pelaku, teknologi bisa menjadi tameng baru bagi penyimpangan.

KPK kini berupaya menuntaskan kasus ini. Tujuannya agar publik tahu bahwa transparansi sejati tidak lahir dari sistem semata. Tetapi dari komitmen manusia di baliknya. @jeje

Tags: digitalisasiKorupsi di IndonesiaKPKPertaminaspbu

Kamu Melewatkan Ini

BBM Tersendat, ASN WFH Jadi Jawaban: Bagaimana dengan Akar Masalahnya?

BBM Tersendat, ASN WFH Jadi Jawaban: Bagaimana dengan Akar Masalahnya?

by teguh
Oktober 19, 2026

BBM tersendat Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember kembali mengganggu mobilitas masyarakat. Di...

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

by teguh
Oktober 19, 2026

Antrean BBM belum normal, aktivitas masyarakat ikut terganggu. Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, kembali menerapkan kebijakan untuk ASN Jember WFH...

Dana Karhutla Ikut Dikorupsi, KPK Telusuri Pengadaan HT BNPB

Dana Karhutla Ikut Dikorupsi, KPK Telusuri Pengadaan HT BNPB

by dimas
Oktober 16, 2026

Dana karhutla diduga ikut dikorupsi dalam perkara Dana Siap Pakai BNPB. KPK menelusuri pengadaan alat komunikasi HT untuk penanganan kebakaran...

Next Post
Bus Terbakar di Tol Kelapa Gading, Kerugian Capai Rp 2 Miliar

Bus Terbakar di Tol Kelapa Gading, Kerugian Capai Rp 2 Miliar

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id