Tabooo.id: Sports – Malam-malam di Serie A tak lagi terasa sunyi bagi sepak bola Indonesia. Setiap tekel, sapuan, dan duel udara Jay Idzes kini punya bobot berbeda. Bukan cuma soal bertahan, tapi soal harga diri. Kapten Timnas Indonesia itu sedang berada di puncak momentumnya dan angka di bursa pemain ikut bicara lantang.
Dari Serie A ke Bursa Nilai Fantastis
Performa konsisten Jay Idzes bersama Sassuolo langsung tercermin di pasar. Situs Transfermarkt merilis pembaruan terbaru: nilai pasar Idzes melonjak ke angka 10 juta euro atau sekitar Rp197,5 miliar. Angka itu bukan sekadar statistik dingin. Itu adalah simbol lonjakan karier yang brutal dalam dua tahun terakhir.
Pada Maret 2025, harga Idzes masih berada di kisaran 5 juta euro. Tiga bulan kemudian, Juni 2025, nilainya naik ke 7,5 juta euro. Kini, di penghujung tahun, grafiknya menembus level baru. Jika ditarik lebih jauh, lonjakan ini terasa makin dramatis. Saat bergabung dengan Venezia pada Januari 2023, nilai pasarnya hanya sekitar 600 ribu euro. Dari ratusan ribu ke puluhan juta cerita klasik underdog yang jadi nyata.
Benteng Sassuolo yang Sulit Ditembus
Musim 2025/2026 menjadi panggung pembuktian Idzes. Ia sudah tampil dalam 15 pertandingan Serie A bersama Sassuolo, berduet dengan Tarik Muharemovic di jantung pertahanan. Kombinasi ini memberi hasil konkret 6 kemenangan dan 3 hasil imbang, dengan 4 clean sheet tercatat di papan skor.
Sassuolo mungkin bukan raksasa Italia, tetapi lini belakang mereka berbicara keras. Setiap sapuan Idzes, setiap duel yang ia menangkan, ikut menaikkan reputasinya. Tak heran jika rumor ketertarikan klub-klub besar seperti AC Milan dan Inter Milan mulai beredar. Serie A mencium konsistensi, dan pasar selalu menghargainya.
Lebih Mahal dari Satu Tim Asia Tenggara
Yang membuat cerita ini makin panas: nilai pasar Jay Idzes kini melampaui total nilai skuad beberapa tim nasional Asia Tenggara. Tanpa menghitung pemain naturalisasi yang sedang terkena sanksi FIFA, nilai pasar Timnas Malaysia berada di kisaran 7,75 juta euro. Vietnam menyusul di 6,25 juta euro. Thailand paling mendekat dengan 9,08 juta euro, tetapi tetap belum menyentuh angka Idzes sendirian.
Satu pemain, satu harga, lebih mahal dari satu tim nasional. Sulit membantah fakta ini.
Lebih dari Angka, Ini Soal Arah
Nilai 10 juta euro memang tidak mencetak gol. Namun, angka itu menandai perubahan cara dunia memandang pemain Indonesia. Jay Idzes berdiri di persimpangan penting ia bukan sekadar bek andalan Sassuolo, tapi simbol bahwa pemain Timnas Indonesia bisa bersaing dan dihargai di level tertinggi.
Pertanyaannya kini sederhana apakah lonjakan ini akan berhenti sebagai angka, atau justru menjadi awal era baru bagi sepak bola Indonesia di Eropa?




