Tabooo.id : Vibes – Pagi itu terasa berbeda. Bukan karena rutenya baru, tapi karena warganya benar-benar hadir. Jalan santai dalam rangka Tahun Baru Saka 1948 di Banjar Legian Kulod berubah jadi lebih dari sekadar kegiatan rutin. Ia jadi ruang untuk kembali merasa dekat.
Di tengah hidup yang makin sibuk, warga akhirnya punya alasan sederhana untuk keluar rumah, bertemu, dan saling menyapa.
Bukan Sekadar Jalan, Tapi Menjaga Ikatan
“Tujuan utamanya sederhana, tapi penting. Kami ingin menjaga silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan warga di Banjar Legian Kulod,” ujar I Nyoman Suma Nata, Kelian Banjar Legian Kulod.
Kalimat itu terdengar biasa. Tapi justru di situlah letak kejujurannya.
Kita sering hidup berdampingan, tapi jarang benar-benar terhubung. Jalan santai ini mengingatkan satu hal penting: kebersamaan tidak datang sendiri. Kita harus menciptakannya.
Lingkungan Sendiri, Rasa yang Lebih Dekat
Panitia tidak memilih lokasi jauh atau tempat “instagramable”. Mereka justru menggelar kegiatan ini di lingkungan banjar sendiri.
“Karena kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan banjar masing-masing. Kita ingin menunjukkan bahwa lingkungan kita sendiri sudah cukup untuk jadi tempat yang nyaman,” jelas I Nyoman Suma Nata.
Pesannya jelas. Kenyamanan tidak selalu datang dari tempat baru. Kadang, ia sudah ada di sekitar kita—tinggal kita hidupkan.
Di Balik Santai, Ada Kerja Nyata
Kegiatan ini terlihat ringan, tapi proses di baliknya tidak sesederhana itu.
Panitia harus menyusun waktu, mengajak warga yang sibuk, dan menyatukan banyak kepentingan. Mereka juga harus memastikan konsumsi, perlengkapan, dan kondisi teknis berjalan lancar.
Semua itu menunjukkan satu hal: kebersamaan tidak instan. Ia lahir dari kerja sama yang nyata.
Lebih dari Fisik, Ini Soal Rasa
Jalan santai ini bukan hanya soal kesehatan tubuh, tapi juga kesehatan sosial.
“Kami ingin menyampaikan bahwa kebersamaan itu harus terus dijaga,” kata I Nyoman Suma Nata.
Pesan ini terasa relevan. Di era sekarang, menjaga hubungan sering kali lebih sulit daripada memulainya.
Kita mudah terhubung secara digital, tapi justru makin jarang benar-benar hadir secara nyata.
Harapan yang Tidak Berhenti di Hari Itu
Setelah kegiatan selesai, panitia tidak hanya bicara soal sukses acara.
Mereka berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut, bahkan bisa lebih meriah ke depannya. Mereka juga ingin generasi muda ikut aktif, bukan sekadar hadir, tapi terlibat.
Karena banjar yang kuat tidak lahir dari acara besar semata. Ia tumbuh dari hubungan kecil yang terus dijaga.
Pada akhirnya, jalan santai ini bukan soal siapa yang paling cepat sampai.
Tapi soal siapa yang masih mau berjalan bersama. @jeje



