Sabtu, Juni 6, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Israel-Lebanon Diam 10 Hari: Damai atau Strategi Menunda Perang yang Lebih Brutal?

by dimas
April 18, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Diam tidak selalu berarti damai. Begitulah yang terjadi di perbatasan Lebanon dan Israel, ketika gencatan senjata 10 hari resmi berlaku pada Jumat (17/4/2026). Warga memang mulai pulang, tapi suara tembakan masih terdengar di pinggiran selatan Beirut. Pertanyaannya ini damai, atau hanya jeda sebelum perang berikutnya?

Warga Pulang di Tengah Reruntuhan

Sejak pagi buta, ribuan kendaraan memadati jalur pesisir selatan Lebanon. Warga yang mengungsi sejak konflik pecah berusaha kembali ke rumah mereka, meski sebagian besar wilayah masih rusak berat akibat serangan.

Jembatan utama menuju Sungai Litani hancur. Warga terpaksa melintas melalui jalur darurat sambil membawa barang seadanya.

“Orang-orang mencintai tanah mereka. Meski takut, mereka tetap pulang,” kata Alaa Damash, salah satu pengungsi yang kembali ke selatan.

Suara Senjata Belum Benar-Benar Diam

Militer Lebanon memperingatkan warga untuk tidak terburu-buru kembali. Laporan dari AFP menyebutkan, suara tembakan masih terdengar di beberapa titik selatan Beirut yang menjadi wilayah pengaruh Hizbullah.

Ini Belum Selesai

Mentan Tantang Kampus Wujudkan Swasembada Pangan

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Ketegangan ini menunjukkan bahwa gencatan senjata masih rapuh, bukan jaminan akhir konflik.

Politik Global di Balik Gencatan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut kesepakatan ini sebagai langkah awal menuju stabilitas kawasan. Ia juga telah berkomunikasi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun sebelum pengumuman resmi gencatan senjata.

Namun, di balik diplomasi itu, ada kepentingan yang lebih besar: upaya Amerika Serikat menekan konflik regional yang juga terkait dengan Iran.

Warga: Pulang Itu Indah, Tapi Tidak Aman

Di Sidon, warga terlihat mengemasi barang sambil menahan cemas.

“Rumah saya masih berdiri, tapi saya tidak yakin bisa tinggal lama di sana,” ujar Ali Hamza.

Di Nabatieh, sebagian warga bahkan memilih kembali mengungsi setelah melihat kondisi rumah yang rata dengan tanah.

“Semuanya hancur. Ini bukan kehidupan, ini sisa perang,” kata Fadel Bafreddine.

Analisis Tabooo

Ini bukan sekadar gencatan senjata. Ini adalah “pause” dalam konflik panjang yang belum menemukan ujung. Warga dipaksa memilih antara rumah yang hancur atau pengungsian yang tak berujung.

Damai 10 hari ini bukan jawaban. Ini hanya pertanyaan baru: siapa yang benar-benar diuntungkan ketika perang hanya berhenti sementara?

Di balik diplomasi dan pernyataan politik, ada satu hal yang tak berubah warga sipil tetap menjadi yang paling dulu kehilangan segalanya, dan paling terakhir mendapatkan kepastian.

Penutup

Kalau perang bisa dijeda, kenapa rasa takut tidak ikut berhenti? @dimas

Tags: Damaigencatan senjatageopolitik duniaHizbullahIsraelisrael lebanonketegangan timur tengahKonflik GlobalKrisis KemanusiaanLebanonperangTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Damai atau Jeda Perang? AS dan Iran Mulai Mainkan Narasi Baru

Damai atau Jeda Perang? AS dan Iran Mulai Mainkan Narasi Baru

by dimas
Mei 24, 2026

AS dan Iran menunjukkan sinyal damai baru. Namun di balik negosiasi dan pembukaan Selat Hormuz, dunia masih mencium ancaman konflik...

Ketika Tanah Adat Berubah Jadi Zona Maut bagi Perempuan Papua

Perempuan Papua dan Tanah Adat Yang Berubah Jadi Zona Maut

by dimas
Mei 11, 2026

Perempuan Papua berdiri di tengah pegunungan yang sunyi, membawa cerita yang tak lagi tentang kampung halaman, melainkan tentang ruang hidup...

Di Balik Operasi Keamanan, Papua Sedang Dijaga atau Ditinggalkan?

Di Balik Operasi Keamanan, Papua Sedang Dijaga atau Ditinggalkan?

by dimas
Mei 6, 2026

Ketika negara menempatkan stabilitas sebagai prioritas utama melalui penguatan aparat keamanan di berbagai wilayah Papua, realitas di lapangan justru menunjukkan...

Next Post
Joko Anwar: Anak Medan yang Mengubah Wajah Film Horor Indonesia

Joko Anwar: Anak Medan yang Mengubah Wajah Film Horor Indonesia

Madilog Series

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026
Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Mei 25, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id