Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Israel Gempur Beirut dan Baalbek, Lebanon Terjepit Perang Regional

by dimas
Maret 4, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Langit Lebanon kembali menyala. Rabu (4/3/2026), jet-jet tempur Israel melancarkan serangan skala besar yang menghantam berbagai titik, mulai dari hotel di Hazmieh pinggiran Beirut hingga bangunan tempat tinggal di Baalbek, wilayah timur yang jauh dari perbatasan selatan. Serangan itu menandai eskalasi baru yang tak lagi terbatas pada benteng tradisional Hizbullah.

Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan bahwa bom-bom Israel menghantam kawasan yang sebelumnya relatif aman dari pertempuran. Dengan demikian, konflik kini merembet ke jantung sipil, bukan sekadar zona militer.

Di saat yang sama, militer Israel menyatakan pihaknya menyerang target-target Hizbullah setelah kelompok itu berulang kali meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Israel utara. Tel Aviv mengklaim sistem pertahanannya berhasil mencegat sejumlah proyektil yang melintas dari Lebanon dan tidak mencatat korban jiwa di pihaknya.

Serangan Meluas, Korban Sipil Bertambah

Namun di Lebanon, angka korban terus naik. Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat sedikitnya enam orang tewas dan delapan lainnya terluka di Aramoun dan Saadiyat dua kota di selatan Beirut yang berada di luar basis utama Hizbullah. Otoritas kesehatan menegaskan jumlah tersebut masih bersifat sementara.

Selain itu, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkap bahwa tiga paramedis tewas saat menjalankan tugas. Enam tenaga medis lainnya mengalami luka ketika mengevakuasi korban dari lokasi ledakan. Fakta ini menunjukkan bahwa bukan hanya kombatan yang terjebak dalam lingkaran kekerasan, tetapi juga mereka yang berusaha menyelamatkan nyawa.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Sejak Senin (2/3/2026), serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 50 orang di Lebanon. Otoritas setempat juga mencatat lebih dari 58.000 warga mengungsi dari daerah-daerah yang dibombardir. Artinya, gelombang pengungsian kembali membesar, mengulang trauma perang yang belum lama reda.

Israel Perluas Target, Hizbullah Balas Serangan

Sementara itu, Israel mengumumkan dimulainya babak baru operasi militernya. Militer negara itu menyebut telah menyerang sekitar 60 target yang dikaitkan dengan Hizbullah dan Hamas. Serangan tersebut tidak hanya menyasar Lebanon selatan, tetapi juga menjangkau Beirut.

Di sisi lain, Hizbullah tidak tinggal diam. Kelompok itu mengaku menargetkan pasukan Israel dengan salvo rudal dan bahkan menyerang pangkalan Angkatan Laut Haifa di Israel utara sehari sebelumnya. Hizbullah menyatakan aksi tersebut sebagai respons atas serangan Israel dan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam operasi gabungan Amerika Serikat–Israel pada 28 Februari 2026.

Dengan demikian, konflik ini tidak lagi berdiri sendiri. Ketegangan Israel-Hizbullah kini terhubung langsung dengan perang yang lebih luas antara Israel, Iran, dan sekutunya.

Pemerintah Lebanon di Persimpangan

Di tengah tekanan tersebut, pemerintah Lebanon mencoba mengambil jarak. Pada Senin, otoritas Beirut mengumumkan larangan terhadap aktivitas militer Hizbullah sebagai upaya mencegah keterlibatan lebih jauh dalam perang regional. Namun langkah itu datang di saat bom sudah berjatuhan dan ribuan warga sudah meninggalkan rumah mereka.

Perjanjian gencatan senjata yang diteken pada November 2024 sebenarnya bertujuan mengakhiri lebih dari setahun konflik antara Israel dan Hizbullah. Akan tetapi, Israel tetap melancarkan serangan udara rutin dengan alasan Hizbullah belum melucuti senjata. Kini, kesepakatan itu praktis tinggal dokumen tanpa daya paksa.

Siapa yang Paling Terdampak?

Yang paling merasakan dampaknya bukan para pemimpin militer atau elite politik, melainkan warga sipil Lebanon. Mereka kehilangan rumah, pekerjaan, dan rasa aman dalam hitungan jam. Sektor pariwisata Beirut yang mulai bangkit kembali setelah krisis ekonomi kini kembali terpukul. Hotel yang sebelumnya melayani tamu kini berubah menjadi puing.

Selain itu, ribuan keluarga di wilayah selatan dan pinggiran ibu kota harus mengungsi tanpa kepastian kapan bisa kembali. Infrastruktur kesehatan yang sudah rapuh akibat krisis ekonomi kini kembali menanggung beban korban perang.

Di sisi lain, warga Israel utara juga hidup dalam bayang-bayang sirene serangan udara. Anak-anak berlari ke bunker, dan aktivitas ekonomi terganggu setiap kali alarm berbunyi.

Konflik ini semakin memperlihatkan satu pola lama: ketika negara-negara dan kelompok bersenjata saling unjuk kekuatan, warga sipil yang membayar harga paling mahal. Di atas kertas, semua pihak berbicara soal keamanan dan pertahanan. Namun di lapangan, yang tersisa justru rumah hancur dan antrean pengungsi.

Dan seperti biasa, ketika rudal saling melintas di langit Timur Tengah, perdamaian kembali terdengar seperti janji yang terlalu sering diucapkan tetapi terlalu jarang ditepati. @dimas

Tags: GeopolitikHizbullahIsraelKemanusiaanKonflik DuniaKrisis GlobalLebanonpengungsiperangRegionalTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Harga Pangan Global Naik Serempak, Perang dan El Nino Jadi Pemicu Utama

Perang Timur Tengah dan Bayangan Kelaparan Global yang Mulai Nyata

by dimas
Mei 9, 2026

Isunya tidak hanya tentang kenaikan harga pangan dan pupuk global, tetapi juga bagaimana perang, kebijakan energi, dan krisis iklim perlahan...

8 Mei dan Semangat Kemanusiaan: Kisah di Balik Hari Palang Merah Internasional

8 Mei dan Semangat Kemanusiaan: Kisah di Balik Hari Palang Merah Internasional

by dimas
Mei 8, 2026

Peringatan Hari Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah Internasional setiap 8 Mei menjadi pengingat penting bagi masyarakat dunia tentang...

Kota Modern Selalu Kalah oleh Sampahnya Sendiri. Kenapa?

Kota Modern Selalu Kalah oleh Sampahnya Sendiri. Kenapa?

by teguh
Mei 7, 2026

Setiap pagi, Jakarta bangun bersama ribuan ton sampah baru. Plastik kopi, sisa makanan, kardus belanja online, hingga limbah gaya hidup...

Next Post
Tanjakan Clongop Ambrol, Akses Ekonomi Klaten-Gunungkidul Tersendat

Tanjakan Clongop Ambrol, Akses Ekonomi Klaten-Gunungkidul Tersendat

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id