Tabooo.id: Global – Ketegangan di Timur Tengah kian memuncak. Iran menegaskan tiga syarat utama untuk mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa perdamaian hanya mungkin terjadi jika hak-hak sah Iran diakui, negara itu menerima kompensasi atas kerugian perang, dan komunitas internasional memberi jaminan keamanan untuk masa depan.
Pezeshkian menyampaikan hal ini melalui platform media sosial X pada Rabu (11/3/2026). Sebelumnya, ia berdiskusi dengan pemimpin Rusia dan Pakistan sebagai bagian dari upaya diplomasi menghadapi meningkatnya ketegangan regional. Menurut Pezeshkian, AS dan Israel memicu konflik ini, dan hanya dengan memenuhi ketiga syarat tersebut, perang bisa dihentikan.
Eskalasi Kekerasan dan Korban
Perang meletus sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel menyerang fasilitas strategis Iran. Teheran segera menembakkan drone dan rudal ke wilayah Israel serta lokasi regional di Yordania, Irak, dan negara Teluk yang menampung aset militer Amerika.
Pertempuran menyebabkan lebih dari 1.200 orang tewas dan lebih dari 10.000 luka-luka. Bahkan, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menjadi salah satu korban. Konflik ini juga mengguncang pasar energi global dan menimbulkan kekhawatiran perang bisa melebar menjadi konflik regional yang lebih luas.
Ancaman Militer Iran
Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran, Abolfazl Shekarchi, memperingatkan semua pelabuhan dan pusat ekonomi di Teluk Persia tidak akan aman jika fasilitas Iran diserang.
“Jika pelabuhan kami terancam, semua pelabuhan di kawasan menjadi target sah kami,” tegas Shekarchi.
Ia menambahkan, angkatan bersenjata Iran siap melakukan operasi lebih besar daripada sebelumnya dan menuntut negara-negara di kawasan menyingkirkan pasukan Amerika dari wilayah mereka.
Siapa Paling Terdampak
Warga sipil Iran dan negara tetangga menanggung dampak paling besar. Kehilangan nyawa, hancurnya infrastruktur, dan terganggunya ekonomi sehari-hari langsung memukul kehidupan rakyat. Sementara itu, negara-negara konsumen energi global merasakan tekanan harga minyak dan gas. Elite politik dan militer memperoleh keuntungan strategis, tetapi masyarakat biasa menanggung risiko terbesar.
Refleksi Akhir
Konflik ini menunjukkan bahwa diplomasi berjalan bersamaan dengan serangan militer. Meskipun Iran menuntut hak dan ganti rugi, sementara AS dan Israel mengejar kepentingan strategis, masyarakat sipil tetap menjadi pihak paling menderita. Akhirnya, perang ini mengingatkan bahwa di dunia politik dan militer, korban nyata jarang ikut duduk di meja perundingan. @dimas




