Tabooo.id: Global – Iran menegaskan belum menerima proposal yang jelas dari Amerika Serikat meski kedua pihak kembali duduk di meja perundingan. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menyampaikan langsung sikap itu saat berbincang dengan Al Jazeera di Doha.
Ia merespons putaran awal negosiasi nuklir yang berlangsung di Muscat, Oman. Menurutnya, pertemuan tersebut baru sebatas saling menyampaikan pesan. Kedua pihak belum membahas tawaran konkret secara rinci.
Iran Buka Pintu Diplomasi, Tapi Pasang Batas
Larijani menekankan bahwa Iran tetap memilih jalur diplomasi. Ia juga menyambut dukungan negara-negara kawasan yang mendorong dialog tetap berjalan.
Namun Iran menetapkan batas yang jelas. Negosiasi hanya menyentuh program nuklir. Pemerintah Iran menolak membahas isu lain di luar topik tersebut. Teheran juga mempertahankan kebijakan pengayaan uranium karena negara itu membutuhkannya untuk energi dan sektor farmasi.
Larijani menilai keikutsertaan Amerika menunjukkan arah yang lebih rasional. Meski begitu, ia mengingatkan Washington agar tidak mengambil langkah militer. Ia menegaskan Iran akan menyerang pangkalan militer Amerika di kawasan jika Washington lebih dulu melancarkan serangan.
Iran mengirim dua pesan sekaligus: siap berdialog, tetapi juga siap membalas.
Israel Masuk dalam Tuduhan
Larijani ikut menuding Israel berusaha menggagalkan negosiasi dan memicu instabilitas kawasan. Pernyataan itu muncul saat ketegangan antara Teheran dan Washington kembali meningkat, sementara Amerika memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah.
Situasi ini membuat kawasan berada dalam kondisi siaga. Para aktor regional terus memantau setiap langkah kedua negara.
Dampaknya ke Siapa?
Warga Iran menghadapi dampak paling nyata. Jika negosiasi gagal, tekanan sanksi bisa terus menekan ekonomi. Harga kebutuhan pokok dan obat-obatan berpotensi naik, sementara daya beli masyarakat melemah.
Negara-negara Timur Tengah ikut merasakan imbasnya. Ketegangan militer meningkatkan risiko keamanan, terutama di sekitar wilayah yang menampung pangkalan militer.
Pasar global pun bersiap menghadapi gejolak. Setiap ketegangan antara Iran dan Amerika kerap mendorong harga energi bergerak naik dan mengguncang stabilitas ekonomi dunia.
Negosiasi ini masih mencari bentuk. Semua pihak mengucapkan kata diplomasi, tetapi masing-masing tetap memegang kartu ancaman.
Di panggung politik global, dialog memang terdengar tenang. Namun selama rasa saling curiga belum surut, satu langkah emosional saja bisa mengubah percakapan menjadi konflik terbuka. @eko





