Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

IPSI Surakarta Gelar Workshop Perubahan Aturan Tanding

by dimas
Januari 25, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Surakarta menggelar Workshop Pencak Silat di GOR Tapak Suci, Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Minggu (25/1/2026) pagi. Melalui forum ini, IPSI menegaskan komitmen memperkuat pemahaman seluruh insan pencak silat terhadap Peraturan Pertandingan Pencak Silat (PPPS) 2025 revisi yang berorientasi pada keselamatan atlet, tanpa menanggalkan kaidah dasar pencak silat.

Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan peserta yang terdiri dari atlet, pelatih, dan perangkat pertandingan memadati lokasi untuk mengikuti registrasi ulang. Panitia mengelola kegiatan secara tertib sebelum membuka acara secara resmi dan melanjutkannya dengan sambutan Ketua IPSI Kota Surakarta, Ito Indrayana Rangga Wangi.

Regulasi Baru untuk Menekan Risiko Cedera

Dalam sambutannya, Ito menegaskan bahwa perubahan regulasi bukan sekadar pembaruan teknis. IPSI merancang kebijakan ini sebagai langkah strategis untuk menekan risiko cedera serius yang sebelumnya sempat terjadi dalam pertandingan pencak silat.

IPSI Surakarta secara khusus menyoroti perubahan signifikan pada sistem penilaian teknik bantingan. Sejumlah insiden fatal pada masa lalu mendorong IPSI mengevaluasi ulang teknik-teknik yang berpotensi membahayakan keselamatan atlet.

Ito menjelaskan bahwa PPPS 2025 revisi mengatur ulang mekanisme perolehan poin pada teknik tertentu. Beberapa teknik yang sebelumnya dinilai sah kini masuk kategori pelanggaran berat karena memiliki risiko cedera tinggi.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

“Dalam aturan terbaru, sistem pencarian poin pada teknik bantingan berubah. Beberapa teknik kini masuk pelanggaran berat agar tidak lagi memicu risiko cedera serius,” tegas Ito.

Ia menambahkan, IPSI menempatkan keselamatan atlet sebagai variabel utama dalam setiap aspek pertandingan, sejalan dengan perkembangan olahraga modern yang mengutamakan perlindungan atlet.

Materi Teknis hingga Simulasi Lapangan

Usai sambutan, IPSI menghadirkan Rony Syaifullah sebagai pemateri utama. Rony memaparkan secara rinci perubahan dalam PPPS 2025 revisi, terutama pada sistem penilaian, klasifikasi pelanggaran, serta standar teknik yang diperbolehkan dalam pertandingan.

Panitia tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis. Mereka juga menggelar sesi praktik jurus tunggal dan jurus regu IPSI agar peserta dapat langsung menerapkan aturan baru di lapangan.

Melalui simulasi tersebut, IPSI berupaya meminimalkan salah tafsir sekaligus menyamakan persepsi seluruh unsur pertandingan terhadap regulasi terbaru.

Kaidah Silat Tetap Menjadi Fondasi Penilaian

Meski menitikberatkan aspek keselamatan, IPSI menegaskan bahwa PPPS 2025 revisi tidak menggeser jati diri pencak silat. Kaidah dasar tetap menjadi fondasi utama dalam penilaian pertandingan.

Ito menjelaskan bahwa atlet tetap wajib menjalankan sikap pasang, pola langkah, serang-bela, serta penutup dengan sikap pasang. Wasit tidak akan memberikan poin jika atlet mengabaikan unsur-unsur tersebut.

“Kalau kaidah silat tidak dijalankan, poin tidak akan masuk meskipun serangan dilakukan di area sah,” jelasnya.

Menurut Ito, ketentuan ini menjadi pembeda utama pencak silat dibandingkan cabang bela diri lain. Pencak silat tidak hanya menilai efektivitas serangan, tetapi juga ketepatan teknik dan nilai filosofis.

Menuju Standarisasi Pertandingan yang Lebih Aman

IPSI Surakarta memandang workshop ini sebagai langkah awal menuju standarisasi pemahaman PPPS 2025 revisi di seluruh perguruan dan klub. Dengan standar yang sama, IPSI berharap setiap pertandingan ke depan berlangsung lebih aman, adil, dan berkualitas.

Kebijakan ini juga berdampak langsung pada atlet muda yang sedang meniti prestasi. Mereka kini harus beradaptasi dengan pola pertandingan yang lebih disiplin sekaligus lebih menghargai keselamatan diri dan lawan.

Pada akhirnya, regulasi baru ini mengingatkan semua pihak bahwa prestasi tidak boleh dibangun di atas risiko nyawa atlet. Pencak silat boleh keras, tetapi tetap menjunjung nurani. Sebab, olahraga sejatinya bukan hanya soal menang, melainkan juga tentang pulang dengan selamat. @dimas

Tags: AtletIPSIKeselamatanolahragaPencak SilatRegulasiSurakarta

Kamu Melewatkan Ini

Dua Kirab Malam 1 Suro, Keraton Surakarta Masuk Zona Rawan?

Dua Kirab Malam 1 Suro, Keraton Surakarta Masuk Zona Rawan?

by Tabooo
Juni 9, 2026

Dua Kirab Malam 1 Suro di Keraton Surakarta disebut berpotensi digelar pada tanggal yang sama. Situasi ini memicu kekhawatiran karena...

Anti-Swapraja: Ketika Feodalisme Dianggap Musuh

Anti-Swapraja: Ketika Feodalisme Dianggap Musuh

by Tabooo
Mei 29, 2026

Gerakan anti swapraja Surakarta bukan sekadar penolakan terhadap keraton. Ia lahir dari benturan Republik, feodalisme, ketimpangan agraria, dan kemarahan kelas...

Surakarta dan Keistimewaannya: Luka yang Belum Usai

Surakarta dan Keistimewaannya: Luka yang Belum Usai

by Tabooo
Mei 25, 2026

Surakarta pernah memiliki dasar hukum sebagai daerah istimewa. Namun gejolak politik, konflik elite, dan keputusan pusat membuat status itu membeku...

Next Post
Check: Benarkah Prabowo Copot 5 Menteri di Hambalang?

Check: Benarkah Prabowo Copot 5 Menteri di Hambalang?

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id