Sabtu, September 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

IHSG Naik Tipis, Pasar Menunggu Sinyal Tegas Bank Indonesia

by dimas
Februari 18, 2026
in Bisnis, Reality
A A
Home Reality Bisnis
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Bisnis – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Rabu (18/2/2026) pagi dengan nada optimistis. Indeks utama Bursa Efek Indonesia itu naik 23,54 poin atau 0,29 persen dan parkir di level 8.235,81. Penguatan ini memberi sinyal kepercayaan diri, meskipun sebagian besar investor masih memilih bersikap hati-hati.

Sentimen positif juga menyentuh saham unggulan. Indeks LQ45 yang berisi perusahaan-perusahaan berkapitalisasi besar ikut terdorong naik 1,87 poin atau 0,23 persen ke posisi 831,54. Kenaikan tersebut memperlihatkan bahwa minat beli tetap terjaga, walau pasar belum sepenuhnya berani mengambil risiko besar.

Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih menilai tren hari ini masih berada di jalur positif. Ia memperkirakan pergerakan IHSG akan berada di kisaran 8.150 hingga 8.300. Proyeksi itu menunjukkan ruang penguatan masih tersedia, tetapi pergerakan tetap bergantung pada sentimen kebijakan moneter.

Menanti Keputusan BI, Stabilitas Rupiah Jadi Prioritas

Perhatian investor kini tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang berlangsung pada 18-19 Februari 2026. Forum tersebut akan menentukan arah suku bunga acuan yang menjadi fondasi kebijakan moneter nasional.

Mayoritas pelaku pasar memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga di level 4,75 persen. Langkah ini dipandang sebagai upaya menjaga keseimbangan, terutama untuk melindungi nilai tukar rupiah dari tekanan global.

Ini Belum Selesai

Ban Lepas di Perlintasan, Pikap Tertemper KA Sembrani di Kendal

Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi Dituntut 7 Tahun 2 Bulan

Kebijakan tersebut bukan sekadar urusan teknis perbankan. Dunia usaha sangat bergantung pada suku bunga untuk menentukan ekspansi. Kredit yang mahal dapat menahan pertumbuhan bisnis, sementara bunga yang stabil memberi ruang bernapas bagi sektor riil. Pada akhirnya, keputusan bank sentral ikut menentukan peluang kerja, daya beli, hingga stabilitas ekonomi rumah tangga.

Karena itu, pasar saham bergerak dengan penuh perhitungan. Setiap investor memahami bahwa satu keputusan dari Bank Indonesia dapat mengubah arah pasar dalam waktu singkat.

Inflasi Amerika Turun, Modal Global Bersiap Bergerak

Dari luar negeri, kabar yang muncul justru memberi dorongan optimisme. Inflasi Amerika Serikat menunjukkan tren penurunan. Indeks harga konsumen tercatat sebesar 2,4 persen secara tahunan pada Januari 2026. Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 2,7 persen dan juga melampaui ekspektasi pasar.

Perlambatan inflasi memperkuat keyakinan bahwa Federal Reserve memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga. Harapan ini langsung memengaruhi psikologi investor global.

Ketika bunga di Amerika turun, dana investasi biasanya mengalir ke negara berkembang yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Indonesia menjadi salah satu tujuan potensial. Arus modal asing semacam itu dapat mengangkat pasar saham sekaligus memperkuat rupiah.

Meski demikian, investor belum sepenuhnya bertindak agresif. Mereka masih menunggu konfirmasi dari risalah Federal Open Market Committee yang akan memberikan gambaran arah kebijakan The Fed ke depan.

Bursa Dunia Menguat, Asia Mengikuti Irama Optimisme

Gelombang optimisme terlihat jelas di berbagai bursa global. Pasar saham Eropa menutup perdagangan dengan penguatan merata. Indeks Euro Stoxx 50 naik 0,78 persen, sementara FTSE 100 Inggris bertambah 0,79 persen. Indeks DAX Jerman meningkat 0,80 persen dan CAC Prancis menguat 0,54 persen.

Arah serupa muncul di Wall Street. Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,07 persen ke level 49.533,19. S&P 500 bertambah 0,10 persen menjadi 6.843,22. Sementara itu, Nasdaq Composite menguat 0,14 persen dan ditutup di posisi 22.578,38.

Kawasan Asia tidak ketinggalan merespons. Indeks Nikkei Jepang melonjak 651,40 poin atau 1,15 persen ke posisi 57.217,90. Kenaikan ini menunjukkan bahwa investor regional menyambut positif perkembangan global.

Sebagian bursa Asia memang belum beroperasi penuh. Pasar saham di Shanghai, Hong Kong, dan Singapura masih tutup karena libur Tahun Baru Imlek. Kondisi tersebut membuat aktivitas transaksi regional belum sepenuhnya ramai.

Di Balik Layar Hijau, Kewaspadaan Masih Terasa

Kenaikan IHSG memberi harapan, tetapi tidak otomatis menghapus kehati-hatian. Banyak investor memilih menunggu kejelasan sebelum mengambil langkah besar.

Bagi masyarakat umum, pergerakan indeks mungkin hanya terlihat sebagai angka di layar. Namun, dampaknya jauh lebih luas. Nilai dana pensiun, investasi, hingga stabilitas sektor keuangan ikut bergantung pada kondisi pasar.

Hari ini, IHSG memang bergerak naik. Optimisme terlihat, tetapi keberanian belum sepenuhnya kembali. Pasar masih berdiri di persimpangan, menunggu kepastian arah.

Sebab, di dunia investasi, harapan selalu bergerak lebih cepat daripada keputusan dan kepastian selalu datang terakhir. @dimas

Tags: Bank IndonesiaBIBursa Efek IndonesiaEkonomi IndonesiaIHSGInflasiInvestasiInvestorNasionalPasar SahamRupiahSahamSuku Bunga

Kamu Melewatkan Ini

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

by Tabooo
September 1, 2026

Kementerian Kebudayaan merilis lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Lebih dari 5.000 halaman membawa pembaca dari...

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

by Tabooo
Agustus 28, 2026

Kericuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat, menelan korban jiwa. Bambang Setiawan (59), pedagang cermin asal Bendungan Hilir, meninggal setelah dianiaya saat...

Slipi-Palmerah Panas, Pos Polisi Rusak dan Massa Masih Bertahan

Slipi-Palmerah Panas, Pos Polisi Rusak dan Massa Masih Bertahan

by Tabooo
Agustus 28, 2026

Ketegangan belum reda di Slipi-Palmerah hingga Kamis malam. Polisi masih menembakkan gas air mata, sementara massa bertahan dan pos polisi...

Next Post
Prabowo Tiba di AS, Membawa Misi Besar dari Diplomasi ke Investasi

Prabowo Tiba di AS, Membawa Misi Besar dari Diplomasi ke Investasi

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id