• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Commissioner’s Note

Idul Fitri: Kita Kembali ke Diri, atau Sekadar Kembali ke Tradisi?

Maret 20, 2026
in Commissioner’s Note
A A
Idul Fitri: Kita Kembali ke Diri, atau Sekadar Kembali ke Tradisi?

Selamat Idul Fitri 1447 H (Ilustrasi: Tabooo)

Share on FacebookShare on Twitter
Oleh: KPA Hari Andri Winarso Wartonagoro (Komisaris PT Tabooo Network Indonesia)

Tabooo.id: Commissioner’s Note – Idul Fitri selalu datang dengan janji yang sama, kembali suci. Namun, ada satu pertanyaan yang jarang kita tanyakan saat takbir mulai menggema, apakah kita benar-benar pulang… atau hanya berpindah suasana?

Di tengah baju baru, foto keluarga, dan meja penuh hidangan, ada sesuatu yang sering luput: Apakah hati kita benar-benar ikut pulang? Karena sejatinya, Idul Fitri bukan soal perayaan. Ia adalah cermin. Dan tidak semua orang siap bercermin.

Antara Ritual dan Refleksi

Selama satu bulan, kita diajak menahan. Bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga ego, amarah, dan keinginan yang sering tak kita sadari. Puasa adalah latihan sunyi. Latihan untuk melihat diri sendiri tanpa distraksi.

Tapi begitu Ramadan berakhir, banyak dari kita buru-buru kembali ke kebiasaan lama. Seolah-olah proses itu hanya “event tahunan,” bukan perjalanan batin. Di sinilah letak ironi Idul Fitri hari ini.

Kita merayakan kemenangan, tapi jarang bertanya, menang melawan apa? Apakah kita sudah benar-benar mengalahkan ego, atau hanya berhasil menahan diri sementara?

Maaf yang Diucapkan, atau yang Dirasakan?

Idul Fitri identik dengan kata “maaf.” Kalimat yang diulang dari satu rumah ke rumah lain, dari satu chat ke chat lain: “Mohon maaf lahir dan batin.”

Tapi ada satu hal yang perlu kita jujur akui, tidak semua maaf itu selesai di hati. Ada yang hanya formalitas, ada yang sekadar tradisi, atau sekedar diucapkan tanpa benar-benar dipahami.

Padahal, memaafkan adalah proses paling sunyi dan paling sulit. Ia tidak bisa dipaksakan dalam satu hari, tidak bisa selesai hanya dengan berjabat tangan.

Idul Fitri seharusnya bukan tentang siapa yang lebih dulu meminta maaf, tapi siapa yang berani benar-benar melepaskan. Karena sering kali, yang paling sulit bukan memaafkan orang lain, tapi memaafkan diri sendiri.

Kembali ke Nol: Mitos atau Kesempatan?

Konsep “kembali ke nol” sering terdengar indah. Seolah semua kesalahan bisa dihapus, semua luka bisa hilang begitu saja. Tapi hidup tidak bekerja seperti itu.

Kita tidak benar-benar kembali ke nol. Kita kembali dengan membawa semua pengalaman, luka, dan pelajaran yang kita punya. Dan justru di situlah makna Idul Fitri yang sebenarnya. Bukan menghapus masa lalu, tapi memahami dan berdamai dengannya.

Bukan menjadi manusia baru yang sempurna, tapi menjadi manusia yang lebih sadar. Lebih jujur pada diri sendiri, lebih lembut pada orang lain, lebih berani menghadapi apa yang selama ini kita hindari.

Idul Fitri di Zaman yang Sibuk

Kita hidup di era yang serba cepat, bahkan refleksi pun sering kita percepat. Ucapan maaf jadi template, silaturahmi jadi agenda, kebahagiaan jadi konten. Di tengah semua itu, ada satu risiko besar, yaitu kita menjadi kehilangan makna. Padahal Idul Fitri bukan tentang terlihat bahagia, tapi tentang benar-benar merasa ringan. Bukan tentang menunjukkan kebersamaan, tapi tentang merasakan kedekatan.

Dan itu tidak bisa difoto, tidak bisa diukur dengan likes, tidak bisa dibuktikan ke orang lain. Karena ini soal hubungan paling jujur yang kita punya, hubungan dengan diri sendiri.

Ke Mana Kita Setelah Ini?

Pertanyaan paling penting dari Idul Fitri bukan tentang hari ini, tapi tentang hari setelahnya.

Apakah kita akan tetap menjaga kesadaran yang sempat kita bangun? Atau perlahan kembali ke pola lama yang sama?

Karena sejatinya, kemenangan bukan di tanggal 1 Syawal. Kemenangan ada di hari-hari setelahnya. Saat tidak ada lagi suasana religius yang mengingatkan. Saat tidak ada lagi tekanan sosial untuk “terlihat baik.”

RelatedPosts

Nyepi: Kita Tidak Takut Sepi, Kita Takut Diri Sendiri

Di situlah kejujuran dimulai.

Pulang yang Sebenarnya

Idul Fitri adalah tentang pulang. Tapi bukan sekadar pulang ke rumah.

Ini tentang pulang ke diri yang lebih jujur. Lebih sadar. Lebih manusia. Dan mungkin, pulang yang paling sulit adalah berani melihat diri sendiri tanpa topeng, tanpa pembenaran, tanpa pelarian. Hanya kita, dan versi diri yang sebenarnya.

Lalu, setelah semua ini, apakah kita benar-benar sudah pulang? Atau masih dalam perjalanan?

“Taqabbalallahu minna wa minkum. Selamat Idul Fitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin. Semoga hari kemenangan ini membawa keberkahan dan kedamaian bagi kita semua”. @tabooo

Tags: Commissioner’s NoteIdul Fitri 1447 HLebaran 2026
Next Post
Katanya Wortel Bikin Mata Jernih, Kok Kita Masih Blur?

Katanya Wortel Bikin Mata Jernih, Kok Kita Masih Blur?

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi dalam Dua Gelombang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Griya di Istana, Prabowo Satukan Elite Politik dalam Suasana Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Karaton ke Masjid Agung, Gunungan Garebeg Pasa Jadi Rebutan Ratusan Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.